Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 303
(1-357)
Juga, ketahuilah bahwa pemilik keindahan sempurna benar-benar merasa senang jika keindahannya disaksikan dengan cara memperlihatkan ciptaan kepada makhluk. Sehingga mereka menyaksikannya di mana dalam waktu sama Dia juga ikut menyaksikan bersama penyaksian mereka.
Pemilik kesempurnaan dan keindahan hakiki yang esa dan kekal, serta dicinta, Dia telah memberitahukan kepada kita lewat lisan Rasul saw bahwa Dia menciptakan makhluk agar Dia dikenal.[1] Dengan kata lain, Dia membentuk sejumlah cermin agar berbagai manifestasi keindahan-Nya bisa disaksikan padanya.
Ketahuilah! Wahai yang fana, engkau cukup menjadi kekal dengan menjadi objek penyaksian-Nya dalam pengetahuan-Nya serta objek pengetahuan-Nya dalam penyaksian-Nya sesudah engkau lenyap dilihat dari sejumlah sisi.
Berikanlah segala sesuatu kepada Pemiliknya yang hakiki serta nisbatkan ia pada-Nya. Ambil dengan nama-Nya lalu beristirahatlah! Jika tidak, berarti engkau harus menerima banyak tuhan sebanyak manifestasi Allah seperti telah disebutkan serta sebanyak bagian tanah. Pasalnya, bagian manapun dari tanah dapat mencapai ciptaan yang teratur dan beragam yang jumlahnya tak terhingga.
Karena itu, Mahasuci Tuhan yang zat-Nya tidak serupa dengan apapun
Yang sifat-Nya tidak mirip dengan sesuatupun
Yang ciptaan-Nya menunjukkan keesaan-Nya
Yang tanda-tanda kekuasaan-Nya bersaksi atas rububiyah-Nya
Yang pengetahuan dan qudrat-Nya mencakup segala sesuatu
Mahaagung Dia. Tiada Tuhan selain Dia.
-----------------------------------------------------------
[1] Ini senada dengan riwayat yang berbunyi, “Aku adalah perbendaharaan yang tak dikenal. Maka itu, aku ingin dikenal. Karenanya, Kuciptakan makhluk guna memperkenalkan diri kepada mereka sehingga mereka mengenal-Ku.” Sanad riwayat ini tidak dikenal. Namun demikian, maknanya sahih sebagaimana hal ini bisa diambil dari firman Allah yang berbunyi, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar beribadah kepada-Ku.” Yakni, agar mereka mengenal-Ku sebagaimana tafsiran Ibnu Abbas (Kasyful Khafa 2/132).
Pemilik kesempurnaan dan keindahan hakiki yang esa dan kekal, serta dicinta, Dia telah memberitahukan kepada kita lewat lisan Rasul saw bahwa Dia menciptakan makhluk agar Dia dikenal.[1] Dengan kata lain, Dia membentuk sejumlah cermin agar berbagai manifestasi keindahan-Nya bisa disaksikan padanya.
Ketahuilah! Wahai yang fana, engkau cukup menjadi kekal dengan menjadi objek penyaksian-Nya dalam pengetahuan-Nya serta objek pengetahuan-Nya dalam penyaksian-Nya sesudah engkau lenyap dilihat dari sejumlah sisi.
Berikanlah segala sesuatu kepada Pemiliknya yang hakiki serta nisbatkan ia pada-Nya. Ambil dengan nama-Nya lalu beristirahatlah! Jika tidak, berarti engkau harus menerima banyak tuhan sebanyak manifestasi Allah seperti telah disebutkan serta sebanyak bagian tanah. Pasalnya, bagian manapun dari tanah dapat mencapai ciptaan yang teratur dan beragam yang jumlahnya tak terhingga.
Karena itu, Mahasuci Tuhan yang zat-Nya tidak serupa dengan apapun
Yang sifat-Nya tidak mirip dengan sesuatupun
Yang ciptaan-Nya menunjukkan keesaan-Nya
Yang tanda-tanda kekuasaan-Nya bersaksi atas rububiyah-Nya
Yang pengetahuan dan qudrat-Nya mencakup segala sesuatu
Mahaagung Dia. Tiada Tuhan selain Dia.
-----------------------------------------------------------
[1] Ini senada dengan riwayat yang berbunyi, “Aku adalah perbendaharaan yang tak dikenal. Maka itu, aku ingin dikenal. Karenanya, Kuciptakan makhluk guna memperkenalkan diri kepada mereka sehingga mereka mengenal-Ku.” Sanad riwayat ini tidak dikenal. Namun demikian, maknanya sahih sebagaimana hal ini bisa diambil dari firman Allah yang berbunyi, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar beribadah kepada-Ku.” Yakni, agar mereka mengenal-Ku sebagaimana tafsiran Ibnu Abbas (Kasyful Khafa 2/132).
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence