Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 218
(1-357)
Ketahuilah bahwa Zat yang menjaga benih tin dalam perkembangannya serta memelihara dan melindunginya agar tidak rusak lalu menjaga sejumlah kelengkapan pohon tin di dalam benih tadi dengan penuh perhatian, dan demikian pula dengan semua tumbuhan dan hewan, tidak mungkin membiarkan amal perbuatan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Ketahuilah bahwa esensi bersifat tetap dan istilahnya bisa berubah-ubah. Intinya bertahan sementara kulitnya bisa rusak. Tubuh terpelihara sementara pakaiannya akan koyak. Ruh senantiasa tetap dan tubuh terurai. “Aku” tetap muda sementara tubuh akan menua. Yang Esa tetap sementara yang banyak akan musnah. Cahaya tetap, sementara materi akan lenyap. Esensi yang tetap dari awal hingga akhir meski berganti jasad dan berpindah fase menunjukkan bahwa ia sedang melangkah menuju kematian pula. Tubuhnya akan terurai, ruhnya telanjang, dan ia pergi menuju negeri keabadian. Rambu pemeliharaan yang demikian kuat dalam materi yang pada dasarnya fana menunjukkan secara jelas dan terang bahwa hukum abadi tersebut berlaku pada esensi, cahaya, dan ruh yang satu dan sederhana yang pada dasarnya abadi.
Ketahuilah bahwa keagungan, kemuliaan, dan kemerdekaan uluhiyah menuntut masuknya segala sesuatu secara mutlak entah besar atau kecil, entah sesuatu yang paling agung atau yang paling remeh dalam wilayah kekuasaan dan pengaturan-Nya. Kehinaan dan kerendahan kondisimu tidak membuatmu keluar dari wilayah kekuasaan-Nya. Jauhmu dari-Nya tidak serta merta mengakibatkan Dia jauh darimu. Kehinaan sifatmu tidak serta merta mengakibatkan wujudmu hina. Ternodainya wajah kekuasaan Allah dalam dirimu tidak serta merta mengakibatkan alam malakutmu juga ternoda. Demikian pula keagungan Sang Pencipta tidak mengakibatkan sesuatu yang hina berada di luar kekuasaan-Nya. Sebab, keagungan yang hakiki mengharuskan peliputan dan keesaan dalam mencipta.
Ketahuilah, semakin besar materi padat semakin jauh pula ia dari sesuatu yang kecil dan semakin sulit untuk meraihnya. Adapun cahaya, semakin besar dan mulia maka ia semakin menembus berbagai tempat yang tersembunyi dan hal-hal yang halus. Semakin halus cahaya yang ada, ia semakin dapat menyingkap bagian dalam sesuatu sama seperti sinar rontgen. Jika demikian kondisi yang ada pada makhluk, apalagi cahaya segala cahaya yang berasal dari Allah Yang Wajib ada dan esa, Yang Mengetahui semua rahasia, serta Yang Menata malam dan siang. Keagungannya melahirkan sifat meliputi, menembus, dan menyeluruh.
Ketahuilah! Lihatlah kesempurnaan perhatian Alquran serta kesesuaiannya dan kedekatannya dengan pemahaman sebagian besar kalangan awam yang jumlahnya mayoritas. Dalam persoalan yang memiliki banyak tingkatan, ia menyebutkan tingkatan yang dekat dengan mereka dan lembaran yang sangat jelas dalam pandangan mereka. Jika tidak, tentu petunjuknya tersembunyi dan sulit dipahami.
Ketahuilah bahwa esensi bersifat tetap dan istilahnya bisa berubah-ubah. Intinya bertahan sementara kulitnya bisa rusak. Tubuh terpelihara sementara pakaiannya akan koyak. Ruh senantiasa tetap dan tubuh terurai. “Aku” tetap muda sementara tubuh akan menua. Yang Esa tetap sementara yang banyak akan musnah. Cahaya tetap, sementara materi akan lenyap. Esensi yang tetap dari awal hingga akhir meski berganti jasad dan berpindah fase menunjukkan bahwa ia sedang melangkah menuju kematian pula. Tubuhnya akan terurai, ruhnya telanjang, dan ia pergi menuju negeri keabadian. Rambu pemeliharaan yang demikian kuat dalam materi yang pada dasarnya fana menunjukkan secara jelas dan terang bahwa hukum abadi tersebut berlaku pada esensi, cahaya, dan ruh yang satu dan sederhana yang pada dasarnya abadi.
Ketahuilah bahwa keagungan, kemuliaan, dan kemerdekaan uluhiyah menuntut masuknya segala sesuatu secara mutlak entah besar atau kecil, entah sesuatu yang paling agung atau yang paling remeh dalam wilayah kekuasaan dan pengaturan-Nya. Kehinaan dan kerendahan kondisimu tidak membuatmu keluar dari wilayah kekuasaan-Nya. Jauhmu dari-Nya tidak serta merta mengakibatkan Dia jauh darimu. Kehinaan sifatmu tidak serta merta mengakibatkan wujudmu hina. Ternodainya wajah kekuasaan Allah dalam dirimu tidak serta merta mengakibatkan alam malakutmu juga ternoda. Demikian pula keagungan Sang Pencipta tidak mengakibatkan sesuatu yang hina berada di luar kekuasaan-Nya. Sebab, keagungan yang hakiki mengharuskan peliputan dan keesaan dalam mencipta.
Ketahuilah, semakin besar materi padat semakin jauh pula ia dari sesuatu yang kecil dan semakin sulit untuk meraihnya. Adapun cahaya, semakin besar dan mulia maka ia semakin menembus berbagai tempat yang tersembunyi dan hal-hal yang halus. Semakin halus cahaya yang ada, ia semakin dapat menyingkap bagian dalam sesuatu sama seperti sinar rontgen. Jika demikian kondisi yang ada pada makhluk, apalagi cahaya segala cahaya yang berasal dari Allah Yang Wajib ada dan esa, Yang Mengetahui semua rahasia, serta Yang Menata malam dan siang. Keagungannya melahirkan sifat meliputi, menembus, dan menyeluruh.
Ketahuilah! Lihatlah kesempurnaan perhatian Alquran serta kesesuaiannya dan kedekatannya dengan pemahaman sebagian besar kalangan awam yang jumlahnya mayoritas. Dalam persoalan yang memiliki banyak tingkatan, ia menyebutkan tingkatan yang dekat dengan mereka dan lembaran yang sangat jelas dalam pandangan mereka. Jika tidak, tentu petunjuknya tersembunyi dan sulit dipahami.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence