Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 335
(1-357)
Engkau wahai yang lalai tidak boleh menjualnya. Jika tidak, berarti engkau telah berkhianat terhadap amanah-Nya, menjatuhkan nilainya dari bintang sampai ke tanah, lalu ia lenyap tanpa guna. Dengan begitu, engkau tidak mendapat harga yang sangat besar sementara beban serta dosanya berada dalam tanggunganmu. Akhirnya, punggungmu berat oleh beban dan derita dalam menjaganya. Maka, ini merupakan bentuk kerugian dalam kerugian, dalam kerugian, dan dalam kerugian.
Dalam hal ini engkau seperti orang malang yang berada di puncak gunung. Gempa menimpa gunung tersebut hingga membuat orang-orang yang sepertinya jatuh ke dalam lembah sehingga semua yang berada di tangan mereka rusak. Ia menyaksikan kondisi ini dalam kondisi ia sendiri berada di tepi jurang yang runtuh yang nyaris roboh bersamanya. Sementara, di tangannya masih ada amanah berupa mesin yang melekat dan menakjubkan. Ia berisi neraca, perangkat, dan buah yang jumlahnya tak terhingga. Maka, dengan murah hati dan kasih sayang Pemilik mesin tersebut berkata, “Aku ingin membeli harta-Ku yang berada di tanganmu di mana sudah seperti hartamu sendiri agar tidak hancur sia-sia ketika engkau jatuh. Aku akan menjaga dan menyerahkannya kepadamu ketika engkau keluar dari lembah dalam wujud yang kekal, tanpa pernah binasa selamanya. Di sana engkau bisa mempergunakan perangkatnya dan mempergunakan timbangannya dalam kebunku yang luas dan simpanan kekayaanku. Dengan demikian, nilainya meningkat dan engkau dapat mengambil berbagai imbalan dan buahnya. Jika tidak, ia akan seperti perangkat biasa yang nilainya jatuh dan terpakai dalam rongga perutmu yang sempit. Mana bisa perut dan syahwatmu diukur dengan kebun dan perbendaharaan kekayaan ilahi. Bagaimana mungkin ronggamu memadai bagi penggunaan mesin yang dunia saja tidak mampu menampungnya. Karena itu, ini Kuberikan harga yang tinggi s ebagai gantinya. Aku tidak akan mengeluarkannya dari genggamanmu selama engkau berada di gunung tersebut. Namun, Aku akan mengambil rangkaiannya yang paling tinggi agar terasa ringan bebannya olehmu dan agar engkau mampu memikulnya. Jika engkau mau menjualnya, pergunakanlah ia dengan nama-Ku dan untuk-Ku sebagai pasukan yang melakukan apa yang berada di tangan-Nya atas demi untuk Tuhan tanpa takut kepada apa yang akan datang dan sedih dengan masa lalu. Namun, jika engkau tidak mau menjual sesuatu yang memberikan laba dilihat dari lima sisi, maka engkau akan merugi dari lima sisi. Berarti engkau telah mengkhianati amanah yang ada serta bertanggung jawab atas kehilangannya.
Pelajaran dan pengajaran Alquran untuk manusia adalah “jual-beli”. Dia berkata, “Juallah, pasti engkau beruntung!” “Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya.”[1]
Sementara pelajaran filsafat peradaban materialis berkata, “Milikilah!, “Yang ada hanyalah kehidupan dunia.”[2] Perhatikan perbedaan antara petunjuk yang bersinar dan kecerdasan yang menipu.
---------------------------------
[1] Q.S. al-Ankabut: 64.
[2] Q.S. al-An’âm: 29.
Dalam hal ini engkau seperti orang malang yang berada di puncak gunung. Gempa menimpa gunung tersebut hingga membuat orang-orang yang sepertinya jatuh ke dalam lembah sehingga semua yang berada di tangan mereka rusak. Ia menyaksikan kondisi ini dalam kondisi ia sendiri berada di tepi jurang yang runtuh yang nyaris roboh bersamanya. Sementara, di tangannya masih ada amanah berupa mesin yang melekat dan menakjubkan. Ia berisi neraca, perangkat, dan buah yang jumlahnya tak terhingga. Maka, dengan murah hati dan kasih sayang Pemilik mesin tersebut berkata, “Aku ingin membeli harta-Ku yang berada di tanganmu di mana sudah seperti hartamu sendiri agar tidak hancur sia-sia ketika engkau jatuh. Aku akan menjaga dan menyerahkannya kepadamu ketika engkau keluar dari lembah dalam wujud yang kekal, tanpa pernah binasa selamanya. Di sana engkau bisa mempergunakan perangkatnya dan mempergunakan timbangannya dalam kebunku yang luas dan simpanan kekayaanku. Dengan demikian, nilainya meningkat dan engkau dapat mengambil berbagai imbalan dan buahnya. Jika tidak, ia akan seperti perangkat biasa yang nilainya jatuh dan terpakai dalam rongga perutmu yang sempit. Mana bisa perut dan syahwatmu diukur dengan kebun dan perbendaharaan kekayaan ilahi. Bagaimana mungkin ronggamu memadai bagi penggunaan mesin yang dunia saja tidak mampu menampungnya. Karena itu, ini Kuberikan harga yang tinggi s ebagai gantinya. Aku tidak akan mengeluarkannya dari genggamanmu selama engkau berada di gunung tersebut. Namun, Aku akan mengambil rangkaiannya yang paling tinggi agar terasa ringan bebannya olehmu dan agar engkau mampu memikulnya. Jika engkau mau menjualnya, pergunakanlah ia dengan nama-Ku dan untuk-Ku sebagai pasukan yang melakukan apa yang berada di tangan-Nya atas demi untuk Tuhan tanpa takut kepada apa yang akan datang dan sedih dengan masa lalu. Namun, jika engkau tidak mau menjual sesuatu yang memberikan laba dilihat dari lima sisi, maka engkau akan merugi dari lima sisi. Berarti engkau telah mengkhianati amanah yang ada serta bertanggung jawab atas kehilangannya.
Pelajaran dan pengajaran Alquran untuk manusia adalah “jual-beli”. Dia berkata, “Juallah, pasti engkau beruntung!” “Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya.”[1]
Sementara pelajaran filsafat peradaban materialis berkata, “Milikilah!, “Yang ada hanyalah kehidupan dunia.”[2] Perhatikan perbedaan antara petunjuk yang bersinar dan kecerdasan yang menipu.
---------------------------------
[1] Q.S. al-Ankabut: 64.
[2] Q.S. al-An’âm: 29.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence