Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 338
(1-357)
Catatan Kelima
Ketahuilah, penutup sebagian besar ayat biasanya berupa intisari yang berisi nama-nama-Nya, berisi perintah untuk berpikir dan merenungkan, berisi maksud-maksud Alquran yang bersifat komprehensif, yang merupakan percikan cahaya hikmah-Nya yang tinggi atau percikan petunjuk ilahi. Pasalnya, Alquran yang penuh hikmah dengan gaya tuturnya yang merupakan mukjizat menjelaskan berbagai jejak dan perbuatan Sang Pencipta untuk direnungkan. Lalu dari sana disebutkan nama-nama-Nya, penetapan tentang pengumpulan manusia, atau persoalan tauhid. Misalnya:
Dia menciptakan untuk kalian semua yang terdapat di bumi. Lalu Dia menuju ke langit dan menciptakannya dalam tujuh lapis. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.[1]
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan? Gunung-gunung sebagai pasak? Kami jadikan kamu berpasang-pasangan. Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. Kami jadikan malam sebagai pakaian. Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan. Kami bangun di atasmu tujuh buah (langit) yang kokoh. Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari) . Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, serta kebun-kebun yang lebat. Sesungguhnya hari keputusan adalah satu waktu yang ditetapkan.[2]
Dia juga menyebarkan untuk manusia berbagai rangkaian kreasi-Nya. Lalu hal tersebut ditutup dengan nama-nama-Nya atau arahan untuk berpikir. Misalnya:
Katakanlah, “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi?! Atau, siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan?! Siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup?! Siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka, mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya.[3]
Dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya, lalu Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, serta pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh semua tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.[4]
Dia menjelaskan berbagai perbuatan-Nya lalu merangkumnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya. Misalnya:
-------------------------------
[1] Q.S. al-Baqarah: 29.
[2] Q.S. an-Naba: 6-17.
[3] Q.S. Yunus: 31-32.
[4] Q.S. al-Baqarah: 164.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence