Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 273
(1-357)
Kelompok yang bahagia dan taat memperhatikan hamba yang mendeskripsikan Tuhannya lewat al-Jawsyân al-Kabir dan sosok yang menyampaikan petunjuk Alquran al-Karim. Mereka mendengarkan Alquran sehingga melihat berbagai keindahan rububiyah-Nya. Mereka bertakbir dan bertasbih. Kemudian mereka menjadi penunjuk bagi manifestasi nama-nama-Nya yang indah. Mereka bertasbih seraya bertahmid. Dengan indera yang dimiliki, mereka memahami simpanan kekayaan rahmat Tuhan sehingga memuji-Nya sebagai bentuk syukur. Mereka memahami permata kekayaan nama-nama-Nya yang terwujud secara seimbang sehingga mereka menyucikan-Nya seraya memuji-Nya. Mereka menelaah tulisan pena qudrat maka, mereka mengapresiasi dengan merenungkannya. Mereka bersenang-senang dengan melihat kelembutan fitrah yang ada sehingga mencintai Tuhan dengan penuh rasa rindu.
Lalu, mereka merespon perkenalan Tuhan yang dilakukan lewat sejumlah mukjizat ciptaan-Nya dengan makrifat. Mereka berkata, “Mahasuci Engkau. Kami tidak bisa mengenali diri-Mu dengan pengenalan yang sesungguhnya wahai Yang Maha Dikenal, lewat mukjizat ciptaan-Mu.” Mereka merespon ungkapan cinta-Nya kepada mereka lewat indahnya buah rahmat dengan perasaan cinta. Lalu, mereka merespon kebaikan-Nya yang memberikan berbagai nikmat dengan pujian dan syukur untuk-Nya. Mereka berujar, “Mahasuci Engkau. Kami tidak bersyukur dengan syukur yang semestinya wahai Tuhan lewat pujian atas seluruh kebaikan-Mu di hadapan makhluk serta lewat pengungkapan semua anugerah dan kenikmatan-Mu di pasar alam dengan kesaksian alunan tatanan semua buah rahmat dan nikmat-Mu di hadapan makhluk. Kemudian mereka merspon penampakan kebesaran, kesempurnaan, keindahan, dan keagungan-Nya dalam wujud alam dan cermin entitas dengan bersujud disertai rasa cinta dan takjub.
Mereka juga membalas penampakan luasnya rahmat-Nya serta banyaknya kekayaan-Nya dengan rasa papa dan permohonan. Mereka membalas berbagai kelembutan kreasi-Nya yang tampak dengan penghargaan, apresiasi, penyaksian, dan kesaksian. Mereka membalas penampakan kekuasaan rububiyah-Nya pada seluruh entitas dengan tauhid, ketaatan, dan ibadah lewat pengungkapan ketidakberdayaan mereka dalam kelemahan dan kepapahan mereka. Maka, mereka melaksanakan berbagai tugas hidup di dunia sehingga berada dalam kondisi terbaik; lebih mulia dari semua makhluk dengan menjadi khalifah yang amanah, berkah, dan beriman. Selanjutnya Tuhan mengajak mereka menuju negeri kedamaian (sorga) untuk menggapai kebahagiaan abadi. Dia memuliakan mereka dengan sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah terlintas oleh kalbu manusia.
Adapun kelompok lain yang fasik dan jahat, dengan sikap kufur mereka mengingkari dan meremehkan semua entitas dengan merendahkan nilainya sebagaimana telah disebutkan. Mereka menolak semua manifestasi nama-Nya sehingga melakukan berbagai kejahatan yang tak terhitung banyaknya. Karena itu, mereka layak mendapatkan hukuman yang juga tak terhingga.
No Voice