Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 333
(1-357)
Wahai temanku, anggaplah diri berada dalam posisinya. Jadilah engkau wahai pemilik diri yang berasal dari tanah sebagai bunga yang warnanya mengandung cahaya berisi bayangan mentari. Lalu filosof yang tenggelam dalam dunia sebab menjadi tetes yang mengambil bayangan cahaya mentari dari bulan. Lalu, aku yang berkata, “Tidak ada yang berkuasa di alam kecuali Allah,” sebagai embun miskin yang kosong dari semua warna.
Kemudian daya tarik cinta Zat yang dengan kebaikan-Nya kita mendapat cahaya dan menjadi indah, menggerakkan kita untuk berusaha mendekat dan menyaksikan-Nya. Maka, engkau wahai bunga berjalan hingga sampai kepada tingkatan menyeluruh dari jenis bunga—yaitu cermin tebal berisi sejumlah warna bayangan mentari. Engkau tidak terlepas dari adanya perbedaan di antara karakteristik sejumlah warna yang saling terikat. İa tidak bebas dari perpecahan lewat tertutupnya mata mentari oleh hijab pembatas dan berbagai gambaran. Terkecuali, jika engkau mengangkat kepala dari kondisi mencintai diri secara berlebih, lalu megalihkan pandangan dari yang tadinya tertipu, bersenang-senang, dan berbangga dengan kebaikan diri menuju mentari di langit. Lalu dengan batin wajahmu yang mengarah ke tanah dengan mengais rezeki yang dikirim dengan cepat kepadamu meski engkau tidak menghadap kepadanya dan tidak mengetahuinya, menghadaplah ke mentari tersebut. Pasalnya, engkau adalah cerminnya. Di samping merupakan tetesan yang berkilau di laut langit, ia juga menjadi cermin bagi kilau dari sinar qudrat “Cahaya hakiki”. Meski demikian, engkau tidak bisa melihatnya sebagaimana adanya pada dirinya. Akan tetapi, ia terwarnai oleh warna sifat-sifatmu serta terikat dengan ikatan kecenderunganmu.
Pergilah engkau wahai percikan yang miskin dan lemah dengan menguap menuju udara. Kemudian berubahlah menjadi api. Setelah itu, jadilah cahaya. Naiklah ke salah satu kilau manifestasi cahaya. Di mana saja engkau berada di antara kedudukan tersebut, engkau memiliki celah murni menuju mentari yang dapat dilihat secara meyakinkan meski tidak dengan mata. Engkau juga bisa melihat keterkaitan seluruh kebutuhannya dengannya.
Jika engkau mengerti apa yang terlihat dalam wujud lahiriah adalah manifestasinya bukan aslinya. Karena itu, orang yang sampai dari ketiga jalan di atas berbeda-beda dalam detil-detil penyaksian meski mereka sepakat membenarkan-Nya.
Ketahuilah! Wahai manusia engkau adalah satu standar dilihat dari lima sisi:
Engkau merupakan indeks menyeluruh bagi berbagai keajaiban jejak manifestasi nama-nama-Nya.
No Voice