Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 326
(1-357)
Dari rahasia ini generasi setiap masa dari masa kebahagiaan telah menantikannya hingga sekarang. Di sisi lain, ia menjadi hikmah yang mengantar kepada kelalaian secara umum. Penantian tersebut terhadap hikmah ini tidak berasal dari petunjuk kenabian.
Penetapannya adalah dengan menantikan apa yang akan terjadi. Bahkan dengan penantian yang mengharuskan ketidakjelasan guna melenyapkan kelalaian. Sungguh telah alpa orang yang tidak bisa membedakan antara hikmah dan sebab.
Terkait dengan al-Mahdi, maka ia adalah untuk menguatkan kekuatan maknawi, untuk menghilangkan rasa putus asa ketika kesesatan merajalela, serta untuk memotivasi para pemilik tekad dan pembaharu dalam meniti jalan terang yang dipimpin olehnya. Hikmah ini menuntut ketidakjelasan agar senantiasa dinantikan di setiap masa.
Ketahuilah! Wahai muslim baik tampilan maupun namanya, perumpamaanmu dalam mengikuti sikap orang kafir yang bodoh dan menentang hukum Islam seperti seseorang dari satu keluarga yang melihat musuh dari keluarga lain.
Musuh ini mencela keluarga pertama serta menipu pemimpinnya dan menghinakan kebiasaan-kebiasaannya dengan bersandar kepada keluarganya sekaligus memuji berbagai kehebatannya. Orang malang tadi mengira kalau ia mencela keluarganya sendiri dan menghinakan berbagai kebiasaannya ia akan menjadi seperti musuh tadi. Ia tidak sadar bahwa dengan membalasnya ia akan menjadi gila dan berani atau hina di mana ia mematahkan punggungnya sehingga menjadi yatim yang terusir.
Tidakkah engkau melihat bagaimana orang Eropa mengingkari Muhammad saw, namun menghibur diri dengan agama Nasrani yang banyak dimanipulasi dan dengan peradaban mereka yang telah bercampur dengan tradisi mereka.
Dengan demikian, dalam jiwanya masih terdapat sejumlah perilaku baik dari sisi duniawi dan sejumlah tekad yang kuat untuk kehidupan dunianya. Dengan sikapnya itu ia tidak melihat kegelapan jiwanya dan keyatiman kalbunya.
Sementara engkau wahai orang murtad. Jika engkau menging
Penetapannya adalah dengan menantikan apa yang akan terjadi. Bahkan dengan penantian yang mengharuskan ketidakjelasan guna melenyapkan kelalaian. Sungguh telah alpa orang yang tidak bisa membedakan antara hikmah dan sebab.
Terkait dengan al-Mahdi, maka ia adalah untuk menguatkan kekuatan maknawi, untuk menghilangkan rasa putus asa ketika kesesatan merajalela, serta untuk memotivasi para pemilik tekad dan pembaharu dalam meniti jalan terang yang dipimpin olehnya. Hikmah ini menuntut ketidakjelasan agar senantiasa dinantikan di setiap masa.
Ketahuilah! Wahai muslim baik tampilan maupun namanya, perumpamaanmu dalam mengikuti sikap orang kafir yang bodoh dan menentang hukum Islam seperti seseorang dari satu keluarga yang melihat musuh dari keluarga lain.
Musuh ini mencela keluarga pertama serta menipu pemimpinnya dan menghinakan kebiasaan-kebiasaannya dengan bersandar kepada keluarganya sekaligus memuji berbagai kehebatannya. Orang malang tadi mengira kalau ia mencela keluarganya sendiri dan menghinakan berbagai kebiasaannya ia akan menjadi seperti musuh tadi. Ia tidak sadar bahwa dengan membalasnya ia akan menjadi gila dan berani atau hina di mana ia mematahkan punggungnya sehingga menjadi yatim yang terusir.
Tidakkah engkau melihat bagaimana orang Eropa mengingkari Muhammad saw, namun menghibur diri dengan agama Nasrani yang banyak dimanipulasi dan dengan peradaban mereka yang telah bercampur dengan tradisi mereka.
Dengan demikian, dalam jiwanya masih terdapat sejumlah perilaku baik dari sisi duniawi dan sejumlah tekad yang kuat untuk kehidupan dunianya. Dengan sikapnya itu ia tidak melihat kegelapan jiwanya dan keyatiman kalbunya.
Sementara engkau wahai orang murtad. Jika engkau menging
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence