Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 347
(1-357)
Juga untuk memproklamirkan kepada manusia hikmah penciptaan pohon.
Lewat kekayaannya yang tersimpan dari kemurahan Tuhan Pemelihara buah.
Mahasuci Dia. Betapa baik sikap ihsan-Nya! betapa indah petunjuk-Nya! betapa jelas keterangan-Nya!
Dari sang Pencipta yang menggambar, dari Pencipta yang berkuasa, dan dari Pencipta yang memberi sinar.
Lihatlah kepada rahmat-Nya dalam musim semi-Nya untuk memperlihatkan kreasi-Nya.
Musim semi tampak menjadi hari raya bagi hamba-Nya.
Hari ketika makhluk berhias: dari pohon dari tumbuhnya.
Setiap tumbuhan muncul sesuai dengan kedudukannya.
Sebagai wujud kekuasaan Penguasanya, hadiah Pemiliknya, penantian atas perintah-Nya, yang mengabdi dengan nama-Nya, yang berbunga dan berbuah dengan ijin-Nya, ibarat hidangan yang bersih untuk tamu-Nya.
Cahaya, udara, dan tanah beserta air:
Merupakan utusan perintah-Nya dan pemikul arasy-Nya.
Dalam menyebarkan kreasi-Nya dan menyampaikan hikmah-Nya.
Arasy Ilmu dan hikmah terdapat pada cahaya
Arasy karunia dan rahmat terdapat pada air.
Arasy memelihara dan menghidupkan terdapat pada tanah.
Arasy perintah dan kehendak terdapat pada udara.
Ketahuilah bahwa semuanya—dalam perbuatannya—merupakan wujud penampakan dengan nama-Nya, penggaris bukan sumber, penerima bukan pelaku, pemikul dengan kekuatan-Nya.
Semuanya memikul apa yang dipikul dengan ijin-Nya dengan nama-Nya. Semua berbuat apa yang diperbuat dengan bantuan dan kekuatan-Nya.
Andai semua ini tidak demikian, berarti tanah, udara, dan cahaya beserta air pada setiap bagian partikel dan tetes darinya harus berisi pengetahuan, qudrat, dan kreasi tak terhingga.
Udara misalnya, ia berhembus di angkasa. Dengan setiap partikelnya, ia mengunjungi semua tumbuhan yang berkembang.
Hembusannya memperlihatkan sesuatu yang luar biasa dalam untaian mukjizat kreasi milik Zat Yang Mencipta langit.
Jika partikel yang sederhana, satu, mati, dan bodoh itu bisa menumbuhkan pepohonan, memunculkan buah, dan membentuk bunga-bunga, bahkan keseluruhan semua itu;
Lalu ia mampu memikul bumi dan dunia ini, dalam kondisi demikian Anda boleh ragu akan keesaaan-Nya yang tanpa sekutu.
Namun, jika tidak demikian, tentu kerajaan ini milik Zat yang seluruh penciptaan berada dalam genggaman qudrat-Nya, dalam genggaman hikmah-Nya.
Sebab setiap benih, tetes, dan partikel bisa menjadi hijau, buah, dan bunga. Maka, satu partikel, benih, dan tetes, jika tidak mendapat perintah Tuhan Pemelihara semesta alam yang berupa kreasi, hikmah, dan qudrat-Nya, berarti setiap ciptaan bisa memikul seluruh entitas.
No Voice