Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 223
(1-357)
Bagian Kedua
Semerbak Hembusan Petunjuk Alquran
Semerbak Hembusan Petunjuk Alquran
Bismillâhirrahmânirrahîm
Mahasuci Allah! Betapa tipis hijab antara kerajaan dan alam malakut-Nya dan betapa besar jarak antara keduanya! Betapa singkat perjalanan antara dunia dan akhirat serta betapa panjang antara keduanya! Betapa halus hijab antara ilmu dan kebodohan dan betapa tebal! Betapa tipis dinding pemisah antara iman dan kufur serta betapa tebal! Betapa pendek perjalanan antara ibadah dan maksiat padahal antara keduanya sama seperti antara sorga dan neraka. Betapa singkat kehidupan dunia dan betapa panjang angan-angan yang ada!
Sebagaimana antara kemarin dan hari ini terdapat hijab yang halus yang tidak menghalangi ruh untuk melewati dan menembus kemarin dan masa lalu di mana hijab tersebut bagi tubuh sejarak satu tahun atau abadi, demikian pula antara kerajaan dan alam malakut-Nya serta antara dunia dan akhirat. Antara keduanya terdapat hijab tipis dan halus bagi kaum suci dan kalangan spiritual, namun hijab tersebut demikian tebal bagi kaum yang memperturutkan hawa nafsu.
Antara siang dan malammu terdapat dinding pemisah yang halus yang berupa tertutupnya matamu di mana ketika engkau membuka mata dirimu, malammu menjadi sirna berganti menjadi siang. Jika engkau lupa diri lalu terus berada dalam kebutaan, engkau akan terus berada di waktu malam. Nah, demikian pula dengan orang yang melihat karena Allah kepada semua entitas. Semua yang dilihatnya menjadi ilmu pengetahuan. Namun, apabila ia melihat dengan kelalaian dan karena sebab, apa yang dianggap sebagai ilmu berubah menjadi kebodohan semata.
Sebagaimana antara pencahayaan Masjid Aya Sophia dan gelap gulitanya di waktu malam terdapat rentang waktu seukuran gerakan tangan terhadap tombol listrik, lalu jarak antara kemunculan kilat di angkasa dan kondisi padamnya hanya seketika, jarak antara terang dan gelapnya dunia oleh awan hitam serta kepergiannya dari langit akibat hebusan rahmat berlangsung seketika, demikian pula dengan orang yang melihat dengan cahaya iman dan tauhid. Ia melihat alam ini bercahaya, menyenangkan, dan memperlihatkan cinta, sementara seluruh bagian alam merupakan kerabat dan saudara yang hidup dan bersahabat. Namun, apabila ia dilihat dengan kacamata kekufuran seluruh bagian alam menjadi musuh dan orang asing yang mati dan liar. Alam tampak berupa tumpukan kegelapan, sementara ia sendiri berada dalam lautan yang gelap yang diliputi oleh kegelapan di mana di atasnya terdapat ombak yang apabila tangan dikeluarkan nyaris tak terlihat.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence