Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 221
(1-357)
Ketahuilah! Sebagian besar pengetahuan, postulat, dan aksioma manusia dibangun di atas sesuatu yang telah dikenal dan dekat dengannya. Ia terhampar di atas kebodohan rangkap. Landasannya berisi kerusakan yang hebat. Karena itu, ayat-ayat Alquran mengarahkan pandangan manusia kepada berbagai kebiasaan yang mereka kenal. Cahaya bintang Alquran menembus hijab kebiasaan tersebut serta menarik perhatian manusia, mencondongkan kepalanya, dan memperlihatkan kepadanya berbagai hal luar biasa di balik sesuatu yang telah mereka kenal sebelumnya.

Ketahuilah! Keselarasan bahkan adanya komunikasi sekalipun tidak serta merta menunjukkan kesamaan, kedekatan, dan kemiripan. Tetesan air hujan dan bunga dari buah memiliki keselarasan dan hubungan dengan mentari.[1] Karena itu, wahai manusia, jangan mengira bahwa kerendahanmu membuatmu terhijab dari perhatian Pencipta alam.

Ketahuilah! Hamparan zaman dan keterlipatannya untuk sebagian wali seperti yang dikenal sebagaimana yang terjadi pada asy-Sya’rani[2] yang membaca al-Futuhât al-Makiyyah dalam sehari dua setengah kali sebagaimana buku yang lain al-Yawaqit wal Jawahir. Hal ini tidak boleh dipandang aneh dan diingkari. Pasalnya, ia memiliki sejumlah padanan yang bisa mendekatkan kepada pemahaman. Bukankah dalam tidur engkau kadang bermimpi seolah-olah setahun berlalu hanya dalam satu malam; atau bahkan dalam sekejap. Andaikan engkau membaca Alquran sebagai ganti dari apa yang terjadi padamu berikut berbagai ucapan dan perbuatan yang kau saksikan tentu engkau akan mengkhatamkan berkali-kali pada saat itu. Dalam ketersingkapan kondisi tersebut oleh ahli kasyaf di saat terjaga, waktu menjadi terbentang, usia demikian panjang, dan ia mendekati wilayah jiwa yang tidak dibatasi oleh masa. Satu saat atau satu jam kalau dibayangkan memiliki sejumlah ukuran mil yang saling menyatu guna menjadi standar yang menunjukkan tingkat kecepatan gerakan yang terdapat dalam ciptaan Allah.
Terutama, untuk menjelaskan tingkatan kecepatan suara, cahaya, elektrik, imajinasi, cahaya akal, kekuasaan, dan ruh. Satu mil bisa terbilang berjam-jam, bisa beberapa menit, bisa beberapa detik, dan bakan bisa lebih singkat daripada itu. Hal tersebut dengan tetap memelihara hubungan antar setiap waktu dari hitungan mil pertama hingga yang terakhir. Pada satu jam terdapat putaran satu mil yang mengacu kepada sejumlah waktu yang menunjukkan gerakan terlambat.
----------------------------------
[1] Meski kecil, keduanya memiliki hubungan dan interaksi dengan mentari.
[2] (898 – 973 H) Abdul Wahhab bin Ahmad bin Ali al-Hanafi asy-Sya’rani. Ia termasuk ulama sufi. Lahir di Kalkasyindah, Mesir, dan wafat di Kairo. Di antara tulisannya: al-Anwar al-Qudsiyyah fi Ma’rifati Adab al-Ubudiyyah, Lathâ’if al-Minan, al-Mizan al-Kubra (al-A’lam 180/4 az-Zarkali).
No Voice