Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 336
(1-357)
Ketahuilah![1] Allah Swt. sangat dekat, sementara engkau sangat jauh. Sebagaimana bersama-Mu, Dia juga bersama seluruh orang dari spesiesmu. Sebagaimana bersama spesiesmu, Dia juga bersama semua orang dari jenismu. Sebagaimana bersama jenismu, Dia juga bersama seluruh bagian makhluk hidup. Sebagaimana bersama seluruh makhluk hidup, Dia juga bersama seluruh tingkatan dan wilayah entitas. Yakni dari satu tingkatan menuju tingkatan seluruh entitas, menuju tingkatan partikel, eter, ruhaniyat, maknawiyat, hingga kepada sesuatu yang tak dapat dijangkau oleh ilusi.
Jika engkau ingin mendekat dari sisimu, engkau harus berjalan dari dirimu dari sisi parsial menuju tingkat keseluruhan spesies. Lalu naik dengan totalitas ruh menuju tingkatan jenis. Demikianlah hingga menempuh sekitar tujuh puluh ribu hijab. Pasalnya, sebagaimana berada di sisi-Mu, Dia juga berada di sisi segala sesuatu. Engkau hanya bisa bersama-Nya—dilihat dari sisi-Mu—jika Engkau berada di sisi segala sesuatu. Kemudian setelah itu engkau dihadapkan pada jarak tak terhingga antara yang bersifat mungkin dan wajib.
Bagaimana sampai kepada Zat yang jauh dalam kedekatan-Nya yang dibatasi oleh ribuan paviliun? Lalu ia juga dipisah oleh sejumlah kematian. Jika demikian, buatlah jauhmu menjadi fana agar engkau tetap bersama-Nya dan dekat dengan kedekatan-Nya.
Ketahuilah![2]
Ketahuilah! Allah lebih dekat daripada kita dari diri kita, sementara kita sangat jauh tak terhingga. Di antara bukti kedekatan-Nya adalah tindakan dan kekuasaan-Nya. Jika kita mencari-Nya ketika Dia bertindak kita tidak menemukan-Nya kecuali pada segala sesuatu. Apabila dengan naik kita sampai kepada segala sesuatu dengan menjangkau wilayah makhluk yang bersifat mungkin, kita juga tidak menemukan-Nya kecuali dari balik hijab cahaya dalam wilayah wujub yang berupa paviliun nama, sifat, dan kondisi-Nya yang mulia, agung, dan besar. Adapun jika kita mendekati-Nya lewat sisi kedekatan-Nya dengan meninggalkan diri kita, maka urusannya insya Allah menjadi mudah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Ketahuilah![3] Wahai yang ingin mengetahui perbedaan antara hikmah Alquran dan hikmah filsafat. Keduanya seperti Alquran yang ditulis pada huruf-hurufnya dengan berbagai sepuhan dan ukiran yang indah. Sebagiannya dengan emas, sebagian lagi dengan perak, sebagian lagi dengan berlian dan zamrud, lalu sebagian lagi dengan permata dan batu akik. Demikian seterusnya. Dua orang membacanya seraya memberikan pujian. Kemudian mereka berkata, “Marilah kita menulis sebuah buku atas tulisan indah ini.” Lalu, masing-masing menuliskan sebuah buku.
----------------------------
[1] Berbagai pembahasan yang terdapat di sini tersebar dalam sejumlah risalah yang berbeda-beda dari al-Matsnawi al-Arabi an-Nuri.
[2] Bahasan dari halaman ini diterbitkan dalam al-Matsnawi al-Arabiy an-Nuriy.
[3] Engkau bisa merujuk ke kata kedua belas (landasan pertama, kedua, dan ketiga).
Jika engkau ingin mendekat dari sisimu, engkau harus berjalan dari dirimu dari sisi parsial menuju tingkat keseluruhan spesies. Lalu naik dengan totalitas ruh menuju tingkatan jenis. Demikianlah hingga menempuh sekitar tujuh puluh ribu hijab. Pasalnya, sebagaimana berada di sisi-Mu, Dia juga berada di sisi segala sesuatu. Engkau hanya bisa bersama-Nya—dilihat dari sisi-Mu—jika Engkau berada di sisi segala sesuatu. Kemudian setelah itu engkau dihadapkan pada jarak tak terhingga antara yang bersifat mungkin dan wajib.
Bagaimana sampai kepada Zat yang jauh dalam kedekatan-Nya yang dibatasi oleh ribuan paviliun? Lalu ia juga dipisah oleh sejumlah kematian. Jika demikian, buatlah jauhmu menjadi fana agar engkau tetap bersama-Nya dan dekat dengan kedekatan-Nya.
Ketahuilah![2]
Ketahuilah! Allah lebih dekat daripada kita dari diri kita, sementara kita sangat jauh tak terhingga. Di antara bukti kedekatan-Nya adalah tindakan dan kekuasaan-Nya. Jika kita mencari-Nya ketika Dia bertindak kita tidak menemukan-Nya kecuali pada segala sesuatu. Apabila dengan naik kita sampai kepada segala sesuatu dengan menjangkau wilayah makhluk yang bersifat mungkin, kita juga tidak menemukan-Nya kecuali dari balik hijab cahaya dalam wilayah wujub yang berupa paviliun nama, sifat, dan kondisi-Nya yang mulia, agung, dan besar. Adapun jika kita mendekati-Nya lewat sisi kedekatan-Nya dengan meninggalkan diri kita, maka urusannya insya Allah menjadi mudah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Ketahuilah![3] Wahai yang ingin mengetahui perbedaan antara hikmah Alquran dan hikmah filsafat. Keduanya seperti Alquran yang ditulis pada huruf-hurufnya dengan berbagai sepuhan dan ukiran yang indah. Sebagiannya dengan emas, sebagian lagi dengan perak, sebagian lagi dengan berlian dan zamrud, lalu sebagian lagi dengan permata dan batu akik. Demikian seterusnya. Dua orang membacanya seraya memberikan pujian. Kemudian mereka berkata, “Marilah kita menulis sebuah buku atas tulisan indah ini.” Lalu, masing-masing menuliskan sebuah buku.
----------------------------
[1] Berbagai pembahasan yang terdapat di sini tersebar dalam sejumlah risalah yang berbeda-beda dari al-Matsnawi al-Arabi an-Nuri.
[2] Bahasan dari halaman ini diterbitkan dalam al-Matsnawi al-Arabiy an-Nuriy.
[3] Engkau bisa merujuk ke kata kedua belas (landasan pertama, kedua, dan ketiga).
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence