Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 299
(1-357)
Ketahuilah! Akalku kadang menyertai kalbuku dalam perjalanannya. Maka, kalbu memberikan apa yang ia saksikan lewat cita rasanya kepada akal. Dari sini, seperti biasa akal memperlihatkannya sebagai sesuatu yang terbukti. Dari berbagai hakikat itu, Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana, di samping jauh tak terkira dalam waktu yang sama Dia juga Mahadekat.

Di samping Maha Tersembunyi Dia juga berada di atas segala sesuatu. Di samping tidak berada di dalam, Dia juga tidak berada di luar. Engkau bisa melihat jejak-jejak rahmat-Nya yang bertebaran di atas permukaan bumi, serta berbagai hasil kreasi qudrat-Nya yang tersebar di muka bumi guna melihat rahasia tersebut dengan jelas dari baris-barisnya.
Pasalnya, Pencipta dua partikel, dua bunga, dua buah, atau dua lebah berada di dua tempat dalam satu waktu dari kejauhan yang lebih jauh daripada jarak antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berada di bumi dan yang satunya lagi di porosnya maka sudah barang tentu terdapat pertemuan yang sempurna dalam bentuk yang sama dari kejauhan tak terhingga. Ini dilihat dari sisi lahiriah dan dilihat dari sisi kerajaan-Nya.

Adapun dari sisi yang tersembunyi dan dari sisi malakut sudah tentu ada kesamaan pertemuan yang terlihat dalam mudah dan cepatnya penciptaan diiringi kemurahan mutlak dalam sebuah kecermatan mutlak dari kedekatan tak terkira. Hal ini tidak seperti kedekatan sentral dengan sejumlah titik lingkaran berbeda yang saling bercampur. Di samping bahwa tidak ada perbedaan bagi Zat yang menciptakan segala sesuatu dengan cermat dan baik.

Ya. Rahasia ini termasuk di antara keistimewaan wilayah-Nya dan ciri manifestasi keesaan-Nya dan di antara sifat yang membedakan hakikat Pelaku asli dengan jejak perbuatan-Nya.

Sebagai contoh—Allah memiliki perumpamaan yang paling tinggi: kenikmatan yang didapat dari mentari sangat dekat tak terkira lewat pantulanya pada berbagai cermin dan bunga. Pasalnya, substansi mentari merupakan sumber dari pantulan tersebut dan lebih dekat kepadanya daripada benda yang menerima pantulannya bahkan dari dirinya sendiri.

Di sisi lain ia juga sangat jauh tak terhingga dari bayangan tersebut. Pasalnya, sulit bahkan mustahil menempuh jarak antara bayangan yang bisa terwujud dalam cerminmu dan sumber aslinya.

Mahasuci Allah Zat yang zat-Nya tidak serupa dengan apapun serta sifatnya tidak mirip dengan sesuatupun. Dialah Zat Yang Maha pertama, Maha Terakhir, Maha Tampak dan Maha Tersembunyi. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
No Voice