Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 227
(1-357)
Buahnya yang paling bercahaya, yang paling bersinar, yang paling utama, yang paling baik, yang paling indah, yang paling agung, yang paling mulia, yang paling halus, yang paling mencakup, dan yang paling bermanfaat adalah Muhammad saw, junjungan seluruh rasul, imam orang bertakwa, dan kekasih Pemelihara alam semesta. Beliau adalah sosok yang dimikrajkan di mana penglihatannya tidak menyimpang. Beliau adalah orang yang bulan terbelah untuknya. Biawak, kadal, serigala, batang pohon, unta, gunung, batu, tanah dan pohon, berbicara dengannya. Air memancar dari jari-jemari beliau seperti telaga al-Kautsar. Beliau adalah manusia terbaik, kumpulan hakikat keimanan, wujud manifestasi kebaikan, tempat turunnya rahasia Tuhan, pemimpin rombongan nabi dan shiddiqin, makhluk terbaik, pembawa panji kemuliaan tertinggi dengan tauhid, pemilik keagungan termulia dengan Islam, saksi rahasia azali, sosok yang menyaksikan cahaya pendahulu, sumber ilmu dan hikmah, pewujud tingkat pengabdian tertinggi, pengusung akhlak kedudukan mulia, serta kekasih agung dan mulia. Semoga salawat dan salam, penghormatan paling suci, dan keberkahan paling mulia tercurah kepada beliau sepanjang keberadaan langit dan bumi.
Raihlah tanganku wahai junjungan para rasul.
Engkaulah harapan wahai cahaya kemurahan Allah yang terang
Aku hanya bernisbah kepadamu wahai junjunganku.
Dalilku adalah tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Tuhanku, aku ingin dan berharap memiliki ribuan lisan yang beristigfar sebagai ganti dariku hingga hari kiamat. Wujudkanlah wahai Tuhan! Salinlah risalahku pada tahun ini untukku seraya meminta ampunan dan mengirimkan salawat kepada Nabi saw sebagai ganti dariku sepanjang pena dan tulisannya masih ada.
Wahai Tuhanku, dosa telah membuatku bisu. Banyaknya maksiat telah membuatku malu. Hebatnya kelalaian telah melemahkan suaraku. Karena itu, kuketuk pintu rahmat-Mu sambil menyeru di depan pintu ampunan-Mu dengan suara junjunganku dan peganganku, Syeikh Abdul Qadir al-Jilani. Semoga Allah menyucikan jiwa dan seruannya yang mustajab dan disenangi oleh penjaga pintu.
Wahai Zat yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, wahai Zat yang di tangan-Nya tergenggam kerajaan segala sesuatu, wahai Zat yang tidak bisa ditimpa bahaya dan diberi manfaat oleh siapapun, yang tidak bisa dikalahkan, yang tiada yang tersembunyi dari-Nya, Zat yang tidak membutuhkan pertolongan siapapun, tidak disibukkan oleh sesuatu dari yang lain, yang tidak diserupai oleh apapun, serta tidak dilemahkan oleh siapapun, ampunilah diriku dalam segala hal sehingga Engkau tidak menuntutku dari sesuatu. Wahai Zat yang menggenggam ubun-ubun segala sesuatu, yang di tangan-Nya tergenggam kunci segala sesuatu. Wahai Zat yang Pertama sebelum segala sesuatu ada, Yang terakhir sesudah segala sesuatu berakhir, Yang Maha Terlihat di atas segala sesuatu, Yang Maha Tersembunyi di balik segala sesuatu, Yang Maha Memaksa atas segala sesuatu, ampunilah diriku! Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, Meliputi segala sesuatu, Melihat segala sesuatu, Menyaksikan segala sesuatu, mengamati segala sesuatu, Mahahalus terhadap segala sesuatu, Maha Mengetahui segala sesuatu, ampunilah segala dosa dan kesalahanku sehingga Engkau tidak menuntutku dari sesuatu. Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
No Voice