Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 304
(1-357)
Risalah Kedua Belas
Risalah Berharga
Titik Cahaya Makrifatullah[1]
Penjelasan
Risalah Berharga
Titik Cahaya Makrifatullah[1]
Penjelasan
Ketika memasuki sebuah kebun, yang kupetik hanyalah buah yang paling bagus. Kemudian ketika sudah penat memetiknya, ada kenikmatan yang kurasa. Kalau pandanganku tertuju kepada buah yang rusak, kutinggalkan ia. Hal ini sesuai dengan kaidah yang berbunyi, “Ambil yang bersih dan tinggalkan yang kotor.” Demikianlah diriku. Kuharap pembaca budiman juga bersikap sama.
Ada yang berkata, “Perkataanmu sulit dimengerti.”
Ya, tapi apa dayaku?! Begitulah lintasan pikiran ini datang kepada kalbu. Manakala aku merasa berbicara di atas menara tinggi, tiba-tiba pada kesempatan yang lain aku menyeru dari dasar sumur yang dalam.
Wahai pembaca budiman, kuharap engkau memperhatikan hal-hal sebagai berikut dalam risalahku:
Yang berbicara adalah kalbuku yang lemah.
Sementara mitra bicaranya adalah diriku yang penuh dosa.
Lalu pendengarnya adalah manusia pencari hakikat.
Nah, dalam risalah ini aku mengarah kepada sesuatu yang kita tuju, yaitu tauhid, dalam empat petunjuk besar di antara sekian petunjuknya yang tak terhingga.
Said Nursi.
Aku beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab suci-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan kepada qadar entah yang baik ataupun yang buruk yang berasal dari Allah. Kebangkitan sesudah mati adalah sesuatu pasti. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
-----------------------------------------------
[1] Risalah ini pertama kali dicetak dalam Bahasa Turki di Penerbitan Awqaf, Istambul, tahun 1337 H (1918 M) dalam tiga bab. Di sini Ustadz hanya memasukkan bab pertama darinya yang kami terjemahkan secara lengkap.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence