Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 244
(1-357)
Ketahuilah wahai jiwa yang mencintai diri sendiri yang bersandar pada lahiriah eksistensi. Engkau merasa cukup dengan satu tetes fatamorgana dari laut air kehidupan. Engkau merasa cukup dengan kilau yang lemah dalam satu malam yang gelap dari mentari di pertengahan siang. Kemunculan wujudmu dibandingkan dengan wujud Penciptamu sama seperti jumlah jiwamu yang satu dibandingkan dengan seluruh entitas dalam partikel-partikelnya. Pasalnya, dirimu menunjukkan wujud dirimu hanya dari satu sisi dan seukuran tubuhmu, sementara ia menunjukkan wujud Penciptanya dari berbagai sisi yang tak terhingga disertai petunjuk masing-masing entitas terhadap keberadaan wujud Penciptanya dari berbagai sisi tak terhingga pula. Karena itu, keberadaan wujud-Nya pada dirimu jauh lebih jelas daripada wujudmu sebanding dengan besarnya alam dan kecilnya dirimu.
Adapun cintamu pada dirimu karena ia merupakan tempat simpanan kenikmatanmu, pusat wujudmu, ladang kepentinganmu dan yang lebih dekat denganmu, maka engkau telah tertipu dengan bayangan yang sementara sehingga lupa kepada pokok yang asli dan sempurna. Jika engkau mencintai dirimu lantaran sebuah kenikmatan yang bersifat sementara, engkau harus mencintai Zat yang memberimu kenikmatan abadi tak terkira, yang melimpahkan kepada semua pihak yang engkau senang jika mereka bahagia berbagai kenikmatan yang membahagiakan mereka.
Jika dirimu merupakan pusat wujud dan eksistensimu, Tuhanmulah yang menghadirkanmu bersama dengan wujud segala sesuatu yang memiliki kaitan dengan wujudmu. Jika dirimu merupakan sumber kepentinganmu, Pemberi rezeki padamu adalah Zat yang menggenggam segala kebaikan. Dia pemberi manfaat yang abadi. Di sisi-Nya ada kemaslahatanmu dan kemaslahatan semua orang yang kemaslahatan mereka berimbas padamu.
Jika dirimu yang paling dekat denganmu, Penciptamu lebih dekat kepadanya. Pasalnya, tangan-Nya sampai darinya menuju sesuatu di mana dirimu, perasaanmu, serta cintamu tak bisa mencapainya yang berada di kedalamannya. Karena itu, semua cinta yang terbagi atas seluruh wujud berikut cintamu kepada dirimu harus menyatu untuk dipersembahkan Kekasih hakiki.
Ketahuilah! Di antara yang menghijabmu dari Allah dan membuatmu terus dalam keadaan lalai adalah terbatasnya pandanganmu yang parsial pada sisi tertentu sehingga membenarkan bahwa kemunculannya berasal dari sebab-sebab yang lemah. Adapun apabila ia mengangkat kepala lalu mengarahkan pandangannya kepada keseluruhan secara total, ia tidak akan membenarkan kalau sesuatu yang paling remeh bersumber dari sebab yang paling besar sekalipun.
Sebagai contoh, bisa jadi engkau menisbatkan rezekimu kepada sejumlah sebab. Kemudian jika engkau melihat bumi kosong dan miskin di musim dingin, lalu ia menjadi penuh berhias rezeki yang dimatangkan oleh qudrat-Nya dalam rimbunan pohon dan taman, dari sana engkau yakin bahwa Pemberi rezeki kepadamu pastilah Zat yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk dengan cara menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati.
No Voice