Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 212
(1-357)
Kehidupan yang merupakan cahaya wujud menjadi bersih oleh adanya kepekaan dan menjadi terang oleh sakit yang terasa. Karena itu, ia akan senantiasa menghiasi kehidupan. Ia tidak boleh ditimbang dengan timbangan keabadian yang mengacu kepada makhluk, namun dengan timbangan keberadaannya sebagai bayangan manifestasi perbuatan Zat Yang Menghidupkan. Pasalnya, Tuhan Yang Menghidupkan dalam kehidupan ini memiliki ribuan bagian, sementara makhluk hanya memiliki satu bagian yang cepat hilang. Karena itu, kesempurnaannya terwujud ketika mengikuti bagian milik Tuhan Yang Maha Menghidupkan.
Terhiasinya butiran oleh kilau-kilau mentari pada saat yang bersamaan tidak serta merta memberinya hak ke tingkatan di mana ia bisa menyamai mentari aslinya dalam hal hak-hak manifestasinya yang dipenuhi oleh hikmah. Hanya saja, ketika benih-benih manusia beriman, dengan keimanannya tersebut ia berubah menjadi kaca laksana bintang bercahaya yang lenteranya dinyalakan dari kilau mentari azali.
Ketahuilah! Bagaimana mungkin seseorang membuat semua sendi-sendi istana, berikut perabotan dan konstruksinya di mana seluruhnya mengarah kepada pembangunan satu istana. Sementara istana tersebut bukan merupakan tujuan akhir si pembuat dan buah istana tersebut juga tidak kembali kepadanya. Wahai manusia, bumi dan alam ini adalah istana.
Ketahuilah! Allah memperkenalkan diri kepada kita lewat penciptaan dan kreasi-Nya, serta menunjukkan cinta lewat karunia dan anugerah-Nya, memperlihatkan kasih sayang lewat rezeki dan rahmat-Nya. Dia melakukan hal itu untuk tujuan tersebut. Demikianlah setiap nama-Nya yang mulia terwujud. Siapa yang memahami hal itu darinya sebagaimana mestinya seperti yang Allah ajarkan lalu orang tersebut mengajarkan kepada yang lain dengan ijin-Nya layak untuk dikatakan, “Kalaulah bukan karena engkau tentu Aku tidak menciptakan jagad raya.” Ia adalah tali penghubungan yang kokoh dan amanah antara langit dan bumi. Arasy terpaut dengan bumi lewat tali yang teruntai di kalbunya di mana ia merupakan entitas termulia, makhluk yang paling sempurna, pemimpin manusia yang dimuliakan sebagai khalifah, pemimpin seluruh rasul dan imam bagi semua orang bertakwa, serta kekasih Tuhan semesta alam, Muhammad saw. Semoga salawat dan salam tercurah kepadanya sepanjang zaman.

Penutup

Betapa sangat manis penyakit, musibah, dan kehinaan yang menimpa meskipun pahit! Pasalnya, ia yang membuatmu bisa mencicipi lezatnya munajat dan doa. Ibnu Sam’ûn berkata, “Semua ucapan yang kosong dari zikir adalah sia-sia.”
Ketahuilah! Aku dalam perjalanan menuju akhirat. Karena banyak berbuat dosa, usiaku bahkan seluruh umur yang ada tidak cukup untuk meminta ampunan. Karena itu, kuwakilkan kepada bukuku ini dan aku berpesan kepadanya agar sesudah kepergianku nanti selalu meminta ampunan sebagai ganti dariku dengan memohon perlindungan sebagai berikut:
Sungguh malang, sungguh rugi, dan sungguh menyesal! Aku telah membuang-buang usiaku, hidupku, sehatku, dan masa mudaku dalam kubangan maksiat dan dosa yang sementara dan berbahaya yang di masa tua dan sakitku mewariskan derita dan bencana. Dengan beban yang berat, wajah yang kusam, dan kalbu yang sakit aku mendekatkan diri ke pintu kubur untuk berpisah selamanya dengan dunia yang fana.
No Voice