Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 246
(1-357)
Ketahuilah! Dunia merupakan indeks akhirat. Di dalamnya terdapat isyarat dan petunjuk tentang berbagai persoalan penting. Di antaranya cita rasa dalam rezeki yang bersifat fisik. Yang memasukkan ke dalam wujudmu indera dan daya rasa, organ dan perangkat, serta berbagai sarana untuk bisa merasakan semua jenis nikmat fisik-Nya dan mengetahui berbagai manifestasi nama-Nya yang terwujud secara fisik di dunia yang fana dan hina ini di mana ia tidak nikmat dan bukan untuk kenikmatan, semua itu lewat kreasi yang penuh hikmah ini menunjukkan Pemilik perasaan dan cita rasa yang menyiapkan untuk tamu hamba-Nya satu hidangan jasmani yang sesuai dengan kondisi abadi di istana yang dari bawahnya mengalir sejumlah sungai dengan kekal di dalamnya.
Ketahuilah wahai Said yang lemah dan cemas. Rasa cemas dan cinta jika menghadap kepada makhluk, ia menjadi bencana yang menyakitkan. Cinta tadi menjadi derita yang menyesakkan. Pasalnya, engkau takut kepada orang yang tidak mengasihimu atau tidak mendengar pintamu. Engkau juga mencintai orang yang tidak mengenalmu atau merendahkanmu karena cinta tadi, atau tidak menyertaimu. Bahkan meninggalkanmu betapapun kondisimu. Karena itu, alihkan keduanya dari dunia berikut isinya menuju Penciptamu Yang maha Pemurah dan Maha Penyayang agar rasa cemasmu berubah menjadi ketundukan yang nikmat dengan bersimpuh kepada sumber rahmat laksana senangnya anak kecil akibat rasa takut yang membuatnya memeluk ibunya yang penuh kasih sayang. Cintamu juga berubah menjadi kebahagiaan abadi yang tidak akan sirna, hina, berdosa, dan mendatangkan derita.
Ketahuilah! Wahai manusia, engkau adalah buah atau benih pohon penciptaan. Dengan fisikmu engkau adalah bagian kecil dan lemah, tak berdaya dan hina, terikat dan terbatas. Hanya saja Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana menaikkanmu lewat kelembutan kreasinya dari bagian parsial menuju keseluruhan yang bersifat komprehensif.
Dengan memasukkan kehidupan ke dalam fisikmu, Dia membebaskanmu dari rantai parsialitas secara umum lewat perjalanan mata-mata inderamu yang terhampar di alam nyata untuk mendapat nutrisi maknawi mereka. Lalu, dengan memberikan sisi kemanusiaan, Dia menjadikanmu laksana keseluruhan dengan kekuatan laksana benih. Kemudian dengan anugerah Islam dan iman, Dia menjadikanmu bagaikan totalitas yang kuat. Setelah itu, dengan karunia makrifat dan cinta-Nya Dia merubahmu menjadi seperti cahaya yang komprehensif. Maka, pilihlah apa yang kau inginkan. Jika engkau memilik kekal dengan bumi dan berbagai kenikmatan jasmani, engkau menjadi bagian yang parsial, lemah, dan hina. Namun, jika engkau mempergunakan perangkat hidupmu untuk sisi kemanusiaan yang paling agung yang berupa Islam, maka engkau menjadi seperti keseluruhan yang komprehensif dan lentera pusat.
Ketahuilah! Wahai yang mencintai entitas duniawi yang hanya bisa dicapai dengan kapasitas fisikmu dan bantuan ikatanmu, engkau merasa sakit dengan seluruh perpisahan yang mendatangkan kepedihan sebagai balasan atas perbuatanmu yang mengalihkan cinta tadi tidak pada tempatnya. Jika engkau mencintai Zat Yang Mahaesa, lalu menghadapkan wajah untuk-Nya dengan ijin, pandangan, dan dengan kekuatan-Nya, engkau bersenang-senang dengan yang lainnya dalam waktu yang bersamaan tanpa pernah berpisah dan merasa gelisah. Kondisi tersebut sama dengan orang yang bernisbat kepada raja di mana setiap bagian dari kerajaannya memiliki keterkaitan dengannya. Ia mendengar dan melihat apa yang terjadi pada semua tempat dari setiap perangkat seolah-olah ia berada pada semuanya.
No Voice