Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 220
(1-357)
Ketahuilah! Sebagaimana penulis kata pasti merupakan penulis hurufnya, penulis baris kalimat pasti merupakan penulis halaman, serta penulis halaman pasti penulis buku, demikian pula Pencipta semut sudah pasti Pencipta jenis hewan, Pencipta hewan pasti Pencipta bumi, dan Pencipta bumi sudah pasti merupakan Pencipta semesta alam.

Di antara petunjuk rububiyah yang bersifat mutlak dan umum adalah penulisan kata, kalimat, dan buku dalam sebuah huruf besar untuk menunjukkan totalitas perasaan dan jangkauan sebagaimana penciptaan ikan dalam huruf lautan, penciptaan binatang bumi dalam baris pohon, serta penciptaan hewan dalam titik bumi. Dalam setiap tempat semut disangka diam, terabaikan, dan tersia-siakan sehingga sebagian ciptaan seperti gambaran huruf Yasin yang di dalamnya ditulis surat Yasin.

Ketahuilah bahwa bintang-gemintang serta pantulan cahaya mentari secara umum sama. Tuhannya tentu bukan berasal dari mereka. Namun, Tuhan Pemelihara salah satunya adalah Tuhan Pemelihara keseluruhannya sekaligus Tuhan Pemelihara segala sesuatu.[1]

Ketahuilah! Individu manusia adalah satu kelompok yang mendapat tugas. Setiap indera dari individu baik yang lahir maupun yang batin memiliki ibadah khusus, atau kesesatan yang khusus pula. Sebagaimana sujudnya kepala kepada selain Allah merupakan kesesatan, demikian pula sujudnya imajinasi penyair dengan keraguan yang melampaui batas dan cinta yang keterlaluan dalam memuji selain Allah merupakan kesesatan yang membuat imajinasi tadi fasik. Ini juga berlaku kepada yang lain.

Ketahuilah! Di antara sebab kesesatan yang paling umum adalah pikiran manusia di mana sesuatu yang biasa dianggap sebagai pengetahuan. Padahal, sesuatu yang biasa dihadapi mengandung kebodohan rangkap. Lantaran telah biasa, manusia tidak lagi memperhatikan berbagai kebiasaan yang terus berlangsung padahal ia merupakan mukjizat kekuasaan Allah yang luar biasa. Manusia tidak memfokuskan perhatian kecuali kepada berbagai bentuk manifestasi yang langka. Hal ini sama seperti orang yang tidak memperhatikan keseluruhan lautan berikut hewan yang berada di dalamnya kecuali ombak akibat terpaan angin dan kilau akibat sinar mentari. Kedua kondisi tersebut sudah cukup menjadi bukti keagungan Pemilik dan Pencipta lautan.
--------------------------------
[1] Dalam edisi pertama disebutkan, “Wahai manusia jika jujur, tentu engkau tidak akan merasa kesal dengan kutu, nyamuk dan sejenisnya. Pasalnya, dengan pasrah semua buah dan hewan bersabar dimakan olehmu. Nah, adalah adil jika engkau juga bersabar mendapatkan pembalasan yang paling ringan yang dilakukan oleh sejumlah hewan pengganggu. Sebab, luka dibalas dengan luka.”
No Voice