Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 307
(1-357)
Kitab alam yang agung ini memperlihatkan adanya keteraturan dengan sangat jelas di mana ia menampakkan keteraturan tersebut ibarat mentari di terik siang. Ia memperlihatkan mukjizat qudrat-Nya dalam setiap kata atau huruf darinya. Penyusunan kitab indah ini merupakan mukjizat cemerlang yang kalau kita umpamakan—meski mustahil adanya—bahwa setiap sebab alam merupakan pelaku yang memiliki kehendak, tentu semua sebab tersebut dengan penuh ketidakberdayaan bersujud di hadapan mukjizat tadi seraya mengucap, “Mahasuci Engkau! Kami tidak memiliki kekuatan. Engkau Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” Pasalnya, engkau melihat dalam kitab ini keteraturan yang rapi yang saling menopang di mana untuk menghadirkan titik di tempatnya yang tepat harus terdapat kekuasaan mutlak yang dapat menciptakan seluruh alam. Hal itu lantaran setiap hurufnya—terutama makhluk hidup—memiliki sisi yang mengarah kepada salah satu kata dari kitab tadi sekaligus memiliki mata yang menatap kepadanya. Bahkan, setiap kata yang terdapat di dalamnya memiliki kaitan kuat dengan semua kata yang terdapat di dalamnya. Zat yang menciptakan mata nyamuk juga merupakan Pencipta mentari. Zat yang menata perut kutu juga merupakan Zat yang menata tata surya. Engkau bisa meruju kitab as-Sânihât untuk melihat hakikat ayat Alquran yang berbunyi, “Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) melainkan seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.”[1] Juga agar engkau bisa melihat bagaimana saksi yang mengikrarkan syahadat secara benar dari lisan mukjizat qudrat-Nya mengeluarkan lebah yang mencerminkan “kata kecil” dari kitab tersebut. Atau, engkau bisa memperhatikan titik dalam kitab tersebut pada hewan yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop guna melihat bagaimana ia mencerminkan satu miniatur entitas. Zat yang menuliskannya dalam bentuk mukjizat semacam itu adalah Zat yang menulis seluruh alam. Jika engkau memperhatikannya engkau akan bisa melihat bagaimana ia berisi sebagai mesin kecil dan perangkat menakjubkan yang menegaskan untukmu bahwa tidak mungkin urusannya diserahkan kepada sebab yang mati dan alami yang tidak bisa membedakan antara berbagai kemungkinan. Kecuali jika engkau membayangkan bahwa pada setiap partikel terdapat perasaan ahli hikmah, hikmah para dokter, dan kecerdasan pemimpin di mana mereka semua saling berdialog tanpa perantara. Tentu saja, semua ini merupakan khurafat yang malu untuk dikatakan oleh ahli khufarat sekalipun. Tidak mungkin mesin hidup yang kecil itu terwujud kecuali sebagai mukjizat qudrat ilahi. Bukankah engkau melihat bagaimana akal terbelalak di hadapannya?! Jadi, ia bukan merupakan kreasi sebab-sebab alam. Namun, ia merupakan kreasi Zat yang mampu menciptakan seluruh entitas. Mustahil semua sebab materi itu berkumpul sementara ia merupakan pada waktu bersamaan ia adalah kekuatan yang menarik dan kekuatan yang menolak pada bagian yang tak terpisahkan untuk melakukan kreasi penuh hikmah di atas.
-------------------------------
[1] Q.S. Luqman: 28.
-------------------------------
[1] Q.S. Luqman: 28.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence