Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 295
(1-357)
Ketahuilah wahai Said yang malang dan ingin kekal di dunia yang fana ini. Engkau akan fana kecuali yang Allah kekalkan. Wujudmu akan lenyap kecuali yang mengarah kepada-Nya. Hidupmu akan padam kecuali yang kau habiskan di jalan-Nya. Karena itu, ucapkanlah, “Cukuplah bagiku dari keabadian bahwa Allah merupakan Pemilik abadi. Cukuplah bagiku dari nikmatnya keabadian, pengetahuanku bahwa Dia merupakan Sembahanku yang abadi. Cukuplah bagiku dari tujuan keabadian, pengetahuanku bahwa Dia adalah Tuhanku yang abadi. Cukuplah bagiku dari keabadian dan kesempurnaan-Nya imanku bahwa Dia adalah Penciptaku yang abadi. Cukuplah bagiku dari wujud ini adalah keberadaanku sebagai jejak Zat yang Wajibul wujud. Cukuplah bagiku dari nilai wujud bahwa aku merupakan kreasi Zat yang menciptakan langit dan bumi. Cukuplah bagiku dari tujuan wujud ini pengetahuanku bahwa diriku merupakan celupan Zat yang menghias langit dengan lentera dan bumi dengan bunga. Cukuplah bagiku dari kenikmatan wujud pengetahuanku bahwa diriku merupakan ciptaan dan makhluk-Nya, sementara Dia merupakan Tuhan dan Penciptaku. Cukuplah bagiku dari kehidupan ini keberadaanku sebagai cermin manifestasi nama-nama Sang Pencipta kematian dan kehidupan. Cukuplah bagiku dari kehidupan berikut hak dan tujuanya, penampakanku kepada semua saksi, pemunculanku di tengah-tengah saudaraku sesama entitas, pendeklarasian diriku di pasar alam lewat rahasia integralitas wujudku terhadap berbagai jejak manifestasi nama Pencipta langit dan bumi. Cukuplah bagiku dari tujuan hidup keberadaanku sebagai model dan indeks jejak manifestasi nama-nama-Nya yang mulia. Cukuplah bagiku dari kehidupan dan kesempurnaanya, posisiku yang lewat lisan keadaanku menampakkan manifestasi nama-nama Zat yang langit tegak dengan perintah-Nya dan bumi stabil dengan ijin-Nya.Cukuplah bagiku dari kenikmatan hidup pengetahuanku bahwa diriku merupakan milik, ciptaan, makhluk, dan hamba-Nya yang fakir, sementara Dia merupakan Penciptaku, Tuhanku, Pemeliharaku, Pemilikku, serta Yang Mengasihi dan memberikan nikmat padaku. Cukuplah dari kesempurnaan ini adalah keimanan kepada Allah. Cukuplah Allah bagiku dari segala sesuatu.
Ketahuilah! Dalam tauhid dan dalam menisbatkan ciptaan kepada sesuatu yang banyak adalah kesulitan tak terhingga sampai pada tingkat mustahil terjadi, serta kemerosotan nilai dan sebuah kehinaan tak terkira sebagaimana telah sering dikatakan. Bukankah sesuatu yang berada di tangan prajurit menjadi demikian penting ketika bersambung dengan raja. Ucapannya yang atas nama raja juga menjadi berharga dan penting. Semua kebutuhan hidup yang didapat dari kekayaan dan perangkat kerajaan sangat mudah dipenuhi. Namun, semua itu akan hancur menjadi debu yang beterbangan ketika tali hubungannya terputus akibat sikap membangkang prajurit tadi.

Ketahuilah bahwa bahaya seperti manfaat yang berasal darinya dan keburukan seperti kebaikan yang berasal darinya. Kematian dan kehidupan berlangsung sesuai dengan kekuasaan dan ketentuan-Nya. Pasalnya, dalam kematian sesuatu terhadap kehidupan dan awal mula yang lainnya. Demikian pula dengan keburukan dan bahaya.
No Voice