Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 249
(1-357)
Ketahuilah! Sebagian besar hewan dan tumbuhan yang memiliki keturunan masing-masingnya berusaha untuk menguasai bumi guna menjadikannya sebagai masjid untuk dirinya. Ia beribadah dengan memperlihatkan nama Pencipta-nya di setiap bagian darinya dalam bentuk ibadah yang tak terhingga bagi Penciptanya yang sangat layak untuk menjadi tujuan ibadah. Engkau bisa melihat semangka dan benihnya, pohon dan benih yang terdapat dalam buahnya, ikan dan telurnya, serta burung dan telurnya. Hanya saja, sempitnya alam, serta jangkauan pengetahuan Zat Yang Mengetahui hal gaib dan nyata terhadap apa yang terjadi, yang sedang terjadi, yang belum terjadi, serta kalaupun terjadi bagaimana terjadi, semua itu mengharuskan penerimaan ibadahnya berikut niatnya yang menyatu dalam benihnya.
Ketahuilah! Penyebutan Alquran terhadap sebagian tujuan yang mengacu kepada manusia adalah untuk mengingatkan; bukan untuk pembatasan. Yakni, untuk mengarahkan pandangannya pada adanya kecermatan dalam manfaat sistem sesuatu yang memiliki tujuan, serta dalam keteraturannya yang menunjukkan nama-nama Penciptanya. Pasalnya, mempunyai perhatian dengan sesuatu yang terkait dengannya. Ia mengutamakan partikel yang kembali kepadanya daripada mentari yang tidak kembali kepadanya. Misalnya,
Dan telah Kami tetapkan sejumlah manzilah (kedudukan) bagi bulan.[1]
Agar dengan itu kalian mengetahui jumlah tahun dan perhitungannya.[2]
Ini adalah salah satu tujuan dari ribuan tujuan penetapan bulan. Jadi bukan untuk pembatasan. Dengan kata lain, ia diciptakan untuk ini semata. Namun, apa yang terlihat oleh kalian adalah bagian dari buahnya.
Ketahuilah bahwa di antara cetakan-Nya yang tak bisa ditiru, stempel-Nya yang hanya dimiliki oleh-Nya, serta di antara petunjuk tauhid yang paling cemerlang dalam qudrat yang tak terbatas, serta pengetahuan yang tak terhingga dalam tindakan-Nya yang bersifat mutlak, kerapian yang bersifat mutlak, dan kemudahan mutlak, adalah penciptaan beragam hal yang tak terhingga dari satu hal yang sederhana. MIsalnya tumbuhan yang beragam yang berasal dari tanah serta beragam organ hewan yang berupa darah, daging, tulang, dan yang lainnya yang berasal dari satu nutrisi sederhana. Begitu pula penciptaan sesuatu dari berbagai spesies yang tak terhingga. Contohnya tubuh manusia yang berasal dari ragam makanan yang tak terbatas.
Mahasuci Zat Yang Mahakuasa menjadikan sesuatu sebagai segala sesuatu, serta menjadikan segala sesuatu menjadi sesuatu.
Ketahuilah! Dalam ayat yang berbunyi, “Apakah Kami yang menanam,” terdapat rahasia dan perumpamaan yang agung. Sebagaimana engkau menjaga sejumlah benih agar tidak rusak, lalu kau simpan dan kau tanam di ladangmu, demikian pula Sang Pewaris yang membangkitkan yang menjaga yang menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati menulis buah dari amal seluruh tumbuhan dan menjaganya. Setelah itu Dia menanamnya dengan distribusi yang penuh hikmah dan pembagian yang teratur.
-----------------------
[1] Q.S. Yasin: 39.
[2] Q.S. Yunus: 5.
Ketahuilah! Penyebutan Alquran terhadap sebagian tujuan yang mengacu kepada manusia adalah untuk mengingatkan; bukan untuk pembatasan. Yakni, untuk mengarahkan pandangannya pada adanya kecermatan dalam manfaat sistem sesuatu yang memiliki tujuan, serta dalam keteraturannya yang menunjukkan nama-nama Penciptanya. Pasalnya, mempunyai perhatian dengan sesuatu yang terkait dengannya. Ia mengutamakan partikel yang kembali kepadanya daripada mentari yang tidak kembali kepadanya. Misalnya,
Dan telah Kami tetapkan sejumlah manzilah (kedudukan) bagi bulan.[1]
Agar dengan itu kalian mengetahui jumlah tahun dan perhitungannya.[2]
Ini adalah salah satu tujuan dari ribuan tujuan penetapan bulan. Jadi bukan untuk pembatasan. Dengan kata lain, ia diciptakan untuk ini semata. Namun, apa yang terlihat oleh kalian adalah bagian dari buahnya.
Ketahuilah bahwa di antara cetakan-Nya yang tak bisa ditiru, stempel-Nya yang hanya dimiliki oleh-Nya, serta di antara petunjuk tauhid yang paling cemerlang dalam qudrat yang tak terbatas, serta pengetahuan yang tak terhingga dalam tindakan-Nya yang bersifat mutlak, kerapian yang bersifat mutlak, dan kemudahan mutlak, adalah penciptaan beragam hal yang tak terhingga dari satu hal yang sederhana. MIsalnya tumbuhan yang beragam yang berasal dari tanah serta beragam organ hewan yang berupa darah, daging, tulang, dan yang lainnya yang berasal dari satu nutrisi sederhana. Begitu pula penciptaan sesuatu dari berbagai spesies yang tak terhingga. Contohnya tubuh manusia yang berasal dari ragam makanan yang tak terbatas.
Mahasuci Zat Yang Mahakuasa menjadikan sesuatu sebagai segala sesuatu, serta menjadikan segala sesuatu menjadi sesuatu.
Ketahuilah! Dalam ayat yang berbunyi, “Apakah Kami yang menanam,” terdapat rahasia dan perumpamaan yang agung. Sebagaimana engkau menjaga sejumlah benih agar tidak rusak, lalu kau simpan dan kau tanam di ladangmu, demikian pula Sang Pewaris yang membangkitkan yang menjaga yang menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati menulis buah dari amal seluruh tumbuhan dan menjaganya. Setelah itu Dia menanamnya dengan distribusi yang penuh hikmah dan pembagian yang teratur.
-----------------------
[1] Q.S. Yasin: 39.
[2] Q.S. Yunus: 5.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence