Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 354
(1-357)
Karena ketiadaan pilihan dalam pekerjaan benda-benda mati dan tumbuhan, maka hasil kerjanya lebih sempurna daripada makhluk yang memiliki pilihan. Kemudian pekerjaan makhluk yang memiliki pilihan yang disinari oleh wahyu dan ilham seperti lebah dan sejenisnya lebih indah daripada yang lain yang bersandar kepada pilihannya.
Sementara manusia ia seperti malaikat dalam hal ibadah, penyaksian, dan jangkauan makrifatnya terhadap Tuhan. Bahkan ia lebih mencakup. Hanya saja, manusia memiliki jiwa yang jahat yang dihiasi syahwat. Karena itu, manusia bisa naik dan bisa pula turun.
Manusia juga seperti hewan dalam memasukkan bagian dan porsi untuk dirinya ke dalam amalnya. Ia memiliki dua upah; yang bersifat segera dan parsial serta yang ditunda dan komprehensif. Perhatikan baik-baik pasti engkau mendapatkan.
Dalam berbagai pelajaran risalah an-Nur kami telah sering menyebutkan rahasia pengabdian manusia berikut tugasnya, serta bagian dari pengabdian tumbuhan berikut tasbih mereka. Karenanya, di sini tidak perlu diuraikan lagi. Engkau bisa mengkaji berbagai pelajaran tersebut untuk melihat rahasia surat at-Tin dan surat al-Ashr.

Lanjutan Bahasan tentang Bulbul
Jangan mengira bahwa tugas rabbani yang berfungsi untuk memproklamirkan, menunjukkan, serta berdendang kepada makhluk lewat untaian tasbih ini hanya dimiliki oleh burung bulbul. Namun, semua spesies seperti burung bulbul yang menggambarkan sensitivitas yang paling halus lewat tasbih paling lembut dalam sajak yang paling indah. Terutama pada jenis kutu dan serangga.
Di antaranya yang memiliki banyak bulbul di mana ia mendendangkan kepada berbagai kutu dan serangga kecil sejumlah sajak berupa tasbih yang semua makhluk yang memiliki pendengaran bisa menikmatinya.
Misalnya hewan malam yang bersuara khusus pada hewan-hewan kecil dari spesiesnya dan selain jenisnya di keheningan malam sehingga ia seperti halaqah zikir yang dibaca dengan suara pelan. Pasalnya, nyanyian seperti lisan bersama dan bersifat umum di mana ia bisa dipahami oleh semua yang memiliki pendengaran dan perasaan.
Demikian pula binatang siang yang bertasbih, bersajak, dan bersuara indah dan nyaring di mana pada musim panas ia berdendang di atas mimbar-mimbar pohon kepada semua makhluk hidup. Suaranya me;ampaui burung bulbul yang terkenal hingga seperti halaqah zikir yang bersuara nyaring yang menghentak perhatian pendengar dan mengajak semua bertutur dengan lisan-Nya.
Semua spesies yang paling utama, bulbul yang paling mulia, yang paling bercahaya, yang paling agung, yang paling tinggi suaranya, yang paling sempurna zikirnya, serta paling luas rasa syukurnya adalah bulbul jenis manusia dalam taman alam. Sehingga dengan sajaknya yang halus ia menjadi bulbul seluruh entitas di langit dan bumi.
Semoga Allah mencurahkan salawat dan salam kepada beliau, keluarga, dan seterusnya. Amin.
No Voice