Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 321
(1-357)
Kemudian ganti potmu di tanah ini dan isi dengan setumpuk tanah. Tunjukan perlakuan yang sama kepadanya seperti pada saudaranya yang pertama. Ulangi timbangan dan perlakuan yang ada hingga engkau menakar semua tanah tersebut.
Perlakuan yang sama pada setiap timbangan dapat disaksikan pada kondisi sebagian besar tanah yang mengeluarkan beraneka macam spesies pada setiap bagian tanah yang kau lewati dalam perjalananmu di muka bumi.
Kemudian arahkah wajahmu ke udara, air, dan cahaya. Timbang dan ukur dengan skala wadahmu, tentu hasilnya akan sama. Hal ini dengan melihat kepada semua bagian seluruh spesies. Kenyataannya, setiap bagian dari buah, bunga, dan hewan laksana perasan seluruh alam dan terambil dari semua bagiannya dengan timbangan yang cermat dan sensitif serta dengan sangat teratur. Tidak ada yang bisa menciptakannya demikian kecuali Zat yang menguasai seluruh alam. Tetesan tadi diperas dari sejumlah entitas dengan timbangan dan ukuran ketentuan-Nya jika Dia menghendaki tumbuh. Dia juga menciptakan contoh miniatur yang dalam salinannya ditulis berbagai harapan yang terdapat pada entitas jika Dia memang menghendaki yang ada dari tiada sebagaimana Dia Mahabenar atau yang paling mutlak.
Adapun keterkaitan orang kafir dengan sejumlah tuhan sebanyak partikel alam telah dijelaskan dalam “benih” dan “tetesan” serta yang lain. Sementara yang sebanyak manifestasi Allah intisarinya telah dikemukakan dalam lanjutan “obor”.
Selanjutnya pantulan bayangan mentari yang terwujud dalam kepingan dan tetesan, jika tidak dinisbatkan kepada satu mentari lewat manifestasi yang mudah, berarti keberadaan sejumlah mentari asli pada setiap kepingan, tetesan, dan partikel harus diterima.
Jika engkau memahami apa yang kukatakan kepada diriku, engkau akan dapat menangkap kilau cahaya kemukjizatan penjelasan Alquran yang cemerlang.
Ketahuilah![1] İman merupakan obat mujarab yang bisa mengubah arang materi yang fana menjadi intan berkilau dan abadi ketika bernisbat kepada Sang Pencipta Yang Mahakekal. Sebaliknya, dengan kekufuran manusia menjadi terbalik dan jatuh. Pasalnya, sebagaimana dalam ciptaan manusia terdapat sesuatu yang nilai materinya sekitar lima dirham, sementara nilai kreasinya adalah ribuan dinar, bahkan bisa lebih seiring dengan keberadaan tokoh pembuatnya yang sangat terkenal, demikian pula dengan kreasi Sang Pencipta Yang Maha tak bermula.
[1] Kata Kedua puluh tiga menjelaskan hal ini.
Perlakuan yang sama pada setiap timbangan dapat disaksikan pada kondisi sebagian besar tanah yang mengeluarkan beraneka macam spesies pada setiap bagian tanah yang kau lewati dalam perjalananmu di muka bumi.
Kemudian arahkah wajahmu ke udara, air, dan cahaya. Timbang dan ukur dengan skala wadahmu, tentu hasilnya akan sama. Hal ini dengan melihat kepada semua bagian seluruh spesies. Kenyataannya, setiap bagian dari buah, bunga, dan hewan laksana perasan seluruh alam dan terambil dari semua bagiannya dengan timbangan yang cermat dan sensitif serta dengan sangat teratur. Tidak ada yang bisa menciptakannya demikian kecuali Zat yang menguasai seluruh alam. Tetesan tadi diperas dari sejumlah entitas dengan timbangan dan ukuran ketentuan-Nya jika Dia menghendaki tumbuh. Dia juga menciptakan contoh miniatur yang dalam salinannya ditulis berbagai harapan yang terdapat pada entitas jika Dia memang menghendaki yang ada dari tiada sebagaimana Dia Mahabenar atau yang paling mutlak.
Adapun keterkaitan orang kafir dengan sejumlah tuhan sebanyak partikel alam telah dijelaskan dalam “benih” dan “tetesan” serta yang lain. Sementara yang sebanyak manifestasi Allah intisarinya telah dikemukakan dalam lanjutan “obor”.
Selanjutnya pantulan bayangan mentari yang terwujud dalam kepingan dan tetesan, jika tidak dinisbatkan kepada satu mentari lewat manifestasi yang mudah, berarti keberadaan sejumlah mentari asli pada setiap kepingan, tetesan, dan partikel harus diterima.
Jika engkau memahami apa yang kukatakan kepada diriku, engkau akan dapat menangkap kilau cahaya kemukjizatan penjelasan Alquran yang cemerlang.
Ketahuilah![1] İman merupakan obat mujarab yang bisa mengubah arang materi yang fana menjadi intan berkilau dan abadi ketika bernisbat kepada Sang Pencipta Yang Mahakekal. Sebaliknya, dengan kekufuran manusia menjadi terbalik dan jatuh. Pasalnya, sebagaimana dalam ciptaan manusia terdapat sesuatu yang nilai materinya sekitar lima dirham, sementara nilai kreasinya adalah ribuan dinar, bahkan bisa lebih seiring dengan keberadaan tokoh pembuatnya yang sangat terkenal, demikian pula dengan kreasi Sang Pencipta Yang Maha tak bermula.
[1] Kata Kedua puluh tiga menjelaskan hal ini.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence