Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 331
(1-357)
Misalnya, kita merasa sakit dengan kematian makhluk dan kita tidak melihat adanya kebaikan pada usia sejumlah hewan kecil yang demikian singkat. Kita tidak memahami sisi rahmat-Nya terkait dengan kepergian sejumlah makhluk hidup yang ingin hidup di musim dingin. Namun faktanya kepedihan dan keberatan tersebut hanya bersumber dari kebodohan kita terhadap hakikat yang sebenarnya. Pasalnya, makhluk hidup manapun iabarat sekelompok pegawai dan hamba yang diperintah untuk memenuhi sejumlah tugas dan kewajiban hidup di mana sejumlah tugas tersebut menuliskan tasbih dan tahmid sesuai dengan perhitungan Sang Pencipta kematian dan kehidupan dan sesuai dengan nama-Nya. Hak-hak dan tujuan hidup kembali kepada Allah Swt. Cukup satu waktu untuk menyaksikannya. Bahkan hal itu cukup dengan satu niat yang ada sebagaimana yang terdapat pada niat benih dan biji. Kematian tidak lain merupakan bentuk pembebasan, ijin, dan undangan kehadiran. Hal ini sebagaimana firman Allah, “Kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.”[1] Di antara bentuk kesempurnaan rahmat-Nya, Dia tidak membiarkan makhluk hidup terus bertahan hingga usia rentanya. Dia tidak membiarkan mereka berada dalam usia yang sulit. Sama seperti membebaskan para pecinta bunga dan para penikmat sayuran dari tugas yang menjadi berat setelah sebelumnya nikmat. Sang Pencipta mempergunakan mereka dan Sang Majikan mempekerjakan mereka pada rentang waktu kerinduan mereka sesuai dengan garis-garis kehidupan dan kemudahan dalam memikul beban hidup. Ketika garis-garis kehidupan sudah mulai gelap pada wajah mereka lantaran masa tua dan musim dingin serta kondisinya yang mulai dominan seiring perubahan kondisi dan padamnya rasa rindu, maka rahmat Tuhan menganugerahkan pembebasan tugas kepada mereka. Lalu didatangkanlah makhluk seperti mereka yang dirangkai dengan cetakan mereka guna bertasbih kepada-Nya. Mereka mulai melaksanakan tugas ketika para pendahulu mereka telah selesai bertugas.
Wahai yang lalai, yang berkelakuan seperti firaun, yang menduga bahwa engkau pemilik diri dan hidupmu serta mengira bahwa kebahagiaanmu terletak pada keabadian hidup yang dihiasi dengan kesenangan. Engkau keliru, salah, rancu, dan berdosa. Engkau menganalogikan hewan yang diberi anugerah, diperintah, dan senang dengan dirimu yang lupa kepada Pemiliknya. Karenanya tampak olehmu ratapan wujud kasih sayang yang bersifat umum dalam berbagai urusan serta ungkapan duka cita. Janganlah engkau merasa sakit karena derita mereka agar rasa sakit tersebut menjadi satu bentuk kasih sayang yang terpuji. Namun, hendaknya engkau merasa sakit atas dirimu yang diasumsikan dalam posisi mereka.
Lalu, penguasaan[2] sebagian hewan atas sebagian yang lain dimaksudkan agar yang lemah selalu berjaga-jaga, waspada, mempergunakan semua perangkatnya, serta mengeluarkan semua potensi kekuatannya, dan seterusnya.
--------------------------------
[1] Q.S. al-An’am: 38.
[2] Bagian kedua dari kata kedelapan belas menjelaskan hikmah di baliknya.
Wahai yang lalai, yang berkelakuan seperti firaun, yang menduga bahwa engkau pemilik diri dan hidupmu serta mengira bahwa kebahagiaanmu terletak pada keabadian hidup yang dihiasi dengan kesenangan. Engkau keliru, salah, rancu, dan berdosa. Engkau menganalogikan hewan yang diberi anugerah, diperintah, dan senang dengan dirimu yang lupa kepada Pemiliknya. Karenanya tampak olehmu ratapan wujud kasih sayang yang bersifat umum dalam berbagai urusan serta ungkapan duka cita. Janganlah engkau merasa sakit karena derita mereka agar rasa sakit tersebut menjadi satu bentuk kasih sayang yang terpuji. Namun, hendaknya engkau merasa sakit atas dirimu yang diasumsikan dalam posisi mereka.
Lalu, penguasaan[2] sebagian hewan atas sebagian yang lain dimaksudkan agar yang lemah selalu berjaga-jaga, waspada, mempergunakan semua perangkatnya, serta mengeluarkan semua potensi kekuatannya, dan seterusnya.
--------------------------------
[1] Q.S. al-An’am: 38.
[2] Bagian kedua dari kata kedelapan belas menjelaskan hikmah di baliknya.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence