Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 240
(1-357)
Ketahuilah! Hakikat menyerupai bentuk lahiriah meskipun jarak antara keduanya sangat jauh. Misalnya, tauhid orang awam yang bersifat lahiriah cukup kuat tanpa harus diperkuat dan tanpa ada sesuatupun yang dinisbatkan kepada selain Allah. Penafian sesuatu selain Allah bersifat mudah dan sederhana. Adapun tauhid ahli hakikat menjadi kuat dengan cara menetapkan dan menisbatkan segala sesuatu yang terlihat. Ia melihat di dalamnya terdapat tanda Allah serta ia membaca padanya stempel Allah. Penetapan ini menetapkan kehadiran dan meniadakan kelalaian.
Ketahuilah! Di antara hikmah mengapa orang kafir yang dengan makna formal dan sengaja menghadapkan diri kepada kehidupan dunia diberi penangguhan adalah pengabdiannya untuk memperlihatkan beragam nikmat Allah Swt yang terwujud lewat konstruksi penciptaan meski ia sendiri tidak merasa. Selain itu, pengaturannya terhadap berbagai keindahan ciptaan Allah meski ia sendiri tidak memahami; lalu penampakan kreasi Allah yang menakjubkan lewat bentuk yang menarik perhatian meski ia sendiri tidak menyadari. Kondisinya sama seperti jam yang memberitahukan hitungan jam kepadamu sementara ia sendiri tidak menyadari apa yang sedang dikerjakannya.
Ketahuilah! Orang yang mendapat taufik dapat pergi dari alam lahir menuju hakikat tanpa harus melewati dinding tarekat. Aku melihat di dalam Alquran sebuah jalan menuju hakikat tanpa tarekat yang dikenal. Begitulah aku menyaksikan sebuah jalan yang mengantarkan kepada berbagai pengetahuan yang dituju tanpa harus melewati dinding pengetahuan yang bersifat otomatis.
Ya, di antara sifat rahmat adalah engkau berbuat baik kepada generasi masa kini—yang berjalan dengan cepat—dengan memberikan sebuah jalan yang singkat dan selamat.
Ketahuilah! Sebagaimana wujud dan kehidupan sesuatu merupakan petunjuk yang sangat jelas tentang keberadaan Zat Yang Menghadirkannya berikut sifat-sifat-Nya, serta merupakan tanda cemerlang bahwa Dia adalah esa, dan merupakan bukti kuat yang memutus semua tangan sebab, demikian pula dengan fana dan kematian sesuatu dalam kemunculan kembali makhluk yang serupa dengannya. Ia merupakan petunjuk yang jelas mengenai keabadian Zat Yang Memulai dan Mengembalikan, Yang Mewarisi dan Membangkitkan. Ia juga menjadi dalil yang terang bahwa Dia tidak memiliki sekutu. Dengan kata lain, tidak ada sesuatupun yang mempunyai bagian dalam mencipta dan menghadirkan. Serta hal itu menjadi bukti yang memutus adanya pengaruh sesuatu pada dirinya.
Kesimpulannya, kehidupan ini bertutur bahwa tiada Tuhan selain Dia semata di mana ia menolak sebab. Sementara, kematian bertutur bahwa tiada Tuhan selain Dia tanpa ada sekutu bagi-Nya di mana ia menolak diri.
Ketahuilah! Di antara tugas kehidupan manusia adalah menyaksikan penghormatan makhluk kepada Pemberi kehidupan sekaligus bersaksi atasnya. Yakni menyaksikan ibadah yang dilakukan semua makhluk serta bersaksi atasnya sekaligus memproklamirkannya seolah-olah ia mewakili keseluruhan. Lisan mereka memberitahukan kepada semua lewat amal semua dalam memproklamirkan di hadapan Tuhan mereka.
No Voice