Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 253
(1-357)
Lalu di sisi kiriku terdapat luka dalam dan lemah tak terkira dalam menghadapi sejumlah musuh dan faktor yang membinasakan. Derita rasa takut melenyapkan nikmatnya kehidupan dunia. Namun, ketika aku mau mendengarkan seruan Alquran dengan penuh ketundukan, kelemahanku berubah menjadi sebab untuk bersandar kepada Zat Yang Mahakuasa mutlak serta bersambung dengan rahasia tawakkal yang berisi rasa aman dan selamat dari musuh. Akan tetapi, jika hal itu tidak dilakukan, aku tetap dalam kondisi gelisah di antara sejumlah musuh yang tak terhitung dan tak terhingga.

Di samping itu aku berada dalam perjalanan panjang dengan melewati kubur dan kebangkitan menuju keabadian. Pengetahuan dan akal tidak memperlihatkan cahaya yang menerangi gelapnya jalan, serta bekal perjalanan tersebut tidak memberikan rezeki kecuali yang terambil dari mentari Alquran dan simpanan Zat Yang Maha Penyayang. Jika ada sesuatu yang merintangi perjalanan, namun tidak sampai memotong jalan dengan kesesatan yang berupa jatuh dari mulut kubur dalam dahsyatnya gelap ketiadaan di mana ia lebih mengerikan dan mencekam, maka berucaplah!

Namun, jika tidak, diamlah hingga Alquran mengatakan apa yang hendak ia katakan. Ketika kelima tanda dari kitab alam yang terdapat di kepala manusia membacakan ayat yang berbunyi, “Janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.”[1] Bagaimana mungkin engkau mengikuti sang penipu? Yang memilih jalanmu hanyalah orang yang mabuk oleh politik, keinginan populer, syahwat nama baik, fanatisme ras, kebusukan filsafat, kedunguan peradaban, serta berbagai hal memabukkan lainnya. Nah, berbagai pukulan yang mengenai kepala manusia, serta berbagai kondisi yang menghantam wajahnya akan melenyapkan mabuk tersebut. Bersamaan dengan itu, manusia tidak seperti hewan yang hanya diuji dengan derita masa kini. Tetapi, kepalanya juga dihantam dengan rasa takut terhadap masa depan dan kesedihan masa lalu.

Jika engkau tidak ingin lebih malang, lebih hina, dan lebih sesat dari seluruh binatang, dengarkan dan perhatikan kabar gembira Alquran berikut ini dengan penuh keimanan,

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak merasa khawatir dan bersedih; (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Itulah kemenangan yang besar.[2]
------------------------------
[1] Q.S. Luqman: 33.
[2] Q.S. Yunus: 62-64.
No Voice