Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 238
(1-357)
Dia membungkus substansinya dengan baju sebanyak hijab pemeliharaan Tuhan agar bisa naik dengan cara menitinya. Dia menanamkan dalam dirinya perangkat pengetahuan dalam bentuk menakjubkan di mana ingatan yang berada dalam benih kecil bagaikan alam yang luas. Perangkat tersebut terus berjalan di dalam benih tadi tanpa pernah sampai ke tepinya. Namun demikian alam besar ini seringkali terasa sempit bagi benih tersebut. Alam ini berada dalam jangkauannya. Benih ini mencakup keseluruhan alam berikut semua medan putarannya dan kantor-kantor investigasinya. Mahasuci Zat yang mengecilkan ukurannya dalam bentuk tak terhingga dalam esensinya yang besar tak terkira.
Dari rahasia ini engkau dapat memahami perbedaan tingkatan manusia. Di antara manusia ada yang tenggelam dalam partikel kecil. Di antara manusia ada yang digenangi oleh dunia. Lalu, kadangkala manusia dengan salah satu kunci yang diberikan kepadanya dapat membuka alam luas lewat makhluk yang demikian banyak yang terhampar padanya. Iapun tersesat di dalamnya tanpa pernah sampai kepada keesaan dan tauhid kecuali dengan sangat susah. Terkait dengan substansi dan perjalanan spritualnya manusia memiliki sejumlah tingkatan. Dalam satu tingkatan ia bisa dengan mudah mengarah kepada tauhid. Dalam tingkatan lain, ia diliputi oleh kelalaian dan ilusi di mana ia berada dalam kesulitan sehingga tenggelam secara total dalam pluralitas sehingga lupa kepada keesaan.
Kaum berperadaban yang menganggap kejatuhan sebagai sebuah kemajuan, kebodohan rangkap sebagai sebuah keyakinan, ketenggelaman dalam tidur panjang sebagai kesadaran, berada dalam tingkatan yang rendah tersebut. Mereka jauh lebih rendah dari kalangan badui dalam menangkap hakikat iman.
Ketahuilah bahwa wâhidiyyah menunjukkan bahwa nama-Nya meliputi segala sesuatu, sementara ahadiyyah menunjukkan bahwa segala sesuatu hidup di mana ia mengarah kepada setiap nama yang memiliki kaitan dengan alam. Penampakan lewat sifat wahidiyyah adalah dengan peliputan-Nya terhadap segala sesuatu, sementara lewat sifat ahadiyyah adalah dengan memperlihatkan segala sesuatu kepada seluruh nama.
Ketahuilah bahwa sebagian besar wujud keagungan-Nya memperlihatkan nama-nama kepada semua alam, fakultas, spesies, dan kelompok. Kedermawanan mutlak dalam spesies termasuk wujud keagungan tersebut. Cermin keindahan yang paling tampak adalah ukiran bagian-bagian alam. Keindahan setiap individunya serta kebeningan cerminnya tampak dengan kemunculan makhluk serupa secara terus-menerus dalam memperbanyak anggota. Kerapian dan keteraturan yang paling indah dalam setiap individu termasuk wujud keindahan-Nya, Demikianlah, keagungan-Nya tampak dari manifestasi wahidiyah Tuhan. Sementara, keindahan-Nya tampak dari manifestasi ahadiyah Tuhan. Kadangkala keindahan-Nya tampak dari keagungan-Nya sebagaimana keagungan-Nya tampak dari keindahan-Nya. Betapa indah keagungan Tuhan dalam bingkai keindahan-Nya dan betapa indah keindahan Tuhan dalam bingkai keagungan-Nya.
Ketahuilah! Penyaksian mata fisik terhadap ciptaan yang demikian rapi tanpa disertai penyaksian mata hati terhadap Penciptanya bisa karena mata hatinya tidak ada atau sudah buta, atau karena tidak mampu menggambarkannya. Jika tidak, berarti ia lebih ingkar daripada pengingkaran penyaksian mata.
Dari rahasia ini engkau dapat memahami perbedaan tingkatan manusia. Di antara manusia ada yang tenggelam dalam partikel kecil. Di antara manusia ada yang digenangi oleh dunia. Lalu, kadangkala manusia dengan salah satu kunci yang diberikan kepadanya dapat membuka alam luas lewat makhluk yang demikian banyak yang terhampar padanya. Iapun tersesat di dalamnya tanpa pernah sampai kepada keesaan dan tauhid kecuali dengan sangat susah. Terkait dengan substansi dan perjalanan spritualnya manusia memiliki sejumlah tingkatan. Dalam satu tingkatan ia bisa dengan mudah mengarah kepada tauhid. Dalam tingkatan lain, ia diliputi oleh kelalaian dan ilusi di mana ia berada dalam kesulitan sehingga tenggelam secara total dalam pluralitas sehingga lupa kepada keesaan.
Kaum berperadaban yang menganggap kejatuhan sebagai sebuah kemajuan, kebodohan rangkap sebagai sebuah keyakinan, ketenggelaman dalam tidur panjang sebagai kesadaran, berada dalam tingkatan yang rendah tersebut. Mereka jauh lebih rendah dari kalangan badui dalam menangkap hakikat iman.
Ketahuilah bahwa wâhidiyyah menunjukkan bahwa nama-Nya meliputi segala sesuatu, sementara ahadiyyah menunjukkan bahwa segala sesuatu hidup di mana ia mengarah kepada setiap nama yang memiliki kaitan dengan alam. Penampakan lewat sifat wahidiyyah adalah dengan peliputan-Nya terhadap segala sesuatu, sementara lewat sifat ahadiyyah adalah dengan memperlihatkan segala sesuatu kepada seluruh nama.
Ketahuilah bahwa sebagian besar wujud keagungan-Nya memperlihatkan nama-nama kepada semua alam, fakultas, spesies, dan kelompok. Kedermawanan mutlak dalam spesies termasuk wujud keagungan tersebut. Cermin keindahan yang paling tampak adalah ukiran bagian-bagian alam. Keindahan setiap individunya serta kebeningan cerminnya tampak dengan kemunculan makhluk serupa secara terus-menerus dalam memperbanyak anggota. Kerapian dan keteraturan yang paling indah dalam setiap individu termasuk wujud keindahan-Nya, Demikianlah, keagungan-Nya tampak dari manifestasi wahidiyah Tuhan. Sementara, keindahan-Nya tampak dari manifestasi ahadiyah Tuhan. Kadangkala keindahan-Nya tampak dari keagungan-Nya sebagaimana keagungan-Nya tampak dari keindahan-Nya. Betapa indah keagungan Tuhan dalam bingkai keindahan-Nya dan betapa indah keindahan Tuhan dalam bingkai keagungan-Nya.
Ketahuilah! Penyaksian mata fisik terhadap ciptaan yang demikian rapi tanpa disertai penyaksian mata hati terhadap Penciptanya bisa karena mata hatinya tidak ada atau sudah buta, atau karena tidak mampu menggambarkannya. Jika tidak, berarti ia lebih ingkar daripada pengingkaran penyaksian mata.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence