Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 217
(1-357)
Lewat sel seluruh sisinya ia menjadi saksi bahwa tiada Yang Mengatur secara hakiki selain Dia. Semua pengaturan berada di bawah perintah penciptaan-Nya. Andaikan ia tidak satu tentu akan muncul pengatur dalam jumlah tak terhingga. Di samping serupa mereka juga berlawanan. Di samping bebas mereka juga terikat. Meski merdeka mereka juga terbatas. Serta masih banyak lagi kemustahilan yang lainnya.

Lewat semua partikel selnya ia menjadi saksi bahwa tiada Yang Menata selain Dia. Pasalnya, kesamaan benang antar permata istimewa menunjukkan hal tersebut.

Lalu lewat eter atomnya ia menjadi saksi bahwa tiada Tuhan selain Dia. Pasalnya, kesederhanaan eter berikut diam, penantian, dan kecepatannya dalam melaksanakan perintah Tuhan menunjukkan hal tersebut.

Ketahuilah bahwa siapapun tidak berhak mengeluh dan menentang Pencipta alam. Sebab, sikap membuat ridha satu individu yang mengeluh membuat marah ribuan hukum yang ditata secara sistematis lantaran sikap buruk individu tadi. “Andaikan kebenaran mengikuti hawa nafsu mereka tentu langit dan bumi menjadi rusak.”[1]

Wahai yang mengeluh! Siapakah dirimu hingga merasa keberatan dan menjadikan kegilaanmu sebagai arsitek alam, lalu menjadikan cita rasamu yang rusak sebagai standar dalam mengukur tingkatan nikmat? Tahukah engkau bahwa apa yang dianggap sebagai musibah justru bisa jadi merupakan nikmat?! Siapakah engkau hingga merubah gerakan roda alam guna menenangkan keinginanmu yang tidak sampai seukuran sayap nyamuk dan tidak sebesar biji Tin?! Engkau memang boleh mengeluh kepada-Nya; bukan mengeluhkan-Nya. Pasalnya, engkau hanya memiliki satu bagian kecil dari dirimu. Orang yang memiliki tidaklah memiliki. Kenali batas dirimu; jangan melampauinya. Ketahuilah bahwa Zat yang berbuat dalam sel anggota tubuh tentu mempunyai gambaran tentang tubuh tersebut lalu Dia berbuat dengan melihat korelasi bagian tersebut dengan lukisan keseluruhan. Karena itu, pengaturan dalam sel berada di bawah perintah Pencipta keseluruhan entitas.

Ketahuilah! Zat yang memelihara telur kutu dan ikan, serta benih serangga dan tumbuhan dengan penuh kasih sayang, teratur dan penuh hikmah tidak mungkin mengabaikan dan tidak mencatat amalmu yang merupakan benih bagi pohon yang berbuah di akhirat nanti; sementara engkau adalah pemikul amanah dan khalifah di muka bumi. Kuatnya keinginan untuk tetap hidup dalam diri setiap makhluk menunjukkan bahwa wujud mengarah kepada keabadian lewat manifestasi nama Zat Yang Mahahidup, Menjaga, dan Abadi. Ia juga merupakan simbol dari ketentuan ilahi bahwa dalam entitas yang fana terdapat sesuatu yang kekal abadi.
----------------------------------
[1] Q.S. al-Mukminûn: 71.
No Voice