Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 341
(1-357)
Dia menyebutkan sejumkah maksud parsial yang kemudian ditegaskan dan direalisasikan dengan nama-nama-Nya sebagai kaidah umum. Misalnya:

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (perihalnya) kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.[1]

Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.[2]

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap; masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.[3]

Dia juga kadangkala menyebutkan sejumlah perbuatan makhluk lalu mengancam dan menghibur dengan nama-nama yang mengarah kepada kasih sayang-Nya. Misalnya,

Katakanlah, “Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arasy” Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Tidak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Dia adalah Maha Penyantun dan Maha Pengampun.[4]

Bahasan Penting[5]

Barangkali engkau bertanya-tanya, “Apa sisi keunggulan Alquran atas yang lain, sementara Alquran sendiri berkata, “Katakanlah, ‘Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).’”[6]

Sebagai jawabannya: Alquran merupakan kalam Allah sebagai Zat Pemelihara semesta alam, dengan perlambang Tuhan semesta alam, dengan nama Pemelihara langit dan bumi, dari sisi rububiyah-Nya yang bersifat mutlak, sisi kasih sayang-Nya yang luas, dari keagungan uluhiyah-Nya, dan dari jangkauan nama-Nya yang paling agung hingga wilayah Arasy-Nya yang paling agung.
----------------------------------
[1] Q.S. al-Mujadilah: 1.
[2] Q.S. al-Isrâ: 1.
[3] Q.S. Fâthir: 1.
[4] Q.S. al-Isrâ: 42-44.
[5] Landasan keempat dari kata kedua belas dan kata kedua puluh lima (al-Mu’jizat al-Qur`aniyyah) menjelaskan hal ini. Engkau juga bisa melihat al-Mi’raj an-Nabawi.
[6] Q.S. al-kahfi: 109.
No Voice