Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 182
(1-357)
Demikian pula segala sesuatu menjadi saksi atas keesaan Wajibul wujud lewat hubungan-Nya sebagai zat yang esa dengan semua susunan alam yang saling berbaur serta lewat tugas-Nya dalam berbagai kedudukan mereka, dan posisi-Nya terhadap makhluk. Selanjutnya, Sang Pencipta Yang Mahabijak merangkum hukum-hukum dua bab kitabul mubin untuk segala sesuatu dalam bingkai kenikmatan dan kebutuhan yang terkait dengannya. Ketika sesuatu bekerja sesuai dengannya, secara tidak disadari berarti telah melaksanakan hukum yang terdapat dalam kitab tersebut. Misalnya, ketika nyamuk datang ke dunia, ia keluar dari rumahnya tanpa pernah berhenti. Ia menyerang wajah manusia dan memukulkan tongkatnya padanya hingga air kehidupan memancar dari wajah tadi. Siapa gerangan yang mengajarkannya untuk menyerang dan lari? Aku mengakui andaikan berada dalam posisinya aku baru bisa mempelajarinya lewat sebuah studi dan latihan yang lama. Engkau bisa membandingkan semua makhluk dan tumbuhan dengan nyamuk, lebah, dan laba-laba yang mendapat ilham. Allah Swt memberikan kepada setiap individu sebuah kartu yang ditulis dengan tinta kenikmatan dan kebutuhan. Mahasuci Dia. Bagaimana Dia memasukkan berbagai rahasia yang terdapat dalam baris-baris dua bab kitabul mubin dalam kartu yang tertulis di kepala lebah misalnya di mana kuncinya berupa kenikmatan yang khusus menjadi milik lebah itu?

Demikianlah dari semua uraian di atas lewat intuisi keimanan salah satu dari rahasia berikut dapat dipahami dengan jelas:

Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.[1]

Segala sesuatu bertasbih memuji-Nya. Hanya saja, kalian tidak memahami tasbih mereka.[2]

Jika Allah menghendaki sesuatu, Dia cukup berkata, “Kun!” maka jadilah apa yang dikehendaki-Nya itu. Mahasuci Zat yang ditangan-Nya tergenggam kerajaan segala sesuatu dan kepada-Nya kalian dikembalikan.[3]

Ketahuilah! Wahai yang mengajak kaum muslimin kepada dunia, engkau telah keliru. Apakah engkau wahai yang lalai mengira kalau yang dituntut dari manusia adalah memakmurkan dunia, menciptakan berbagai produk, dan menghasilkan rezeki, serta berbagai hal yang sifatnya duniawi? Yang benar, Pemilik kerajaan yang perintah-Nya berada di antara kaf dan nun mengungkapkan perkataan yang dibenarkan oleh alam, realitas, dan perangkat fitrah manusia.

Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.[4]

Berapa banyak makhluk melata yang tidak membawa rezekinya. Allah yang membawa rezekinya dan rezeki kalian.[5]
-------------------------------
[1] Q.S. al-A’râf: 156.

[2] Q.S. al-Isrâ: 44.

[3] Q.S. Yasin: 82-83.

[4] Q.S. adz-Dzâriyât: 56.

[5] Q.S. al-Ankabût: 60.
No Voice