Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 296
(1-357)
Ketahuilah bahwa dalam jiwa manusia terdapat potensi lewat dua sisinya: kenikmatan tak terhingga dan penderitaan tak terkira dari sisi integralitas substansinya dan jumlah perangkatnya yang tak terbatas serta dari sisi kenikmatan yang dirasakan akibat kesenangan yang didapat oleh anak-anak dan saudaranya di antara entitas yang ada sekaligus menderita dengan penderitaan mereka.

Ketahuilah aku telah menyaksikan bahwa melihat yang lain dalam kondisi lupa diri bisa membalikkan berbagai hakikat. Misalnya melihat kepada air bisa membuat segala sesuatu tampak terbalik. Karena bodoh, engkau yakin dirimu pintar.

Ketahuilah bahwa pengulangan sejumlah bagian Alquran sama seperti tuntutan pengulangan zikir dan doa. Pasalnya di samping merupakan kitab hakikat dan syariat serta kitab makrifat dan hikmah, Alquran juga merupakan kitab zikir, doa, dan dakwah. Zikir harus diulang-ulang, doa harus dipanjatkan berkali-kali, dan dakwah harus dipertegas.
Ketahuilah bahwa di antara keistimewaan ketinggian Alquran adalah bagaimana ia mengemukakan satu bentuk kesatuan sesudah pembahasan tentang banyak hal dan penjelasan global sesudah uraian yang bersifat detil; serta menyudahi bahasan tentang hal-hal parsial dengan rambu-rambu rububiyah yang bersifat mutlak dan hukum-hukum sifat Tuhan yang sempurna dengan menyebutkan sejumlah ikhtisar sebagai kesimpulan. Hal itu agar benak pembaca tidak tenggelam dalam bagian alam yang disebutkan sehingga lupa kepada agungnya kedudukan uluhiyah yang bersifat mutlak. Juga agar akalmu terhampar dari bagian kecil itu menuju sejumlah hal yang serupa dan semisal. Serta Alquran memperlihatkan kepadamu dengan gaya bahasa semacam itu serta memberikan pemahaman kepadamu bahwa dalam setiap bagian meskipun kecil dan sementara terdapat jalan yang jelas, jalan yang lurus, dan argumen yang terang untuk mengetahui kekuasaan-Nya yang abadi dan untuk menyaksikan manifestasi nama-nama Tuhan Yang Mahaesa.
Gaya penuturan Alquran yang semacam itu seperti orang yang memperlihatkan setetes air yang didalamnya terdapat gambaran matahari atau bunga yang di dalamnya terwujud sejumlah warna cahaya mentari. Dengan demikian berarti ia memperlihatkanmu kepada mentari di siang bolong. İa megarahkan kepalamu padanya agar tidak terlena oleh kondisi yang ada yang bisa membuatmu meremehkan mentari dan mengingkari keagungannya.Misalnya dalam surat Yusuf Allah befirman,
Di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada Zat yang Maha mengetahui.[1]
Dalam surat al-Hajj,
Mereka tidak Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.[2]
Apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.[3]
Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.[4]
-------------------------
[1] Q.S. Yusuf: 76.
[2] Q.S. al-Hajj: 74.
[3] Q.S. an-Nur: 59.
[4] Q.S. al-Ankabut: 41.
No Voice