Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 163
(1-357)
Kami telah membuktikan dalam “titik, tetesan berikut lanjutannya, aroma, partikel, dan benih berikut lanjutannya” tanpa ada keraguan sedikitpun bahwa penciptaan yang luar biasa ini tidak lain bersumber dari kekuasaan Zat Yang Maha Mengetahui dan Melihat, di mana Dia memiliki seluruh sifat sempurna.
Bagaimana mungkin tangan makhluk yang lemah, terikat, dan terbatas bisa menjahit pakaian alam?! Bagaimana mungkin tangan nyamuk bisa menyusun baju-baju berukir yang dikenakan oleh alam?!
Jika demikian kemungkinan terakhir adalah engkau dan segala sesuatu merupakan ciptaan Sang Pencipta azali di mana bukti penciptaan-Nya sebanyak entitas yang ada:
Di antaranya alam berikut partikel dan susunannya. Semua menjadi saksi atasnya lewat lima puluh lima lisan seperti yang terdapat dalam “tetesan”.
Di antaranya Alquran berikut semua kitab suci para nabi, wali dan ahli tauhid disertai ayat-ayat penciptaan yang terdapat di alam.
Di antaranya pimpinan manusia berikut seluruh nabi, wali, dan malaikat.
Di antaranya fitrah yang terdapat dalam jin dan manusia dengan segala kebutuhannya.
Di antaranya, “Allah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia.”[1]
Ketahuilah bahwa menisbatkan penciptaan kepada makhluk dengan tiga bentuknya di atas serta kepada Zat Yang Wajib ada sebagai sebuah kebenaran, sama seperti pohon berikut segala buahnya ketika kau nisbatkan kepada sesuatu yang tunggal. Yaitu dengan kau nisbatkan ia sesuai dengan hukum pertumbuhannya kepada akarnya yang bersumber dari benih yang melaksanakan perintah penciptaan lewat kata kun yang berasal dari Zat Yang Wajib ada. Pohon dengan seluruh bagiannya, daunnya, bunganya, dan buahnya, tidak berbeda antara pohon kecil yang memiliki dua buah dan pohon sebesar gunung yang memiliki buah tak terhingga. Hal itu karena rahasia yang tak diketahui yang terdapat dalam proses yang demikian mudah ketika dilaksanakan oleh pihak yang tunggal. Termasuk dalam menyatukan berbagai upaya dan pendistribusian kerja. Sebaliknya, hal itu menjadi sulit dan sukar ketika dilakukan oleh pihak yang banyak dan berserak.
Ketika engkau menisbatkan kepada banyak kemungkinan selain yang ditentukan oleh Sang Pencipta, maka setiap buah, setiap bunga, setiap daun, dan setiap ranting membutuhkan semua yang dibutuhkan oleh keseluruhan pohon. Hal itu lantaran semuanya berkumpul dan menyatu pada bagian demi bagiannya. Lihatlah bahwa apa yang kau perhatikan di antara dua bentuk di atas laksana antara sesuatu yang wajib dan mustahil. Pasalnya, kemudahan pada bentuk pertama sampai pada tingkat di mana bisa dikatakan bahwa seharusnya memang demikian. Sebaliknya, kesulitan pada bentuk kedua memaksa kita untuk berkata bahwa hal itu mustahil terjadi.
--------------------------------
[1] Q.S. Ali Imran: 18.
Bagaimana mungkin tangan makhluk yang lemah, terikat, dan terbatas bisa menjahit pakaian alam?! Bagaimana mungkin tangan nyamuk bisa menyusun baju-baju berukir yang dikenakan oleh alam?!
Jika demikian kemungkinan terakhir adalah engkau dan segala sesuatu merupakan ciptaan Sang Pencipta azali di mana bukti penciptaan-Nya sebanyak entitas yang ada:
Di antaranya alam berikut partikel dan susunannya. Semua menjadi saksi atasnya lewat lima puluh lima lisan seperti yang terdapat dalam “tetesan”.
Di antaranya Alquran berikut semua kitab suci para nabi, wali dan ahli tauhid disertai ayat-ayat penciptaan yang terdapat di alam.
Di antaranya pimpinan manusia berikut seluruh nabi, wali, dan malaikat.
Di antaranya fitrah yang terdapat dalam jin dan manusia dengan segala kebutuhannya.
Di antaranya, “Allah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia.”[1]
Ketahuilah bahwa menisbatkan penciptaan kepada makhluk dengan tiga bentuknya di atas serta kepada Zat Yang Wajib ada sebagai sebuah kebenaran, sama seperti pohon berikut segala buahnya ketika kau nisbatkan kepada sesuatu yang tunggal. Yaitu dengan kau nisbatkan ia sesuai dengan hukum pertumbuhannya kepada akarnya yang bersumber dari benih yang melaksanakan perintah penciptaan lewat kata kun yang berasal dari Zat Yang Wajib ada. Pohon dengan seluruh bagiannya, daunnya, bunganya, dan buahnya, tidak berbeda antara pohon kecil yang memiliki dua buah dan pohon sebesar gunung yang memiliki buah tak terhingga. Hal itu karena rahasia yang tak diketahui yang terdapat dalam proses yang demikian mudah ketika dilaksanakan oleh pihak yang tunggal. Termasuk dalam menyatukan berbagai upaya dan pendistribusian kerja. Sebaliknya, hal itu menjadi sulit dan sukar ketika dilakukan oleh pihak yang banyak dan berserak.
Ketika engkau menisbatkan kepada banyak kemungkinan selain yang ditentukan oleh Sang Pencipta, maka setiap buah, setiap bunga, setiap daun, dan setiap ranting membutuhkan semua yang dibutuhkan oleh keseluruhan pohon. Hal itu lantaran semuanya berkumpul dan menyatu pada bagian demi bagiannya. Lihatlah bahwa apa yang kau perhatikan di antara dua bentuk di atas laksana antara sesuatu yang wajib dan mustahil. Pasalnya, kemudahan pada bentuk pertama sampai pada tingkat di mana bisa dikatakan bahwa seharusnya memang demikian. Sebaliknya, kesulitan pada bentuk kedua memaksa kita untuk berkata bahwa hal itu mustahil terjadi.
--------------------------------
[1] Q.S. Ali Imran: 18.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence