Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 305
(1-357)
Bismillâhirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, Tuhan pemelihara semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad saw, penutup para nabi, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.
Maksud dan tujuan kami adalah, “Allah. Tiada Tuhan selain Dia Yang Mahahidup dan Maha Berdiri sendiri.”[1] Di antara petunjuknya yang tak terhingga kami ingin menjelaskan empat darinya:
Petunjuk pertama: Muhammad saw. (Kami telah menjelaskan petunjuk ini dalam risalah Syu’â’ât (kilau)[2]
Petunjuk kedua: alam dan manusia besar ini; sebuah kita besar yang terlihat.
Petunjuk ketiga: Alquran al-Karim; sebuah kitab yang tidak diragukan di mana ia merupakan kalam suci.
Petunjuk keempat: nurani yang hidup atau fitrah yang sensitif yang bisa menggambarkan barzakh, serta merupakan titik temu antara alam gaib dan alam nyata. Fitrah yang sensitif dan nurani tersebut merupakan celah menuju akal yang dari sana kilau tauhid memancar.
Petunjuk Pertama: Hakikat Muhammad saw.
Itulah hakikat yang berlandaskan risalah dan Islam. Dilihat dari sisi risalah, ia mengandung kesaksian ijma paling agung dan riwayat mutawatir yang paling luas yang diungkapkan seluruh nabi as. Sementara, dari sisi Islam, ia mengemban spirit semua agama samawi sekaligus pembenarannya yang bersandar kepada wahyu.
Rasul yang mulia, Muhammad saw, menjelaskan kepada umat manusia eksistensi dan keesaan Allah dalam seluruh ucapannya yang benar dan dibenarkan lewat sejumlah mukjizatnya yang terang, lewat kesaksian para nabi, serta pembenaran semua agama. Nabi saw. memperlihatkan cahaya tersebut lewat nama orang-orang mulia yang bersatu dalam dakwah ini.
Mungkinkah kebatilan masuk ke dalam hakikat cemerlang ini yang memperoleh pengakuan semacam itu di mana ia diperkuat oleh sejumlah mata yang menembus hakikat, yang melihatnya secara sangat jelas tanpa ada kekaburan sedikitpun. Tentu saja hal tersebut tidak mungkin.
-----------------------------------
[1] Q.S. al-Baqarah: 255.
[2] Kilau Makrifat Nabi saw. Ia adalah sebuah risalah singkat dari sejumlah tulisan “Said Masa Lalu”.
Segala puji bagi Allah, Tuhan pemelihara semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad saw, penutup para nabi, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.
Maksud dan tujuan kami adalah, “Allah. Tiada Tuhan selain Dia Yang Mahahidup dan Maha Berdiri sendiri.”[1] Di antara petunjuknya yang tak terhingga kami ingin menjelaskan empat darinya:
Petunjuk pertama: Muhammad saw. (Kami telah menjelaskan petunjuk ini dalam risalah Syu’â’ât (kilau)[2]
Petunjuk kedua: alam dan manusia besar ini; sebuah kita besar yang terlihat.
Petunjuk ketiga: Alquran al-Karim; sebuah kitab yang tidak diragukan di mana ia merupakan kalam suci.
Petunjuk keempat: nurani yang hidup atau fitrah yang sensitif yang bisa menggambarkan barzakh, serta merupakan titik temu antara alam gaib dan alam nyata. Fitrah yang sensitif dan nurani tersebut merupakan celah menuju akal yang dari sana kilau tauhid memancar.
Petunjuk Pertama: Hakikat Muhammad saw.
Itulah hakikat yang berlandaskan risalah dan Islam. Dilihat dari sisi risalah, ia mengandung kesaksian ijma paling agung dan riwayat mutawatir yang paling luas yang diungkapkan seluruh nabi as. Sementara, dari sisi Islam, ia mengemban spirit semua agama samawi sekaligus pembenarannya yang bersandar kepada wahyu.
Rasul yang mulia, Muhammad saw, menjelaskan kepada umat manusia eksistensi dan keesaan Allah dalam seluruh ucapannya yang benar dan dibenarkan lewat sejumlah mukjizatnya yang terang, lewat kesaksian para nabi, serta pembenaran semua agama. Nabi saw. memperlihatkan cahaya tersebut lewat nama orang-orang mulia yang bersatu dalam dakwah ini.
Mungkinkah kebatilan masuk ke dalam hakikat cemerlang ini yang memperoleh pengakuan semacam itu di mana ia diperkuat oleh sejumlah mata yang menembus hakikat, yang melihatnya secara sangat jelas tanpa ada kekaburan sedikitpun. Tentu saja hal tersebut tidak mungkin.
-----------------------------------
[1] Q.S. al-Baqarah: 255.
[2] Kilau Makrifat Nabi saw. Ia adalah sebuah risalah singkat dari sejumlah tulisan “Said Masa Lalu”.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence