Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 330
(1-357)
Ketahuilah! Berbagai jenis ciptaan di alam, terutama aneka tumbuhan dan hewan yang terdapat di muka bumi ibarat lapisan yang terhampar di mana ia saling bertumpuk antara yang satu dengan yang lain. Ia juga ibarat sejumlah baju yang saling tersusun dan bercampur yang dipakai oleh bumi atau alam, Namun, di antaranya ada yang lebih tipis, lebih pendek, ada yang terpotong, ada yang rusak di musim gugur, serta ada yang baru di musim semi. Semuanya menjadi satu untaian yang tersusun rapi. Keterpaduan spesies, kerjasama di antara mereka, dan keterkaitan antar bagiannya dengan sangat baik menunjukkan bahwa:

Semua merupakan untaian Zat Yang Mahaesa dan pelayan Tuan yang satu. Untaian setiap bagian darinya dengan satu rangkaian khusus tanpa berbaur, dengan lekukan istimewa tanpa ada cacat, dengan satu penyatuan tertentu dalam sejumlah lapisan yang saling berpadu tanpa ada kerancuan menjadi saksi yang meyakinkan bahwa ia merupakan kreasi zat yang qudrat dan hikmah-Nya tidak terhingga.

Kerapian dekorasi yang terlihat pada semua hal yang berbeda menjadi saksi bahwa Zat yang menghias istana alam dengan hiasan ragam spesies adalah Zat yang menciptakan semua kebutuhan, landasan, dan bagian-bagian-Nya.

Penghiasan dalam kreasi Tuhan termasuk maksud terpenting yang memperkenalkan kepada Sang Pencipta. Ia termasuk cermin kasih dan pengenalan yang paling jelas dan tanda cinta yang paling lembut.

Engkau bisa melihat di antara contoh-contoh yang tak terhingga kepada kesatuan berikut: yaitu bunga matahari yang tertutup di waktu malam dan tersenyum di siang hari, yang demikian segar di awal musim semi hingga penghujung musim gugur. Sang Pencipta menjadikannya sebagai tempat yang halus dan bersih bagi sejumlah hewan kecil yang berkeliling bertasbih laksana satu taman, istana, atau negeri baginya.

Mahasuci Zat yang kelembutan-Nya terlihat pada segala sesuatu, memperlihatkan qudrat-Nya kepada semua makhluk, memperkenalkan diri kepada hamba-Nya lewat penghiasan ciptaan-Nya. Allah Swt, tiada Tuhan selain Dia.

Ucapan-Nya benar dan seluruh kerajaan ini adalah milik-Nya.[1]

Dia tidak ditanya mengenai apa yang Dia perbuat.[2]

Ketahuilah![3] Dia tidak ditanya mengenai apa yang Dia perbuat. Tidak ada hak bagi sesuatu, bagi pengetahuan, dan bagi hikmah apapun untuk mempertanyakan perbuatan-Nya. Pasalnya, Dia berbuat dalam kerajaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Dia Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Dia mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Ketidaktahuan kita tentang hikmah sesuatu tidak menunjukkan ketiadaannya. Sebab, berbagai bukti hikmah pada sebagian besar menjadi saksi atas keberadaan hikmah yang tidak kita ketahui.
-------------------------------
[1] Q.S. al-An’âm: 73.
[2] Q.S. al-Anbiya: 23.
[3] Kata ketujuh belas menjelaskan sisi rahmat Tuhan terkait dengan kematian yang akan dialami seluruh entitas.
No Voice