Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 302
(1-357)
Ketahuilah! Orang yang cermat akan bisa melihat bahwa berbagai kelompok makhluk dan berbagai jenis ciptaan saling berlomba mempercantik diri untuk bisa tampil agar dilihat oleh Zat yang menyaksikannya secara keseluruhan dan terus-menerus serta mencakup semua sisi keindahannya.
Pasalnya, makhluk memperlihatkan kondisi berisi halusnya kerapian kreasi yang menarik perhatian dan mendatangkan apresiasi. Kondisi untuk saling berlomba tampil dengan indah adalah agar terlihat oleh pandangan yang tak terhingga. Ia tidak lain adalah pandangan Tuhan yang azali yang menciptakan makhluk agar manifestasi cahaya keindahan, keagungan, dan kesempurnaan-Nya bisa disaksikan dalam cermin perkembangannya. Kemudian Dia meminta para saksi untuk menyaksikan sebagai bentuk perkenalan dengan mereka dengan cara memperlihatkan kekayaan tersembunyi tersebut.
Tujuan keberadaan sesuatu yang paling tinggi dan hak hidup makhluk yang paling berharga adalah posisinya sebagai objek yang disaksikan dan tampak dalam pandangan Penciptanya lewat wujudnya yang merupakan jejak nama-Nya. Kesenangan hidup yang paling nikmat adalah merasakan penyaksian tersebut.
Adapun tampil di hadapan saudara-saudaranya sesama makhluk memang merupakan tujuan pula. Hanya saja, jika diukur dengan tujuan utama di atas, ia seperti sesuatu yang terhingga dan sesuatu yang tak terhingga.
Adapun hak hidup yang sudah dikenal di tengah-tengah manusia adalah melestarikan kehidupan dengan suasana nyaman. Karena itu, ia demikian kecil, rendah, dan hina untuk menjadi bagian dari jutaan bagian hak hidup dari kehidupan di atas yang merupakan mukjizat qudrat Allah Yang Mahahidup dan Mahaesa di mana ia lebih tinggi, lebih berharga, lebih mengagumkan, lebih menarik, lebih indah, dan lebih mulia. Bahkan, ia hanyalah sarana. Ia menjadi mulia jika tetap sebagai sarana. Namun, jika naik menjadi tujuan, ia akan jatuh laksana debu yang beterbangan.
Wahai yang lalai, apakah engkau mengira bahwa tujuan penciptaan yang demikian menakjubkan misalnyaadalah untuk kau makan dan kau kunyah hanya dalam satu menit dengan kondisi lalai. Tidak. Tetapi, ia merupakan kata yang maknanya dipersembahkan untuk Tuhan yang telah membentuknya dan untuk alam. Ia memenuhi tugasnya dan mati lalu dikubur dalam mulutmu.
Pasalnya, makhluk memperlihatkan kondisi berisi halusnya kerapian kreasi yang menarik perhatian dan mendatangkan apresiasi. Kondisi untuk saling berlomba tampil dengan indah adalah agar terlihat oleh pandangan yang tak terhingga. Ia tidak lain adalah pandangan Tuhan yang azali yang menciptakan makhluk agar manifestasi cahaya keindahan, keagungan, dan kesempurnaan-Nya bisa disaksikan dalam cermin perkembangannya. Kemudian Dia meminta para saksi untuk menyaksikan sebagai bentuk perkenalan dengan mereka dengan cara memperlihatkan kekayaan tersembunyi tersebut.
Tujuan keberadaan sesuatu yang paling tinggi dan hak hidup makhluk yang paling berharga adalah posisinya sebagai objek yang disaksikan dan tampak dalam pandangan Penciptanya lewat wujudnya yang merupakan jejak nama-Nya. Kesenangan hidup yang paling nikmat adalah merasakan penyaksian tersebut.
Adapun tampil di hadapan saudara-saudaranya sesama makhluk memang merupakan tujuan pula. Hanya saja, jika diukur dengan tujuan utama di atas, ia seperti sesuatu yang terhingga dan sesuatu yang tak terhingga.
Adapun hak hidup yang sudah dikenal di tengah-tengah manusia adalah melestarikan kehidupan dengan suasana nyaman. Karena itu, ia demikian kecil, rendah, dan hina untuk menjadi bagian dari jutaan bagian hak hidup dari kehidupan di atas yang merupakan mukjizat qudrat Allah Yang Mahahidup dan Mahaesa di mana ia lebih tinggi, lebih berharga, lebih mengagumkan, lebih menarik, lebih indah, dan lebih mulia. Bahkan, ia hanyalah sarana. Ia menjadi mulia jika tetap sebagai sarana. Namun, jika naik menjadi tujuan, ia akan jatuh laksana debu yang beterbangan.
Wahai yang lalai, apakah engkau mengira bahwa tujuan penciptaan yang demikian menakjubkan misalnyaadalah untuk kau makan dan kau kunyah hanya dalam satu menit dengan kondisi lalai. Tidak. Tetapi, ia merupakan kata yang maknanya dipersembahkan untuk Tuhan yang telah membentuknya dan untuk alam. Ia memenuhi tugasnya dan mati lalu dikubur dalam mulutmu.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence