Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 274
(1-357)
Wahai Said yang malang! Apakah engkau mengira bahwa tugas hidupmu adalah memelihara nafsu, membangun peradaban, melayani perut dan selera rendahan? Atau, engkau mengira bahwa tujuan engkau diberi indera dan perasaan, organ dan perangkat, serta berbagai unsur maknawi dalam mesin kehidupanmu adalah untuk dipergunakan memenuhi selera nafsumu yang rendah dalam kehidupan yang fana ini? Tentu saja tidak.

Tetapi, hal itu diberikan ke dalam fitrahmu agar engkau bisa merasakan semua jenis nikmat Allah Swt, serta mengecap beragam manifestasi nama-Nya. Tujuannya tidak lain supaya dengan neraca tersebut engkau bisa menimbang simpanan kekayaan rahmat-Nya serta membuka perbendaharaan manifestasi nama-Nya yang tersembunyi.

Bahkan tujuan hidupmu tidak lain adalah untuk menampilkan dan memperlihatkan ke tengah-tengah makhluk berbagai manifestasi nama-Nya dalam hidupmu; untuk memperlihatkan ubudiyah lewat kondisi dan ucapanmu di hadapan pintu rububiyah-Nya; untuk berhias dengan permata manifestasi nama-Nya agar terlihat oleh Tuhan azali; untuk memahami penghormatan makhluk hidup lewat tasbih yang dipersembahkan kepada Sang Pemberi kehidupan di mana engkau menyaksikannya, bersaksi atasnya, dan mempersaksikannya; untuk memahami dengan bagian-bagian kondisimu sejumlah sifat Penciptamu yang bersifat mutlak dan suci; untuk memahami kata-kata yang ada sekaligus menuturkan tauhid dan rububiyah-Nya; serta untuk menyadari lewat ketidakberdayaan dan kepapahanmu sejumlah tingkatan manifestasi qudrat dan kekayaan-Nya.

Esensi hidupmu tidak lain adalah sebagai simpanan, peta, model, ikhtisar, standar, neraca, dan indeks dari berbagai jejak manifestasi nama-nama Pencipta kematian dan kehidupan. Gambaran hidupmu tidak lain merupakan kata tertulis dan terdengar yang mengarah kepada nama-nama-Nya. Hakikatnya tidak lain sebagai cermin manifestasi keesaan-Nya.

Kebahagiaannya yang sempurna ketika menyadari apa yang terwujud padanya disertai rasa cinta dan rindu di mana ia menjadi cermin baginya. Adapun seluruh makhluk, terkait dengan sebagian tujuan yang disebutkan memiliki kesamaan denganmu. Hanya saja, tidak sama persis. Pasalnya, engkau adalah cermin komprehensif seperti disebutkan dalam riwayat, “Bumi dan langit tidak bisa menampung-Ku. Yang bisa menampung-Ku adalah hamba-Ku yang beriman.”[1]
--------------------------
[1] Hadits tersebut berbunyi, “Langit dan bumi tidak bisa menampung-Ku. Sementara kalbu hamba-Ku yang beriman bisa menampungnya.”
No Voice