Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 245
(1-357)
Contoh lain: Bisa jadi engkau menisbatkan cahayamu yang bersifat parsial dan fisik, serta cahayamu yang bersifat khusus dan maknawi kepada sejumlah sebab lahiri. Lalu engkau berkata, “Ini kudapat dengan ilmu.”[1] Kemudian ketika engkau melihat bersambungnya cahayamu dengan cahaya siang, serta bersambungnya cahaya kalbumu dengan cahaya sumber cahaya, dari engkau meyakini bahwa tidak ada yang bisa menerangi dirimu dan menyinari kalbumu kecuali Zat yang mebolak-balikkan siang dan malam dengan menggerakkan planet dan bulan. Dia menyesatkan orang fasik yang Dia kehendaki, dan memberikan petunjuk kepada orang baik yang Dia kehendaki dengan cara menurunkan Alquran sebagai pelajaran dan ujian.

Ketahuilah wahai manusia, di hadapanmu terdapat berbagai persoalan besar yang memaksa setiap yang memiliki perasaan untuk memberikan perhatian terhadapnya.

Di antaranya adalah kematian yang merupakan saat perpisahanmu dengan semua yang dicinta, dunia berikut semua isinya.

Lalu “perjalanan” menuju keabadian dalam berbagai kengeriannya yang mencekam.

“Kelemahanmu” yang tak terkira dalam kepapahanmu yang tak terbatas dalam perjalanan yang tak berujung pada usia yang singkat dan terbatas.

Lalu, mengapa engkau pura-pura lupa dan buta dengannya seperti burung unta yang menyembunyikan kepalanya di dalam pasir lalu memejamkan mata agar tidak dilihat oleh pemburu. Sampai kapan engkau memperhatikan tetesan yang sementara dan tak peduli dengan lautan yang mencekam?!

Ketahuilah! Aku bersyukur kepada Allah yang telah membukakan untukku berbagai persoalan alam yang besar lewat bahasa yaitu perbedaan antara makna simbolik atau harfiyah dan makna hakiki. Yakni, seluruh entitas alam merupakan kata-kata yang menunjukkan kepada sejumlah makna di luarnya. Dengan kata lain, ia merupakan tulisan rabbaniyah yang menuturkan nama-nama-Nya.

Yang bersumber dari sisi pertama merupakan pengetahuan, iman, dan hikmah. Sementara yang bersumber dari sisi kedua merupakan kebodohan rangkap, kekufuran, dan filsafat yang dipoles emas.

Aku juga bersyukur kepada-Nya karena telah membukakan salah satu persoalan rububiyah yang besar untukku lewat logika. Yaitu perbedaan antara totalitas yang memiliki sisi parsial, dan keseluruhan yang memiliki bagian. Manifestasi keindahan dan ahadiyyah seperti yang pertama, sementara manifestasi keagungan dan wâhidiyyah seperti yang kedua. Lalu manifestasi kesempurnaan dan kebesaran-Nya mencakup semua. Yakni, keindahan dalam titik keagungan seperti totalitas dalam keseluruhan, serta sisi parsial dalam bagian.
---------------------------------
[1] Q.S. al-Qashash: 78.
No Voice