Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 352
(1-357)
Perhatikan dan ucapkan, “Tiada Pencipta kecuali Dia. Tidak ada Pembuat kecuali Tuhan.”
Bismillâhirrahmânirrahîm
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar manusia? Serta banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang bisa memuliakannya. Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Ketahuilah! Alquran menegaskan bahwa segala sesuatu mulai dari Arasy hingga tanah, dari bintang hingga kutu, dari cakrawala hingga ikan, dari planet hingga partikel semuanya menyembah Allah serta bersujud, bertahmid, dan bertasbih kepada-Nya. Hanya saja, cara ibadah mereka beragam. Kami akan menjelaskan salah satu sisi keragaman tersebut dengan permisalan.
Yaitu raja yang agung apabila membangun kota besar atau istana megah, tentu kerajaan tersebut harus mempekerjakan empat jenis pekerja:
Pertama, para budaknya tanpa ongkos dan upah. Mereka senang melakukan perintahnya. Mereka terus memujinya dan merasa cukup terhormat dengan adanya hubungan dengannya.
Kedua, para pelayan awam yang dipekerjakan sesuai pengetahuannya dengan upah sedikit sesuai dengan kondisi mereka. Mereka tidak mengetahui tujuan mulia dan menyeluruh yang akan dihasilkan darinya. Bahkan sebagian menilai bahwa pekerjaannya tidak memiliki tujuan kecuali ongkos dan upah yang didapat.
Ketiga, sejumlah binatang miliknya. Mereka dipekerjakan dengan upah makanan dan menikmati pekerjaan yang ada. Sebab ketika potensi keluar menuju amal terdapat kenikmatan yang bersifat umum.
Keempat, pekerja yang memahami betul pekerjaan mereka. Mereka menyadari maksud raja. Dalam hal ini mereka berposisi sebagai pimpinan dan pengawas bagi seluruh pekerja lain. Upah mereka berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya.
Demikian pula dengan Penguasa langit dan bumi. Dia mempekerjakan parea malaikat, lalu hewan, benda mati dan tumbuhan, serta manusia bukan karena butuh. Pasalnya, Dia adalah Pencipta mereka berikut perbuatan mereka. Namun, karena kemuliaan, keagungan, berbagai urusan rububiyah, dan seterusnya.
Malaikat tidak bisa naik tingkat lewat mujahadah (kesungguhan mereka dalam beribadah). Namun, setiap mereka memiliki kedudukan tertentu. Hanya saja ada cita rasa khusus dalam pekerjaan mereka dan limpahan anugerah sesuai dengan tingkatan mereka dalam beribadah. Balasan yang diberikan atas pengabdian mereka terdapat dalam pengabdian itu sendiri. Sebagaimana manusia mengonsumsi air, udara, cahaya, dan makanan serta menikmatinya, demikian pula dengan malaikat. Mereka mengonsumsi sekaligus menikmati cahaya zikir, tasbih, tahmid, ibadah, makrifat, dan kecintaan kepada Tuhan. Pasalnya, mereka berasal dari cahaya.
Bismillâhirrahmânirrahîm
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar manusia? Serta banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang bisa memuliakannya. Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Ketahuilah! Alquran menegaskan bahwa segala sesuatu mulai dari Arasy hingga tanah, dari bintang hingga kutu, dari cakrawala hingga ikan, dari planet hingga partikel semuanya menyembah Allah serta bersujud, bertahmid, dan bertasbih kepada-Nya. Hanya saja, cara ibadah mereka beragam. Kami akan menjelaskan salah satu sisi keragaman tersebut dengan permisalan.
Yaitu raja yang agung apabila membangun kota besar atau istana megah, tentu kerajaan tersebut harus mempekerjakan empat jenis pekerja:
Pertama, para budaknya tanpa ongkos dan upah. Mereka senang melakukan perintahnya. Mereka terus memujinya dan merasa cukup terhormat dengan adanya hubungan dengannya.
Kedua, para pelayan awam yang dipekerjakan sesuai pengetahuannya dengan upah sedikit sesuai dengan kondisi mereka. Mereka tidak mengetahui tujuan mulia dan menyeluruh yang akan dihasilkan darinya. Bahkan sebagian menilai bahwa pekerjaannya tidak memiliki tujuan kecuali ongkos dan upah yang didapat.
Ketiga, sejumlah binatang miliknya. Mereka dipekerjakan dengan upah makanan dan menikmati pekerjaan yang ada. Sebab ketika potensi keluar menuju amal terdapat kenikmatan yang bersifat umum.
Keempat, pekerja yang memahami betul pekerjaan mereka. Mereka menyadari maksud raja. Dalam hal ini mereka berposisi sebagai pimpinan dan pengawas bagi seluruh pekerja lain. Upah mereka berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya.
Demikian pula dengan Penguasa langit dan bumi. Dia mempekerjakan parea malaikat, lalu hewan, benda mati dan tumbuhan, serta manusia bukan karena butuh. Pasalnya, Dia adalah Pencipta mereka berikut perbuatan mereka. Namun, karena kemuliaan, keagungan, berbagai urusan rububiyah, dan seterusnya.
Malaikat tidak bisa naik tingkat lewat mujahadah (kesungguhan mereka dalam beribadah). Namun, setiap mereka memiliki kedudukan tertentu. Hanya saja ada cita rasa khusus dalam pekerjaan mereka dan limpahan anugerah sesuai dengan tingkatan mereka dalam beribadah. Balasan yang diberikan atas pengabdian mereka terdapat dalam pengabdian itu sendiri. Sebagaimana manusia mengonsumsi air, udara, cahaya, dan makanan serta menikmatinya, demikian pula dengan malaikat. Mereka mengonsumsi sekaligus menikmati cahaya zikir, tasbih, tahmid, ibadah, makrifat, dan kecintaan kepada Tuhan. Pasalnya, mereka berasal dari cahaya.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence