Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 339
(1-357)
Demikianlah Tuhanmu memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari ta’bir mimpi-mimpi. Lalu Dia sempurnakan nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Tuhanmu Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.[1]

Katakanlah, "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tanganmulah segala kebajikan. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.[2]

Dia menyusun makhluk dan memperlihatkan tatanan, neraca, dan buahnya. Setelah itu Dia menampakkan padamu nama-nama-Nya yang terwujud padanya seolah-olah makhluk tersebut merupakan lafal kata-kata serta nama-nama-Nya merupakan maknanya, airnya, benihnya, atau ringkasannya. Sebagai contoh:

Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (yang berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Selanjutnya segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka, Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.[3]

Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Lalu Dia bersemayam di atas 'Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.[4]

Dia menyebutkan bagian-bagian materi yang beradaptasi dan berubah, kemudian merangkumnya dengan nama-nama yang bersifat integral, bercahaya, dan permanen serta dengan kesimpulan yang mendorong untuk berpikir dan mengambil pelajaran. Misalnya:

Dia mengajarkan kepada Adam mama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat. Dia berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau. Tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”[5]
-------------------------------
[1] Q.S. Yusuf: 6.
[2] Q.S. Ali Imran: 26.
[3] Q.S. al-Mukminun: 12-14.
[4] Q.S. al-A’raf: 54.
[5] Q.S. al-Baqarah: 31-32.
No Voice