Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 342
(1-357)
Adapun seluruh kalimat ilahi, ada yang dengan kedudukan khusus, alamat khusus, nama parsial, manifestasi parsial, dari sisi rububiyah-Nya yang khusus, kekuasaan-Nya yang spesifik, serta rahmat-Nya yang khusus sebagaimana sebagian besar ilham. Dari rahasia ini, seorang wali bisa berkata, “Kalbuku memberikan informasi dari Tuhanku.” Ia tidak berkata, “Dari Tuhan Pemelihara semesta alam.”
Ya, Mana mungkin limpahan anugerah yang kau dapat sesuai potensimu dari manifestasi Tuhan pada cermin kalbumu wahai wali bisa dibandingkan dengan limpahan anugerah yang diterima Nabi dari manifestasi Tuhan Pemelihara semesta alam lewat nama-Nya yang agung dalam cermin Arasy yang paling agung yang menjadi induk bagi semua arasy dengan melihat nama-nama-Nya berikut wujud manifestasinya.
Juga, mana mungkin limpahan yang kau terima dari mentarimu yang terdapat dalam cerminmu yang kecil dan keruh bisa dibandingkan dengan limpahan yang berasal dari mentari alam pada atap langit? Mana mungkin ucapan raja kepada salah seorang rakyatnya terkait dengan urusan pribadi karena kebutuhan tertentu lewat teleponnya yang khusus bisa dibandingkan dengan ucapan raja tersebut dengan simbol kekuasaan agung, atas nama khilafah utama, dari sisi kepemilikannya yang tinggi, dengan tujuan memperlihatkan berbagai perintahnya di pojok-pojok kerajaannya dengan perantaraan duta dan orang kepercayaannya?
Dari rahasia agung ini, dapat dipahami mengapa sebagian besar wahyu disampaikan dengan perantaraan malaikat, sementara ilham ilahi tidak dengannya. Juga dari sini dapat dipahami mengapa wali yang paling tinggi tidak bisa mencapai derajat nabi. Dari sini dapat dipahami pula keagungan Alquran berikut kemuliaan kesuciannya dan ketinggian mukjizatnya. Serta dari sini dapat dipahami mengapa harus ada mikraj menuju langit hingga Sidratul Muntaha sampai ke jarak seukuran dua busur guna bermunajat dengan Zat yang lebih dekat kepadanya dari urat nadi, kemudian sesudah itu kembali sekejap mata. Dan masih banyak lagi rahasia lain yang bisa dipahami darinya.
Selanjutnya perkataan ibarat pengetahuan dan kehendak. İa merupakan sifat azali yang sederhana, yang wujud dan keberadaannya diketahui, namun hakikat dan teknisnya tidak bisa ditangkap. Untaian kata tersebut tidak memiliki ujung.
Mahasuci Engkau. Kami tidak memiliki pengetahuan kecuali yang Kau ajarkan kepada kami. Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
Wahai pembaca, bahasan penting ini adalah pelengkap dari tetes keempat dari percikan keempat belas.
Juga, mana mungkin limpahan yang kau terima dari mentarimu yang terdapat dalam cerminmu yang kecil dan keruh bisa dibandingkan dengan limpahan yang berasal dari mentari alam pada atap langit? Mana mungkin ucapan raja kepada salah seorang rakyatnya terkait dengan urusan pribadi karena kebutuhan tertentu lewat teleponnya yang khusus bisa dibandingkan dengan ucapan raja tersebut dengan simbol kekuasaan agung, atas nama khilafah utama, dari sisi kepemilikannya yang tinggi, dengan tujuan memperlihatkan berbagai perintahnya di pojok-pojok kerajaannya dengan perantaraan duta dan orang kepercayaannya?
Dari rahasia agung ini, dapat dipahami mengapa sebagian besar wahyu disampaikan dengan perantaraan malaikat, sementara ilham ilahi tidak dengannya. Juga dari sini dapat dipahami mengapa wali yang paling tinggi tidak bisa mencapai derajat nabi. Dari sini dapat dipahami pula keagungan Alquran berikut kemuliaan kesuciannya dan ketinggian mukjizatnya. Serta dari sini dapat dipahami mengapa harus ada mikraj menuju langit hingga Sidratul Muntaha sampai ke jarak seukuran dua busur guna bermunajat dengan Zat yang lebih dekat kepadanya dari urat nadi, kemudian sesudah itu kembali sekejap mata. Dan masih banyak lagi rahasia lain yang bisa dipahami darinya.
Selanjutnya perkataan ibarat pengetahuan dan kehendak. İa merupakan sifat azali yang sederhana, yang wujud dan keberadaannya diketahui, namun hakikat dan teknisnya tidak bisa ditangkap. Untaian kata tersebut tidak memiliki ujung.
Mahasuci Engkau. Kami tidak memiliki pengetahuan kecuali yang Kau ajarkan kepada kami. Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
Wahai pembaca, bahasan penting ini adalah pelengkap dari tetes keempat dari percikan keempat belas.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence