Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 166
(1-357)
Dari kerancuan berpikir semacam ini untuk sementara waktu ia tampak selamat. Namun tidak lama kemudian, waktunya tiba dan kebenaran tersingkap. Kemungkinan pertama tidak bisa meringankan deritanya, bahkan ia merasakannya sekaligus. Kemungkinan kedua juga demikian, tidak bisa meringankan bebannya. Justru derita yang dialami menjadi berlipat-lipat ganda. Untuk sementara waktu ia juga berkata, “Musibah menimpa semua. Karena itu, aku tidak peduli.” Namun, tidak lama kemudian musibah yang menimpanya justru berlipat-lipat sesuai dengan jangkauan musibah tadi yang mencakup semua. Hal ini sama seperti orang yang ditimpa musibah berikut para kerabat dan kekasihnya. Pasalnya, dalam jiwa seseorang terdapat kaitan dengan sesama jenisnya sehingga ketika musibah menimpa mereka, bencana dan deritanya juga ikut bertambah.
Wahai yang ragu dan lalai, jangan mengira dengan sikap lalai dan ragu engkau bisa mencicipi kenikmatan. Namun, ia justru menyimpan derita yang memilukan. Ia akan menyerangmu secara sekaligus dan akan berbalik menjadi sakit yang tak terperikan. Jika engkau ingin semua derita itu berubah menjadi kenikmatan dan ingin agar api neraka tadi berubah menjadi cahaya, buanglah kelalaianmu dengan cara ruku (shalat) lima waktu, serta persiapkan diri menerima turunnya tamu Alquran yang disertai dengan limpahan iman. Karena itu, engkau harus berobat dengan cara merenungkan ayat-ayat Allah dan terus bersabar menghadapi pahitnya berbagai kesesatan sehingga kenikmatan munajat menjadi terlihat.
Ketahuilah bahwa pengabdian menuntut ketundukan untuk menerima cobaan dan ujian. Pasalnya, Sang majikan berhak untuk menguji hamba-Nya; bukan hamba yang menguji Tuhannya.
Ketahuilah bahwa wilayah nama al-bâthin (Yang maha Tersembunyi) dan wilayah azh-Zhâhir (Yang Maha Tampak) saling terpaut dan bertemu. Kalangan batini berpendapat bahwa kekuasaan-Nya seperti lautan, sementara kalangan lahiri berpendapat bahwa ia seperti mentari. Laut bagaikan totalitas yang meliputi seluruh bagiannya. Sebaliknya, mentari seperti induk yang memiliki sejumlah cabang berupa pantulan dan bayangan. Nah, kalangan batini yang ekstrem larut dalam paham keterbagian dan kebersatuan dengan Tuhan. Adapun kalangan lahiri yang bertentangan dengan sunnah larut dalam noda syirik terhadap sebab. Dalam hal ini jalan yang lurus berupa Alquran.
Wahai Zat Yang telah menurunkan Alquran,
dengan kebenaran Alquran tunjukkan kami ke jalan yang lurus!
Amin, amin, amin.
Wahai yang ragu dan lalai, jangan mengira dengan sikap lalai dan ragu engkau bisa mencicipi kenikmatan. Namun, ia justru menyimpan derita yang memilukan. Ia akan menyerangmu secara sekaligus dan akan berbalik menjadi sakit yang tak terperikan. Jika engkau ingin semua derita itu berubah menjadi kenikmatan dan ingin agar api neraka tadi berubah menjadi cahaya, buanglah kelalaianmu dengan cara ruku (shalat) lima waktu, serta persiapkan diri menerima turunnya tamu Alquran yang disertai dengan limpahan iman. Karena itu, engkau harus berobat dengan cara merenungkan ayat-ayat Allah dan terus bersabar menghadapi pahitnya berbagai kesesatan sehingga kenikmatan munajat menjadi terlihat.
Ketahuilah bahwa pengabdian menuntut ketundukan untuk menerima cobaan dan ujian. Pasalnya, Sang majikan berhak untuk menguji hamba-Nya; bukan hamba yang menguji Tuhannya.
Ketahuilah bahwa wilayah nama al-bâthin (Yang maha Tersembunyi) dan wilayah azh-Zhâhir (Yang Maha Tampak) saling terpaut dan bertemu. Kalangan batini berpendapat bahwa kekuasaan-Nya seperti lautan, sementara kalangan lahiri berpendapat bahwa ia seperti mentari. Laut bagaikan totalitas yang meliputi seluruh bagiannya. Sebaliknya, mentari seperti induk yang memiliki sejumlah cabang berupa pantulan dan bayangan. Nah, kalangan batini yang ekstrem larut dalam paham keterbagian dan kebersatuan dengan Tuhan. Adapun kalangan lahiri yang bertentangan dengan sunnah larut dalam noda syirik terhadap sebab. Dalam hal ini jalan yang lurus berupa Alquran.
Wahai Zat Yang telah menurunkan Alquran,
dengan kebenaran Alquran tunjukkan kami ke jalan yang lurus!
Amin, amin, amin.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence