Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 250
(1-357)
Dia membagi sejumlah benih tersebut ke berbagai penjuru tidak hanya berkumpul di pangkalnya. Setelah itu, Dia menebarkan daun dan bunganya sehingga menjadi seperti bunyi ayat, “Apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dihamparkan.”[1] Maka, perhatikan dengan maksimal agar engkau mampu menjaga sejumlah benih hingga menuju penjagaan Sang Penjaga mutlak yang sempurna dalam menjaga kotak-kotak yang tak terhingga yang berisi daftar isi induknya yang ditetapkan berdasarkan garis takdir.

Penjagaan tersebut tentu saja tidak bekerja sesukanya lalu mati dan istirahat. “Apakah manusia mengira dibiarkan begitu saja.”[2] Tidak. Tetapi semua perbuatannya baik yang kecil maupun besar akan dihisab.

Ketahuilah! Di antara tugas kehidupan manusia adalah memahami sifat-sifatnya, urusannya, serta kondisi sesama jenisnya sebagai manusia untuk mengetahui sifat-sifat Penciptanya. Adapun memahami hal-hal besar yang terkait dengan persoalan kebangkitan dan akhirat, perbuatan-Nya di hari kiamat, serta bagaimana membangkitkan orang mati, maka untuk memahaminya dibutuhkan sikap tunduk dengan menjadikan kebangkitan musim semi dan kiamat musim gugur sebagai analogi bagi urusan-Nya di kiamat besar nanti. Perhatikanlah musim semi agar di dalamnya engkau bisa melihat penjelasan dari ayat-ayat seperti, “Apabila matahari digulung.”[3]

Ketahuilah! Di antara keagungan jangkauan Islam adalah pilar dinding-dindingnya yang membentang dari sifat-sifat Pemilik Arasy yang paling tinggi berikut berbagai persoalan penciptaan Arasy, langit, bumi, dan malaikatnya hingga lintasan-lintasan pikiran kalbu berikut dipenuhinya ruang antara keduanya dengan rambu-rambu yang kokoh dan kuat.

Bismillâhirrahmânirrahîm

Janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.[4]

Ketahuilah![5] Wahai yang mengajak kaum muslimin kepada kehidupan duniawi yang merupakan permainan dalam tidur dan senda gurau, serta mendorong mereka untuk keluar dari wilayah kebaikan yang memadai[6] yang Allah halalkan menuju wilayah dosa yang Allah haramkan di mana engkau memaksa mereka meninggalkan sebagian syiar agama atau bahkan meninggalkan agama. Perbuatanmu terhadap mereka[7] sama seperti orang mabuk yang tidak bisa membedakan antara singa yang buas dan kuda yang jinak, tidak bisa membedakan antara tiang eksekusi dan perangkat bermain anak-anak yang terbuat dari tali yang bergerak di udara. Serta tidak bisa membedakan antara luka yang mengaga dan bunga mawar yang merekah. Namun, ia menduga singa sebagai kuda, tiang eksekusi sebagai tali mainan, dan luka sebagai bunga mawar.
-------------------------------
[1] Q.S. at-Takwir: 10.

[2] Q.S. al-Qiyamah: 36.

[3] Q.S. at-Takwir: 1.

[4] Q.S. Luqman: 33.

[5] Pelajaran ketiga dari risalah “Pengantar Menuju Cahaya.”

[6] Untuk kesenangan mereka yang bersih dan mubah secara syariat.

[7] Contoh ini secara sangat jelas diuraikan pada “kalimat ketujuh”.
No Voice