Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 247
(1-357)
Maka, pelayan tadi mendengar dengan pendengaran majikannya dan melihat dengan penglihatannya lewat perangkat komunikasi dan audio visual dengan suara dan gambar yang bagus yang terdapat pada tempat kekuasaannya yang jauh.
Ketahuilah! Wahai yang ingin mengetahui berita seperti bulan di mana andaikan engkau diberitahu bahwa jika mau mengorbankan setengah usiamu tentu ada yang turun dari bulan untuk memberitahumu bahwa di bulan terdapat ini dan itu. Ia juga memberitahukan kepadamu hakikat masa depanmu. Tentu dalam kondisi demikian engkau mau berkorban tanpa pernah menyesal.[1]
Seseorang datang kepadamu memberitahukan tentang zat-Nya di mana bulan hanyalah seperti lalat yang terbang di sekitar penggilingan. Ia terbang di sekitar lentera atap rumah-Nya yang dipersiapkan untuk para hambanya yang sedang musafir. İa juga memberikan informasi tentang alam keabadian, kehidupan abadi, hakikat fundamental, dan berbagai persoalan besar di mana yang paling kecil darinya lebih besar daripada terbelahnya bumi bersama bulan. Engkau bisa memperhatikan surat at-Takwir atau surat al-infithar, serta yang lainnya. Ia juga memperlihatkan kepadamu jalan yang lurus menuju keesaan di mana jalan tersebut menyelamatkanmu sehingga tidak tercerai berai dalam kesesatan pluralitas. Ia ulurkan padamu tali buhul yang kuat dan rantai arasy di mana semua orang yang berpegang padanya tidak akan tenggelam dalam gelapnya alam sebab. Ia memberimu air kehidupan yang berasal dari sumber mata air iman terhadap kehidupan abadi sehingga engkau tidak terbakar oleh api perpisahan dengan semua yang kau cintai. Ia memberitahukan kepadamu tentang hal-hal yang diridhai oleh Tuhan; Zat yang mentari, bulan, dan bintang terhampar dengan perintah-Nya dan bumi menjadi stabil dengan ijin-Nya. İa juga menjadi penerjemah dari komunikasi Raja azali dan abadi yang kekuasaan dan kekayaan-Nya tak terhingga. Ia juga menjadi penerjemah dari pembicaraan-Nya denganmu wahai makhluk yang sangat lemah dan papa.
Meski demikian, mengapa engkau tidak membiarkan dirimu untuk bisa memahami petunjuk Alquran? Tidak melupakan kecenderunganmu untuk memperhatikan utusan Tuhan? Mengapa engkau tidak menyambut utusan-Nya dengan penuh ketundukan dan iman? Mengapa engkau tidak ingin mengucap salawat dan salam kepadanya? Mengapa engkau tidak mau meminta informasi darinya seperti yang diminta oleh Tuhan Yang Mahakasih dan Pemilik kita Yang Maha Memberi?!
Ketahuilah! Kita melihat Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana dengan hikmah-Nya yang sempurna tanpa ada kesia-siaan dalam ciptaan-Nya menenun dari sesuatu yang hina, kecil, dan berusia singkat berbagai tenunan yang besar, berharga, mulia, dan abadi; terutama dalam menenun tumbuhan. Demikian pula dengan rahasia tidak adanya kesia-siaan, Zat Yang Mahaesa menugaskan sejumlah perangkat dan alat dengan beragam tugas; terutama yang terdapat di kepala manusia. Andaikan apa yang terdapat di kepalamu hanya mengerjakan satu tugas yang dibebankan kepadanya tentu kepalamu harus sebesar gunung Tur Sina agar bisa menampung semua pihak yang bertugas. Tidakkah engkau melihat lisan, di samping memiliki tugas-tugas lain yang besar ia menjadi alat pemeriksa berbagai simpanan kekayaan Tuhan dan semua makanan yang dimakan di dapur qudrat-Nya. İa memiliki banyak tugas sebanyak rasa makanan.
--------------------------------
[1] Pasalnya, manusia siap untuk memberikan setengah usianya dalam rangka mengetahui hakikat masa depannya.
Ketahuilah! Wahai yang ingin mengetahui berita seperti bulan di mana andaikan engkau diberitahu bahwa jika mau mengorbankan setengah usiamu tentu ada yang turun dari bulan untuk memberitahumu bahwa di bulan terdapat ini dan itu. Ia juga memberitahukan kepadamu hakikat masa depanmu. Tentu dalam kondisi demikian engkau mau berkorban tanpa pernah menyesal.[1]
Seseorang datang kepadamu memberitahukan tentang zat-Nya di mana bulan hanyalah seperti lalat yang terbang di sekitar penggilingan. Ia terbang di sekitar lentera atap rumah-Nya yang dipersiapkan untuk para hambanya yang sedang musafir. İa juga memberikan informasi tentang alam keabadian, kehidupan abadi, hakikat fundamental, dan berbagai persoalan besar di mana yang paling kecil darinya lebih besar daripada terbelahnya bumi bersama bulan. Engkau bisa memperhatikan surat at-Takwir atau surat al-infithar, serta yang lainnya. Ia juga memperlihatkan kepadamu jalan yang lurus menuju keesaan di mana jalan tersebut menyelamatkanmu sehingga tidak tercerai berai dalam kesesatan pluralitas. Ia ulurkan padamu tali buhul yang kuat dan rantai arasy di mana semua orang yang berpegang padanya tidak akan tenggelam dalam gelapnya alam sebab. Ia memberimu air kehidupan yang berasal dari sumber mata air iman terhadap kehidupan abadi sehingga engkau tidak terbakar oleh api perpisahan dengan semua yang kau cintai. Ia memberitahukan kepadamu tentang hal-hal yang diridhai oleh Tuhan; Zat yang mentari, bulan, dan bintang terhampar dengan perintah-Nya dan bumi menjadi stabil dengan ijin-Nya. İa juga menjadi penerjemah dari komunikasi Raja azali dan abadi yang kekuasaan dan kekayaan-Nya tak terhingga. Ia juga menjadi penerjemah dari pembicaraan-Nya denganmu wahai makhluk yang sangat lemah dan papa.
Meski demikian, mengapa engkau tidak membiarkan dirimu untuk bisa memahami petunjuk Alquran? Tidak melupakan kecenderunganmu untuk memperhatikan utusan Tuhan? Mengapa engkau tidak menyambut utusan-Nya dengan penuh ketundukan dan iman? Mengapa engkau tidak ingin mengucap salawat dan salam kepadanya? Mengapa engkau tidak mau meminta informasi darinya seperti yang diminta oleh Tuhan Yang Mahakasih dan Pemilik kita Yang Maha Memberi?!
Ketahuilah! Kita melihat Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana dengan hikmah-Nya yang sempurna tanpa ada kesia-siaan dalam ciptaan-Nya menenun dari sesuatu yang hina, kecil, dan berusia singkat berbagai tenunan yang besar, berharga, mulia, dan abadi; terutama dalam menenun tumbuhan. Demikian pula dengan rahasia tidak adanya kesia-siaan, Zat Yang Mahaesa menugaskan sejumlah perangkat dan alat dengan beragam tugas; terutama yang terdapat di kepala manusia. Andaikan apa yang terdapat di kepalamu hanya mengerjakan satu tugas yang dibebankan kepadanya tentu kepalamu harus sebesar gunung Tur Sina agar bisa menampung semua pihak yang bertugas. Tidakkah engkau melihat lisan, di samping memiliki tugas-tugas lain yang besar ia menjadi alat pemeriksa berbagai simpanan kekayaan Tuhan dan semua makanan yang dimakan di dapur qudrat-Nya. İa memiliki banyak tugas sebanyak rasa makanan.
--------------------------------
[1] Pasalnya, manusia siap untuk memberikan setengah usianya dalam rangka mengetahui hakikat masa depannya.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence