Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 183
(1-357)
Atau, apakah engkau mengira bahwa Zat yang senantiasa menciptakanmu dengan memperbaharui wujudmu pada setiap masa membutuhkan sesuatu yang kau ciptakan di alam-Nya serta membutuhkan perantaraanmu dalam tindakan-Nya? Apakah semua produk manusia bisa menyamai penciptaan pohon kurma, lebah, mata, atau lisan?
Ketahuilah wahai yang lalai! Di antara kemustahilan yang paling jauh adalah bahwa Dia tidak mengetahui apa yang datang padamu di mana kondisi sosial dan kemajuan duniwamu berkutat padanya. Engkau boleh memiliki keyakinan dan pemikiran apa saja meski dengan mengingkari keberadaan Allah serta menjadi materialis, namun sudah pasti engkau akan melihat dalam nuthfah, telur, benih, biji adanya aktivitas perbuatan, penciptaan, dan kreasi. Mungkinkah akalmu bisa menerima bahwa Zat yang melakukan aktivitas dalam benih secara sangat jelas, bijak, dan melihat kepada berbagai korelasi antara berbagai benih alam berikut pemanfaatnya adalah Zat yang tidak mengetahui dunia pohon berikut kondisi dan keterkaitannya dengan seluruh alam?! Juga, bahwa Zat yang membelah dan mengeluarkan bulirnya tidak melihat dan menyaksikan siapa yang menanamnya, mengapa ia menanamnya, serta hasil berikut keterkaitannya dengan dunia hewan dan lingkungannya?! Apakah menurutmu Zat yang membentuk telur menjadi anak burung yang diberi perangkat sesuai dengan alam burung tidak mengetahui berbagai kondisi alam burung dan perkembangan spesies lain di sekitarnya?! Atau menurutmu Zat yang menciptakan nuthfah menjadi segumpal darah, segumpal darah menjadi segumpal daging, segumpal daging menjadi tulang, lalu membalut tulang dengan daging sehingga menjadi makhluk lain yang hidup di mana Dia membentuk-Nya dengan bentuk yang memperlihatkan jejak kreasi Zat yang mengetahui, melihat, dan bijak, serta melengkapinya dengan perangkat yang dengannya manusia bisa berbuat banyak hal, tidak melihat?! Atau, Sang Pencipta tidak mengetahui dunia manusia berikut kondisi serta yang terjadi padanya?! Artinya, Dia tidak mengetahui perkembangan manusia serta sejumlah alam yang dilalui manusia dengan fisik, indera, jiwa, akal, dan hayalannya serta teropong atas berbagai alam dan hakikat yang tertanam dalam substansi manusia.
Wahai yang lalai, apakah engkau mengira bahwa engkau bebas dan aman dari intervensi Zat yang memberimu buah delima dan semangka yang memang tercipta untukmu?! Karena lalai, engkau mengira kalau Pencipta semangka tersebut lalai terhadap orang yang memakannya. Karena buta engkau menganggap Pencipta delima itu berupa satu kekuatan yang tak mengetahui apa yang dikerjakan untuk para pemakan delima; yang takjub terhadap kreasinya yang berujar, “Mahasuci Zat yang menciptaku dalam bentuk terbaik,”; yang merenungkan kelembutannya yang mengucap “Mahamulia Allah Sebaik-baik Pencipta,”[1]; yang memikirkan keteraturannya di mana ia berkata dengan suara nyaring, “Apakah Zat yang mencipta tidak mengetahui. Dia Mahalembut dan Maha mengetahui.”[2] Wahai orang bodoh, apakah engkau mengira bahwa Zat yang mengirimkan berbagai buah untuk kebutuhan kita ini tidak melihat dan mengenal kita?! Atau, Zat yang menebarkan ke tengah-tengah kita berbagai binatang ternak dan seluruh hewan lainnya tidak menyaksikan kita?!
--------------------------------
[1] Q.S. al-Mu’minûn: 14.
[2] Q.S. al-Mulk: 14.
Ketahuilah wahai yang lalai! Di antara kemustahilan yang paling jauh adalah bahwa Dia tidak mengetahui apa yang datang padamu di mana kondisi sosial dan kemajuan duniwamu berkutat padanya. Engkau boleh memiliki keyakinan dan pemikiran apa saja meski dengan mengingkari keberadaan Allah serta menjadi materialis, namun sudah pasti engkau akan melihat dalam nuthfah, telur, benih, biji adanya aktivitas perbuatan, penciptaan, dan kreasi. Mungkinkah akalmu bisa menerima bahwa Zat yang melakukan aktivitas dalam benih secara sangat jelas, bijak, dan melihat kepada berbagai korelasi antara berbagai benih alam berikut pemanfaatnya adalah Zat yang tidak mengetahui dunia pohon berikut kondisi dan keterkaitannya dengan seluruh alam?! Juga, bahwa Zat yang membelah dan mengeluarkan bulirnya tidak melihat dan menyaksikan siapa yang menanamnya, mengapa ia menanamnya, serta hasil berikut keterkaitannya dengan dunia hewan dan lingkungannya?! Apakah menurutmu Zat yang membentuk telur menjadi anak burung yang diberi perangkat sesuai dengan alam burung tidak mengetahui berbagai kondisi alam burung dan perkembangan spesies lain di sekitarnya?! Atau menurutmu Zat yang menciptakan nuthfah menjadi segumpal darah, segumpal darah menjadi segumpal daging, segumpal daging menjadi tulang, lalu membalut tulang dengan daging sehingga menjadi makhluk lain yang hidup di mana Dia membentuk-Nya dengan bentuk yang memperlihatkan jejak kreasi Zat yang mengetahui, melihat, dan bijak, serta melengkapinya dengan perangkat yang dengannya manusia bisa berbuat banyak hal, tidak melihat?! Atau, Sang Pencipta tidak mengetahui dunia manusia berikut kondisi serta yang terjadi padanya?! Artinya, Dia tidak mengetahui perkembangan manusia serta sejumlah alam yang dilalui manusia dengan fisik, indera, jiwa, akal, dan hayalannya serta teropong atas berbagai alam dan hakikat yang tertanam dalam substansi manusia.
Wahai yang lalai, apakah engkau mengira bahwa engkau bebas dan aman dari intervensi Zat yang memberimu buah delima dan semangka yang memang tercipta untukmu?! Karena lalai, engkau mengira kalau Pencipta semangka tersebut lalai terhadap orang yang memakannya. Karena buta engkau menganggap Pencipta delima itu berupa satu kekuatan yang tak mengetahui apa yang dikerjakan untuk para pemakan delima; yang takjub terhadap kreasinya yang berujar, “Mahasuci Zat yang menciptaku dalam bentuk terbaik,”; yang merenungkan kelembutannya yang mengucap “Mahamulia Allah Sebaik-baik Pencipta,”[1]; yang memikirkan keteraturannya di mana ia berkata dengan suara nyaring, “Apakah Zat yang mencipta tidak mengetahui. Dia Mahalembut dan Maha mengetahui.”[2] Wahai orang bodoh, apakah engkau mengira bahwa Zat yang mengirimkan berbagai buah untuk kebutuhan kita ini tidak melihat dan mengenal kita?! Atau, Zat yang menebarkan ke tengah-tengah kita berbagai binatang ternak dan seluruh hewan lainnya tidak menyaksikan kita?!
--------------------------------
[1] Q.S. al-Mu’minûn: 14.
[2] Q.S. al-Mulk: 14.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence