Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 353
(1-357)
Cukuplah cahaya menjadi nutrisi mereka sebagaimana aroma yang harum semerbak. Mereka menrasa sangat bahagia ketika melaksanakan perintah Tuhan, dalam bekerja untuk-Nya, dalam mengabdi atas nama-Nya, memandang dengan pandangan-Nya. Mereka juga merasa mendapatkan kehormatan dengan memiliki hubungan dengan-Nya, senang dengan bisa melihat kerajaan-Nya dan alam malakut-Nya, serta merasa nikmat dengan menyaksikan manifestasi keindahan dan keagungan-Nya.
Selanjutnya hewan karena memiliki nafsu syahwat dan pilihan, maka amalnya tidak tulus untuk-Nya. Karena itu, Tuhan Yang Maha Pemurah memberinya upah dalam amal yang dilakukan untuk-Nya.
Misalnya burung bulbul yang dikenal menyenangi mawar. Tuhan Yang Maha Bijaksana mempekerjakannya untuk memperlihatkan korelasi yang sangat kuat antara sejumlah tumbuhan dan sekelompok hewan. Maka, burung bulbul tersebut merupakan penyampai pesan Tuhan dari sudut hewan yang merupakan tamu Tuhan sekaligus ditugaskan untuk mengungkapkan kegembiraan atas hadiah dari Tuhan yang memberikan rezeki padanya. Selain itu, ia bertugas memperlihatkan sambutan yang baik kepada tumbuhan yang dikirim untuk melanjutkan eksistensi jenisnya; untuk menjelaskan kebutuhan spesiesnya yang sampai pada tingkat rindu kepada berbagai tumbuhan yang indah; untuk mempersembahkan rasa syukur yang lembut dalam kerinduan yang paling halus dalam bentuk yang paling halus kepada Sang Penguasa kerajaan, Tuhan Yang Mahaagung, indah, dan pemurah. Itulah tujuan dari pekerjaannya yang dilakukan karena Allah. Ia berbicara dengan lisannya sehingga kita memahami semua pengertian tersebut meski ia sendiri tidak memahami makna iramanya dengan sempurna. Ketidaktahuan bulbul terhadap tujuan tersebut secara detil tidak berarti ia tidak ada. İa seperti jam yang memberitahukan waktu kepadamu sementara ia sendiri tidak mengetahui apa yang dilakukan. Adapun upah untuk bulbul berupa kemampuan menyaksikan bunga yang tersenyum serta bagaimana ia merasa nikmat ketika bercengkerama dengannya. Kicau iramanya yang sedih bukan merupakan derita keluhan hewan. Tidak. Tetapi ia merupakan bentuk syukur atas pemberian kasih sayang Tuhan. Hal ini juga berlaku pada lebah, laba-laba, semut, kutu, dan sebagainya. Masing-masing mendapat upah dalam cita rasa khususnya di saat memberikan pengabdian untuk berbagai tujuan yang bersifat integral dan untuk kreasi tuhan sebagaimana pasukan yang ditugaskan di kapal kerajaan.
Dengan melaksanakan perintah penciptaan dengan penuh ketaatan serta dengan memperlihatkan sejumlah tujuan Penciptanya dengan cara terbaik atas nama-Nya, serta kemunculan hidupnya yang melaksanakan sejumlah tugas dengan bentuk terbaik lewat kekuatan-Nya, demikian pula dengan seluruh tasbihnya, hewan mempersembahkan hadiah ibadahnya dan penghormatannya yang istimewa kepada Sang Pencipta.
Penghormatan tersebut berupa menifestasi hidup dengan mempersembahkan kehalusan jejaknya seperti yang diminta kepada Sang Pemberi kehidupan.
Adapun tumbuhan dan benda-benda mati, karena tidak memiliki pilihan dan upah maka pekerjaannya tulus untuk Allah serta dihasilkan semata-mata karena kehendak Allah, dengan nama-Nya dan dengan kekuatan-Nya. Hanya saja, dari keadaan tumbuhan terlihat bagaimana ia bisa merasa nikmat dengan sejumlah tugasnya tanpa ada rasa sakit; berbeda dengan hewan yang bisa memilih.
Selanjutnya hewan karena memiliki nafsu syahwat dan pilihan, maka amalnya tidak tulus untuk-Nya. Karena itu, Tuhan Yang Maha Pemurah memberinya upah dalam amal yang dilakukan untuk-Nya.
Misalnya burung bulbul yang dikenal menyenangi mawar. Tuhan Yang Maha Bijaksana mempekerjakannya untuk memperlihatkan korelasi yang sangat kuat antara sejumlah tumbuhan dan sekelompok hewan. Maka, burung bulbul tersebut merupakan penyampai pesan Tuhan dari sudut hewan yang merupakan tamu Tuhan sekaligus ditugaskan untuk mengungkapkan kegembiraan atas hadiah dari Tuhan yang memberikan rezeki padanya. Selain itu, ia bertugas memperlihatkan sambutan yang baik kepada tumbuhan yang dikirim untuk melanjutkan eksistensi jenisnya; untuk menjelaskan kebutuhan spesiesnya yang sampai pada tingkat rindu kepada berbagai tumbuhan yang indah; untuk mempersembahkan rasa syukur yang lembut dalam kerinduan yang paling halus dalam bentuk yang paling halus kepada Sang Penguasa kerajaan, Tuhan Yang Mahaagung, indah, dan pemurah. Itulah tujuan dari pekerjaannya yang dilakukan karena Allah. Ia berbicara dengan lisannya sehingga kita memahami semua pengertian tersebut meski ia sendiri tidak memahami makna iramanya dengan sempurna. Ketidaktahuan bulbul terhadap tujuan tersebut secara detil tidak berarti ia tidak ada. İa seperti jam yang memberitahukan waktu kepadamu sementara ia sendiri tidak mengetahui apa yang dilakukan. Adapun upah untuk bulbul berupa kemampuan menyaksikan bunga yang tersenyum serta bagaimana ia merasa nikmat ketika bercengkerama dengannya. Kicau iramanya yang sedih bukan merupakan derita keluhan hewan. Tidak. Tetapi ia merupakan bentuk syukur atas pemberian kasih sayang Tuhan. Hal ini juga berlaku pada lebah, laba-laba, semut, kutu, dan sebagainya. Masing-masing mendapat upah dalam cita rasa khususnya di saat memberikan pengabdian untuk berbagai tujuan yang bersifat integral dan untuk kreasi tuhan sebagaimana pasukan yang ditugaskan di kapal kerajaan.
Dengan melaksanakan perintah penciptaan dengan penuh ketaatan serta dengan memperlihatkan sejumlah tujuan Penciptanya dengan cara terbaik atas nama-Nya, serta kemunculan hidupnya yang melaksanakan sejumlah tugas dengan bentuk terbaik lewat kekuatan-Nya, demikian pula dengan seluruh tasbihnya, hewan mempersembahkan hadiah ibadahnya dan penghormatannya yang istimewa kepada Sang Pencipta.
Penghormatan tersebut berupa menifestasi hidup dengan mempersembahkan kehalusan jejaknya seperti yang diminta kepada Sang Pemberi kehidupan.
Adapun tumbuhan dan benda-benda mati, karena tidak memiliki pilihan dan upah maka pekerjaannya tulus untuk Allah serta dihasilkan semata-mata karena kehendak Allah, dengan nama-Nya dan dengan kekuatan-Nya. Hanya saja, dari keadaan tumbuhan terlihat bagaimana ia bisa merasa nikmat dengan sejumlah tugasnya tanpa ada rasa sakit; berbeda dengan hewan yang bisa memilih.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence