Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 346
(1-357)
Mahasuci Zat yang dipuji oleh:
Cahaya lewat sinarnya, air dan udara lewat sungai dan hembusannya;
Tanah dan tumbuhan lewat batu dan bunga’
Angkasa dan pepohonan lewat burung dan buah;
Awan dan langit lewat hujan dan bulan;
Kilau cahaya lewat penyinaran-Nya sebagai bentuk penampakan-Nya
Gelombang udara lewat hembusan-Nya sebagai bentuk penugasan-Nya.
Pancaran air lewat penghamparan-Nya sebagai bentuk penundukan-Nya. Sanjungan yang indah dan jelas bagi Yang Mahakuasa.
Dekorasi bebatuan lewat pengaturan-Nya sebagai bentuk lukisan-Nya
Senyuman bunga lewat hiasan-Nya sebagai bentuk penataan-Nya yang indah
Kemunculan buah lewat anugerah-Nya sebagai bentuk kemurahan-Nya. Pujian yang indah dan terang untuk Sang Pencipta.
Kicau burung lewat kemampuan yang diberikan-Nya sebagai bentuk kasih-Nya.
Derasnya hujan lewat penurunannya sebagai bentuk karunia-Nya.
Gerakan bulan lewat ketentuan-Nya sebagai bentuk pemutaran-Nya. Sungguh sebuah tasbih yang fasih bagi Zat Yang Mahakuasa; bahkan merupakan ayat Tuhan yang bersinar.
Mahasuci Zat yang dipuji oleh:
Langit lewat gugusan bintang dan cahaya
Cakrawala lewat mentari, bintang dan bulan.
Angkasa lewat kilat, petir, dan hujan
Bumi lewat hewan, tumbuhan, dan pohon.
Pepohonan memuji lewat dedaunan dan bunga dengan buahnya tertata rapi.
Bunga berhenti berdendang digantikan oleh buah sebagai bentuk pujian mendalam yang menebarkan cahaya.
Benih bernyanyi dalam kalbunya sebagai bentuk zikir samar yang mengumpulkan segala rahasia.
Dalam rahasianya tertulis dan terlipat sejumlah kertas kerja pohon.
Lisannya memperlihatkan butir-butir pujian bagi Sang Pembelah dan Pencipta
Semua tumbuhan memuji, beribadah, bertasbih, dan bersujud kepada Yang Mahakuasa.
Senyum tumbuhan terdapat dalam sinar bunga sebagai pujian yang tampak bagi yang melihatnya.
Mulut-mulutnya berupa bulir dan kelopak, redaksinya berupa biji dan benih di tepi yang syair-syairnya tersusun rapi.
Lisannya berupa keteraturannya dan neracanya terdapat pada ukirannya yang terang.
Kreasi dan celupannya berupa hiasan yang cemerlang.
Lewat rasa, warna, dan aromanya ia mendeskripsikan dan memuji Sang Pencipta
Pasalnya, ia menggambarkan sejumlah sifat-Nya, memperkenalkan nama-nama-Nya, serta menerangkan dengan penuh cinta kepada Yang Mahakuasa.
Gigi berupa bulir dan mata yang berupa bunga meneteskan tetesan percikan manifestasi Sang Pencipta.
Hal itu sebagai bentuk kasih kepada hamba dan perkenalan kepada makhluk, dari kegaiban-Nya dalam wujud yang jelas.
Sehingga pohon tersebut seakan bersinar.
Laksana untaian syair yang rapi dan indah.
İa membuka lewat banyak matanya yang melihat.
Atau menghias bagian-bagiannya yang hijau.
Agar Penguasanya mempersaksikan jejaknya yang bersinar
Serta memperlihatkan permatanya yang berkilau
Guna membentangkan kepada penglihatan ibarat pasukan yang meraih kemenangan.
No Voice