Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 332
(1-357)
Karena itu, timbanglah antara kemampuan dan kebuasaan yang ada, pasti engkau dapat melihat hikmahnya secara jelas dan terang.
Ketahuilah![1] Rahasia perbedaan hukum para wali terkait dengan apa yang mereka saksikan di mana dalam hal prinsip mereka sejalan, serta rahasia mengapa para nabi terdahulu mengemukakan secara umum lalu para wali yang arif memberikan penjelasan yang tidak detil mengenai berbagai persoalan rukun iman di luar tauhid, di mana sebagian mereka mengetengahkan masalah kebangkitan dan yang lainnya secara global, serta sebagian lagi menguraikan hal-hal di luar makrifatullah secara tidak jelas, padahal Alquran dan Nabi saw menerangkan setiap tujuan keimanan dengan keterangan yang sangat jelas, hikmah dari semua itu adalah, keberadaan hijab sebagai perantara, perbedaan potensi, dan keragaman wujud manifestasi nama-Nya dalam hal-hal yang bersifat keseluruhan, parsial, bayangan, dan asal.
Sebagai contoh, mentari memiliki manifestasi yang bersifat komprehensif dengan ijin Penciptanya pada sejumlah bunga. Kemudian ia memiliki manifestasi yang lebih khusus pada bagian demi bagian darinya. Lalu, ia memiliki manifestasi parsial pada bunga demi bunganya.
Dengan ijin Penciptanya, ia juga memiliki penyinaran dan limpahan yang bersifat komprehensif kepada sejumlah planet dan bulan, sementara bulan itu sendiri melimpahkan cahaya bayangan yang berasal darinya kepada lautan, butir, dan tetesannya, serta kepada tanah, udara, dan partikel-partikelnya.
Selain itu, ia memiliki pantulan yang bersih yang bersifat integral sesuai dengan ijin-Nya pada berbagai cermin dan permukaan laut. Ia juga memiliki pantulan parsial dan contoh kecilnya pada butir-butir permukaan laut, tetesan air, resapan udara, dan butiran es.
Kepada setiap bunga, tetes, dan resapan, dalam tiga bentuknya mentari memiliki dua cara:
Pertama, dengan keasliannya tanpa pembatas dan tanpa hijab yang direpsentasikan untuk limpahan kenabian.
Kedua ditengahi oleh pembatas. Berbagai manifestasi dicelup dengan potensi cermin dan tampilan. Hal ini dipresentasikan untuk jalan kewalian.
Maka, bunga, tetesan, dan resapan bisa berkata kepada cara pertama, “Aku adalah cermin mentari alam,” sementara kepada cara yang kedua ia berkata, “Aku adalah cermin mentariku atau mentari jenisku,” meski mentari dirinya atau jenisnya tidak memadai. Ia berada dalam sempitnya sejumlah dinding pembatas. Seluruh kebutuhan mentari yang mutlak seperti proses mengaitkan planet dengannya, memanaskan bumi, menyinarinya, menggerakkan kehidupan tumbuhan dan yang lain, semua itu dinisbatkan kepada sesuatu yang terikat dan terlihat dari sisi bahwa yang terikat tadi bersifat mutlak. Hanya saja, ketentuan ini hanya bisa dinalar, bukan bukti yang bisa dilihat.
---------------------------------
[1] Engkau bisa merujuk ke kata kedua puluh empat, dahan kedua.
Ketahuilah![1] Rahasia perbedaan hukum para wali terkait dengan apa yang mereka saksikan di mana dalam hal prinsip mereka sejalan, serta rahasia mengapa para nabi terdahulu mengemukakan secara umum lalu para wali yang arif memberikan penjelasan yang tidak detil mengenai berbagai persoalan rukun iman di luar tauhid, di mana sebagian mereka mengetengahkan masalah kebangkitan dan yang lainnya secara global, serta sebagian lagi menguraikan hal-hal di luar makrifatullah secara tidak jelas, padahal Alquran dan Nabi saw menerangkan setiap tujuan keimanan dengan keterangan yang sangat jelas, hikmah dari semua itu adalah, keberadaan hijab sebagai perantara, perbedaan potensi, dan keragaman wujud manifestasi nama-Nya dalam hal-hal yang bersifat keseluruhan, parsial, bayangan, dan asal.
Sebagai contoh, mentari memiliki manifestasi yang bersifat komprehensif dengan ijin Penciptanya pada sejumlah bunga. Kemudian ia memiliki manifestasi yang lebih khusus pada bagian demi bagian darinya. Lalu, ia memiliki manifestasi parsial pada bunga demi bunganya.
Dengan ijin Penciptanya, ia juga memiliki penyinaran dan limpahan yang bersifat komprehensif kepada sejumlah planet dan bulan, sementara bulan itu sendiri melimpahkan cahaya bayangan yang berasal darinya kepada lautan, butir, dan tetesannya, serta kepada tanah, udara, dan partikel-partikelnya.
Selain itu, ia memiliki pantulan yang bersih yang bersifat integral sesuai dengan ijin-Nya pada berbagai cermin dan permukaan laut. Ia juga memiliki pantulan parsial dan contoh kecilnya pada butir-butir permukaan laut, tetesan air, resapan udara, dan butiran es.
Kepada setiap bunga, tetes, dan resapan, dalam tiga bentuknya mentari memiliki dua cara:
Pertama, dengan keasliannya tanpa pembatas dan tanpa hijab yang direpsentasikan untuk limpahan kenabian.
Kedua ditengahi oleh pembatas. Berbagai manifestasi dicelup dengan potensi cermin dan tampilan. Hal ini dipresentasikan untuk jalan kewalian.
Maka, bunga, tetesan, dan resapan bisa berkata kepada cara pertama, “Aku adalah cermin mentari alam,” sementara kepada cara yang kedua ia berkata, “Aku adalah cermin mentariku atau mentari jenisku,” meski mentari dirinya atau jenisnya tidak memadai. Ia berada dalam sempitnya sejumlah dinding pembatas. Seluruh kebutuhan mentari yang mutlak seperti proses mengaitkan planet dengannya, memanaskan bumi, menyinarinya, menggerakkan kehidupan tumbuhan dan yang lain, semua itu dinisbatkan kepada sesuatu yang terikat dan terlihat dari sisi bahwa yang terikat tadi bersifat mutlak. Hanya saja, ketentuan ini hanya bisa dinalar, bukan bukti yang bisa dilihat.
---------------------------------
[1] Engkau bisa merujuk ke kata kedua puluh empat, dahan kedua.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence