Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 340
(1-357)
Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari sesuatu yang berada dalam perutnya (yang berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan. Tuhanmu mewahyukan kepada lebah,
“Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia manusia!” Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.[1]
Dia membentangkan sesuatu yang banyak dan luas lalu meletakkan di atasnya berbagai manifestasi keesaan yang Dia bungkus dengan kaidah umum. Misalnya:
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Allah Mahatinggi dan Mahabesar.[2]
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit. Kemudian dengan air hujan itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan yang menjadi rezki untukmu. Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya. Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya). Dia menundukkan bagimu malam dan siang. Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak dapat menghitungnya. Manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).[3]
Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Lalu ia membuat perumpamaan bagi Kami dengan lupa kepada kejadiannya. Ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali pertama. Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.” Tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta dan Maha Mengetahui.[4]
Apabila matahari digulung.[5]
Apabila langit terbelah.[6]
Apabila langit pecah.[7]
Dalam mashyar musim semi, kita melihat begitu banyak contoh kebangkitan di hari akhir. Misalnya, “Ketika lembaran catatan amal dihamparkan.”[8] Kita melihat padanannya. Bahkan padanannya pada penyebaran benih dan biji merupakan lembaran amal induk dan asalnya berikut kronologisnya dalam kebangkitan musim semi.
----------------------------------------------
[1] Q.S. an-Nahl: 66-69.
[2] Q.S. al-Baqarah: 255.
[3] Q.S. Ibrahim: 32-34.
[4] Q.S. Yasin: 77-81.
[5] Q.S. at-Takwir: 1.
[6] Q.S. al-Infithâr: 1.
[7] Q.S. al-Insyiqâq: 1.
[8] Q.S. at-Takwir: 10.
No Voice