Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 214
(1-357)
Pujian Saudaraku di Jalan Allah Yang Maha Menghisab dan Mahadekat
Sayyid Muhammad Syafiq al-Arwasi[1]
Dengan Nama Allah Swt
“Segala sesuatu bertasbih memuji-Nya.”
Salawat dan salam semoga tercurah kepada makhluk terbaik
Di antara yang tampak bagi orang yang melihat karya-karya Ustadz Bediuzzaman--yang terilhami oleh limpahan ayat Alquran dan terambil dari sejumlah petunjuk yang mengantarkan kepada retorikanya yang hanya bisa diketahui oleh orang yang diberi anugerah Allah lewat ketersingkapan rahasia urusan, perluasan wilayah rasional, serta kebeningan semua cermin indera dan perasaan--bahwa saripati yang bisa diringkas darinya adalah bahwa semua karya beliau laksana benteng kokoh dalam menghadapi tipu daya musuh agama. Bahkan, ia merupakan “tembok Cina” di mana bisikan jiwa, makar setan, ajaran kaum materialis, serta berbagai pemikiran filosof sesat yang batil sama sekali tidak berguna di dalamnya. Dari sumber-sumber pembahasannya ia mengalirkan air kehidupan yang menumbuhkan ikatan iman dan memadamkan percikan nafsu. Karena itu, setiap murid harus berusaha keras untuk menelaahnya guna membentengi sejumlah petunjuk yang ia dapatkan serta mengobati semua perasaan yang ia dapatkan. Apabila menemukan kesulitan dalam memahami maknanya, hal itu tidak boleh menjadi sebab untuk malas berusaha. Sebab, di antara mahar untuk mendapatkan manfaat yang besar adalah adanya usaha yang intensif. Ia juga tidak boleh mencela penulisnya karena kesulitan tersebut bukan sesuatu yang disengaja. Pasalnya, di dalamnya memang terdapat sejumlah persoalan yang tema-temanya berisi sesuatu yang luar biasa dan terkait dengan cita rasa sehingga ungkapan dan petunjuk yang ringkas semata tidak memadai. Selain itu, berbagai pemahaman yang sesuai dan bermunculan pada sebagiannya diperkuat oleh sejumlah ayat dan sebagian yang lain dibiarkan karena jauhnya perjalanan tidak cukup hanya dengan petunjuk beberapa kalimat dan kata. Serta, masih terdapat sebab-sebab yang lain seperti adanya aneka permisalan yang indah dan perumpamaan yang langka.
Muhammad Syafiq
---------------------------------
[1] Lahir tahun 1884 M di desa Arwas, bagian daerah Hizan di wilayah Bitlis. Ia salah satu teman Ustadz Nursi. Ia berguru kepadanya sejak di Madrasah Khurkhur di Wan. Lalu dipenjara bersama Ustadz Nursi di Denizli pada tahun 1943 M. ia mengepalai lembaga pemeriksa mushaf di Istambul dalam waktu yang cukup lama. Ia juga pimimpin para imam di Masjid Sultan Ahmad selama tujuh belas tahun. Menangani tugas bimbingan dan pemberian nasihat di Masjid Jami Abu Ayyub al-Anshari selama empat puluh tahun. Ia menulis buku berjudul Khutbah-Khutbah dan Majlis Rasulullah saw. Wafat pada tanggal 13-3-1970.
Sayyid Muhammad Syafiq al-Arwasi[1]
Dengan Nama Allah Swt
“Segala sesuatu bertasbih memuji-Nya.”
Salawat dan salam semoga tercurah kepada makhluk terbaik
Di antara yang tampak bagi orang yang melihat karya-karya Ustadz Bediuzzaman--yang terilhami oleh limpahan ayat Alquran dan terambil dari sejumlah petunjuk yang mengantarkan kepada retorikanya yang hanya bisa diketahui oleh orang yang diberi anugerah Allah lewat ketersingkapan rahasia urusan, perluasan wilayah rasional, serta kebeningan semua cermin indera dan perasaan--bahwa saripati yang bisa diringkas darinya adalah bahwa semua karya beliau laksana benteng kokoh dalam menghadapi tipu daya musuh agama. Bahkan, ia merupakan “tembok Cina” di mana bisikan jiwa, makar setan, ajaran kaum materialis, serta berbagai pemikiran filosof sesat yang batil sama sekali tidak berguna di dalamnya. Dari sumber-sumber pembahasannya ia mengalirkan air kehidupan yang menumbuhkan ikatan iman dan memadamkan percikan nafsu. Karena itu, setiap murid harus berusaha keras untuk menelaahnya guna membentengi sejumlah petunjuk yang ia dapatkan serta mengobati semua perasaan yang ia dapatkan. Apabila menemukan kesulitan dalam memahami maknanya, hal itu tidak boleh menjadi sebab untuk malas berusaha. Sebab, di antara mahar untuk mendapatkan manfaat yang besar adalah adanya usaha yang intensif. Ia juga tidak boleh mencela penulisnya karena kesulitan tersebut bukan sesuatu yang disengaja. Pasalnya, di dalamnya memang terdapat sejumlah persoalan yang tema-temanya berisi sesuatu yang luar biasa dan terkait dengan cita rasa sehingga ungkapan dan petunjuk yang ringkas semata tidak memadai. Selain itu, berbagai pemahaman yang sesuai dan bermunculan pada sebagiannya diperkuat oleh sejumlah ayat dan sebagian yang lain dibiarkan karena jauhnya perjalanan tidak cukup hanya dengan petunjuk beberapa kalimat dan kata. Serta, masih terdapat sebab-sebab yang lain seperti adanya aneka permisalan yang indah dan perumpamaan yang langka.
Muhammad Syafiq
---------------------------------
[1] Lahir tahun 1884 M di desa Arwas, bagian daerah Hizan di wilayah Bitlis. Ia salah satu teman Ustadz Nursi. Ia berguru kepadanya sejak di Madrasah Khurkhur di Wan. Lalu dipenjara bersama Ustadz Nursi di Denizli pada tahun 1943 M. ia mengepalai lembaga pemeriksa mushaf di Istambul dalam waktu yang cukup lama. Ia juga pimimpin para imam di Masjid Sultan Ahmad selama tujuh belas tahun. Menangani tugas bimbingan dan pemberian nasihat di Masjid Jami Abu Ayyub al-Anshari selama empat puluh tahun. Ia menulis buku berjudul Khutbah-Khutbah dan Majlis Rasulullah saw. Wafat pada tanggal 13-3-1970.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence