Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 334
(1-357)
Lewat bagian-bagian sifatmu engkau adalah standar untuk mengenali sifat-sifat-Nya yang komprehensif sekaligus memahaminya dengan gambaran mengenai batas-batas yang bersifat ilusi.
Engkau menjadi neraca bagi tingkat peniadaan sekutu di jagad raya di mana jika engkau menerima bahwa totalitas dirimu merupakan milik-Nya, pastilah engkau beriman bahwa tiada sekutu bagi-Nya di alam ini. Apabila engkau memberikan seperti dirimu kepada-Nya, lalu sepertiga lagi untuk sebab, dan sepertiga sisanya kepada dirimu, berarti pembagian tersebut berlaku pada seluruh entitas. Jika engkau memberikan kepelilikan satu dirham dari kerajaan-Nya kepada egomu berarti engkau harus membenarkan kepemilikan setiap entitas dan setiap sebab terhadap satu dirham sehingga engkau membagi harta milik Allah kepada selain-Nya.
Engkau juga merupakan peta bagi ilmu alam dan pengetahuan tentang jagad raya. Jika egomu terbuka, tersingkaplah bagimu alam ini. Namun, jika engkau dibuat lupa kepada dirimu maka tertutuplah pengetahuan tersebut bagimu. Ia berbalik menjadi kebodohan komplek dan ocehan tak bermakna.
Selanjutnya engkau adalah hazanah kunci misteri kekayaan yang tersimpan pada nama-nama ilahi. Jika engkau melihat kelemahan tak terhingga pada dirimu engkau akan menyaksikan qudrat tak terkita milik Penciptamu. Apabila engkau menyaksikan kepapahan tak terhingga pada dirimu, engkau bisa melihat kekayaan tak berujung milik Pemberi rezeki padamu. Demikianlah, seakan-akan manifestasi nama-Nya merupakan rangkaian huruf bercahaya yang tertulis dalam gelapnya kondisimu. Maka, seberapa besar tingkat kegelapan itu terlihat, sebesar itu pula cahaya penulisan tampak.
Pada sisi pertama engkau adalah pemikul, penerima, dan wujud lahiri. Engkau tidak memiliki bagian apapun dari dirimu. Namun, engkau adalah untaian bait yang tertata untuk lisan kun fayakun.
Adapun pada sisi yang kelima engkau alah pekerja, pelaku, dan pemantul—lewat ikatan kebalikan—serta pemohon lewat berbagai lisan kecenderungan, kebutuhan, perbuatan, dan ucapan. Bagimu segala dosa, kekurangan, kegelapan, dan kepapahan yang berasal dari dirimu. Sementara, bagi Tuhan semua kebaikan, kesempurnaan, cahaya, dan limpahan anugerah. Jadi, yang pertama memperlihatkan asal, sementara yang kelima memperlihatkan tingkatan nama yang tampak. Di samping itu, kebaikan tanpa campuran keburukan hanya satu. Dengannya, sejumlah tingkat dan derajat kebaikan berbeda-beda.
Allah telah membeli dari orang-orang beriman diri dan harta mereka untuk ditukar dengan sorga.[1]
Ketahuilah wahai manusia, “Apa yang menyebabkanmu teperdaya sehingga berbuat durhaka kepada Tuhanmu Yang Maha Pemurah.”[2] Yaitu Zat yang telah membeli darimu milik-Nya yang berada padamu sebagai amanah guna Dia pelihara untukmu agar tidak hilang. Juga agar nilainya naik dari satu derajat hingga mencapai ribuan. Sebagai gantinya Dia berikan padamu harga yang sangat besar. Lalu, Dia biarkan ia berada di tanganmu agar bisa kau manfaatkan. Dia pula yang menggantikanmu dalam memikul beban yang ada.
----------------------------------
[1] Q.S. at-Taubah: 111.
[2] Q.S. al-Infithar: 6.
No Voice